|
Anak Telur Dahlan Iskan : Mantan CEO Jawa Pos |
DISWAY, 24 Juli 2026
Huruf G
diidentikkan dengan angka sembilan. Sedang S mewakili angka delapan. Dan J
sebagai angka tujuh. Jokowi jadi presiden ketujuh. Subianto menjadi presiden ke
delapan. Berarti Ganjar terlalu cepat mencapreskan diri di tahun 2024. Apakah
ia punya peluang mewakili angka sembilan di tahun 2029? Belum tentu. Ada nama
lain yang huruf depannya juga G --misalnya Gubrak.
Dari situ pula
mulai muncul ramesan jangka panjang. Presiden kesepuluh akan jatuh ke nama yang
berhuruf depan S. Bisa jadi itu Sudaryono. Atau Sahlan Siskan. Yang kedua itu
rasanya tidak mungkin: umur Sahlan kini sudah 76 tahun.
Jalan panjang
untuk Sudaryono itu kini sudah mulai membuka: Selasa lalu ia dipromosikan
menjadi kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sepeninggal Nanik S. Deyang. Itu
jabatan setingkat menteri. Sangat strategis untuk era kepresidenan Prabowo
Subianto. Yakni lembaga yang anggarannya lebih besar dari umumnya kementerian.
Kalau MBG
(Makan Bergizi Gratis) sukses di tangan Sudaryono, itu prestasi yang
menakjubkan. ”Sukses” di situ termasuk bisa menggalakkan ekonomi di pedesaan:
berasnya dari desa setempat. Telurnya. Ikannya. Buahnya. Tempe tahunya.
Semuanya.
Kalau itu bisa
terjadi rasanya tidak ada yang keberatan MBG menghabiskan dana APBN ratusan
miliar rupiah. Uang itu beredar di bawah.
Sudaryono sudah
”sekolah” pertanian selama hampir dua tahun menjabat wakil menteri pertanian.
Ia tahu bagaimana mengaitkan MBG dengan pertanian, peternakan, dan perikanan.
Saya melihat
logika berpikir Sudaryono sangat baik. Caranya berkomunikasi juga pas. Tidak
kurang juga tidak berlebihan. Sudaryono mengaku sebagai ”anak telur”: masa
kecilnya banyak makan telur. Itu karena orang tuanya, orang desa Tambirejo,
Toroh, kabupaten miskin Grobogan, memelihara ayam di pekarangan.
Sebagai anak
yang bergizi cukup, Sudaryono bisa masuk SMA unggul Taruna Nusantara. Ia
berhasil lulus terbaik pula di angkatannya. Lalu kuliah di Jepang. Doktornya
dari IPB Bogor.
Kini Sudaryono
terjun ke lembaga yang bermandikan oli. Ia bisa tergelincir atau digelincirkan.
MBG kini di
tangan anak muda yang pintar, cerdas, tegas, dan dekat dengan Presiden Prabowo.
Dalam pisau analisis politik, Sudaryono berada di kelompok ”Hambalang Boys”:
kader sejati Prabowo yang rumahnya di Hambalang dekat Sentul.
Sebagai
”Hambalang Boys”, Sudaryono tahu persis keinginan Prabowo di MBG: anak-anak
dapat makan bergizi seperti dirinya di waktu kecil. Lalu ekonomi rakyat
bergerak.
Setelah tahu
yang ”naik” ke jabatan itu Sudaryono saya menilai pengunduran diri Deyang
adalah baik. Deyang telah memberi jalan kepada orang yang lebih muda dan lebih
potensial.
Setidaknya
Deyang telah jadi tukang bongkar-bongkar di saat menjabat wakil kepala BGN.
Sampai-sampai orang seperti Sufmi Dasco Ahmad, salah satu tokoh andalan
Prabowo, mengenang Deyang sebagai orang yang rajin keliling dapur MBG untuk
melihat apa yang tidak benar. Maka orang seperti Jendral Polisi Sony Sonjaya,
wakil kepala BGN yang kini jadi tersangka, menilai Deyanglah yang menjebloskan
mereka ke tahanan. Anda sudah tahu: tiga orang pimpinan BGN diberhentikan dan
kini ditahan di kejaksaan agung.
Sepanjang hari
kemarin saya berkomunikasi dengan para pengusaha yang punya dapur MBG. Di
Jateng dan Jatim. Salah satunya punya empat dapur. Menurut mereka sebulan
terakhir terjadi perubahan besar. "Investasi dapur MBG sekarang tidak bisa
lagi Rp 700 juta atau Rp 800 juta. Sudah menjadi Rp 1,2 miliar," katanya.
"Pelet untuk menaruh karung beras pun kini harus stainless steel,"
kata sahabat Disway itu. "Tidak boleh lagi kayu," tambahnya.
Demikian juga
telenan --alas untuk mengiris bawang atau cabe-- tidak boleh lagi kayu. Harus
plastik. "Pokoknya alat yang diperkirakan bisa menjadi penyebab munculnya
jamur tidak boleh dipakai," katanya.
Yang paling
mahal adalah pengolahan limbah. Kini pengolahannya harus lima step --lima
pengendapan air. Di tahap terakhir air limbahnya harus diisi ikan. Ikannya
harus hidup pertanda tidak ada racun.
"Berarti
tidak bisa lagi setahun balik modal?"
"Dulu
delapan bulan bisa balik modal. Sekarang 1,5 tahun," jawabnya.
"Masih
baguslah..." komentar saya.
"Iya,
masih bagus".
Sudaryono tidak
punya waktu lagi untuk trial and error. Ia sudah harus langsung tancap gas.
Sudah telanjur terlalu banyak petani/peternak yang tergantung ke MBG --harga
telur, sayur, dan ayam jatuh saat MBG diliburkan di saat liburan panjang
sekolah.
Anak cukup gizi
kini yang mengurus makan anak bergizi. Juga yang urus dana ratusan triliuan
yang membuat orang seperti Deyang ngeri sendiri. ●
Sumber
: https://disway.id/catatan-harian-dahlan/958878/anak-telur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar