|
Bumi Hangus Dahlan Iskan : Mantan CEO Jawa Pos |
DISWAY, 20 Juli 2026
Cerita dari
Vladivostok terpotong lagi. Oleh Febrie.
Saya amati apa
yang terjadi dua hari terakhir ini: mulai ada arus balik.
Mulai ada yang
membela Febrie Adriansyah.
Sudah ada dua
tokoh yang muncul ke permukaan: pengacaranya yang hot, Hotman Paris dan aktivis
pembela rakyat tertindas Said Didu.
Hotman
mempersoalkan keabsahan status tersangka Febrie. Status itu dikenakan saat
Febrie masih menjabat jaksa agung muda tindak pidana khusus --instansi
pemberantas korupsi tertinggi di republik ini.
Harusnya, kata
Hotman, polisi minta izin presiden dulu. Mengapa sekadar konsultasi pun tidak.
Padahal Febrie orang yang jadi andalan presiden.
Said Didu lebih
dalam lagi: menganggap langkah memperkarakan Febrie itu sebagai serangan balik
atas ketegasan Febrie dalam melawan oligarki. Termasuk dalam melakukan
menyitaan lahan dan kebun sawit yang dikuasai mereka: 4,1 juta hektare.
Pernyataan
Hotman itu telah menimbulkan kemarahan publik yang sangat luas. Tapi karena ia
menempatkan diri sebagai pengacara Febrie maka anggap saja itu bagian dari
taktiknya dalam melakukan pembelaan: agar timbul kesan Febrie itu sangat dekat
dengan Presiden Prabowo. Kesan yang diharapkan berikutnya: mengganggu Febrie
sama dengan mengganggu program presiden.
Febrie pun
mulai mengeluarkan kartu-kartunya. Tidak secara langsung tapi bisa dibaca
dengan jelas.
Misalnya yang
dibuka lewat pengacara Don Ritto, Handika Honggowoso. "Uang dan emas yang
ditemukan saat penggeledahan itu adalah milik Idon," kata Handika.
Idon adalah
panggilan Don Ritto.
Rumah yang di
Sentul itu pun, katanya, awalnya memang milik Febrie tapi sudah dalam
penguasaan Idon. Yakni untuk kegiatan sebuah yayasan keluarga. Sejak 2023.
Artinya, Febrie tidak tahu-menahu soal ditemukannnya uang ratusan miliar di
situ.
Berarti sudah
ada strategi yang disepakati: strategi bumi hangus. Yang dihanguskan buminya
Don Ritto.
Rupanya sudah
ada kesepakatan internal: timpakan seluruh kesalahan pada Don Ritto. Bersihkan
nama Febrie. Don Ritto-lah yang kotor. Febrie itu bersih.
Kita lihat saja
seberapa lihai Handika menyelamatkan Febrie lewat bumi hangus Idon.
Nama Handika
memang sesekali muncul dalam perkara korupsi besar. Ia ikut dalam tim pembela
Anas Urbaningrum dalam perkara Hambalang. Ia juga ikut tampil dalam perkara
Jiwasraya. Pun dalam perkara mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. Termasuk juga
dalam perkara e-KTP.
Handika orang
Solo: alumnus fakultas hukum Universitas Negeri Sebelas Maret, UNS. Saat
mahasiswa ia sering ikut demo. Di masa itu teman-temannya memanggilnya Acong.
Seniornya di
Solo mengatakan nama asli pengacara itu awalnya hanya satu kata: Handika.
Setelah jadi pengacara ia pergi ke pengadilan untuk mendaftarkan nama baru:
Handika Honggowoso. Terbaca lebih keren dan ningrat.
Zaman itu
mahasiawa radikal UNS kalah radikal dengan mahasiswa UMS --Universitas
Muhammadiyah Solo. Kalau pendemo dari UNS dengar akan dikejar aparat mereka
bersembunyi di UMS.
Kini Handika
berada di pusaran perkara sangat besar. Bukan sebagai anggota tim melainkan
sebagai leader.
Si hot Hotman
memang pengacara resmi Febrie, tapi yang akan menyelamatkan Febrie adalah
pengacara Idon.
Don Ritto
sendiri masih dalam tahanan polisi. Idon orang Jambi sebagaimana Febrie. Idon
juga sesama alumnus fakultas hukum Universitas Jambi. Awalnya Idon mendirikan
kantor pengacara di Jambi, tapi pindah ke Bandung setelah istri dan anaknya
meninggal.
Di Bandung,
Idon pun menjadi sangat dekat dengan Febrie. Begitu Febrie menjadi pejabat
teras di kejaksaan agung Idon mendirikan banyak perusahaan. Awalnya saya
mengira seluruh harta yang ditemukan polisi itu akan ”diakui” sebagai harta
perusahaan Idon. Ternyata saya salah prediksi: harta itu diakui milik Idon.
Saya tidak tahu
mana yang lebih membuat polisi sulit mengungkap: diakui sebagai milik pribadi
Idon atau sebagai milik perusahaan Idon.
Perkara Don
Ritto sendiri kini masih di tangan polisi. Belum ikut yang dilimpahkan ke
kejaksaan. Berarti polisi masih punya kendali atas nasib Febrie lewat pendalaman
perkara Idon.
Idon memang
akan membakar diri. Tapi apinya dipegang polisi. ●
Sumber
: https://disway.id/catatan-harian-dahlan/958103/bumi-hangus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar