Rabu, 23 September 2026

 

LRT Jakarta Sampai Manggarai, Tonggak Integrasi Transportasi

Redaktur Editorial :  Redaksi Kompas.

KOMPAS, 21 September 2026

 

 

                                                           

LRT Kelapa Gading-Manggarai tak sekadar tonggak integrasi transportasi publik, tetapi juga pesan harmoni politik yang komitmen nyatanya harus dikawal bersama.

 

Peresmian pengoperasian penuh Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai, Rabu 16 September 2026, menandai transformasi peradaban transportasi publik kota itu benar terjadi.

 

Lintasan yang kini membentang 12,2 kilometer ini tidak sekadar memperpendek waktu tempuh lintas kawasan menjadi hanya sekitar 28 menit, tetapi juga menjadi urat nadi baru yang membebaskan warga dari kepenatan macet.

 

Lebih dari sekadar pencapaian infrastruktur fisik, tersambungnya LRT hingga Stasiun Manggarai mempertegas visi integrasi antarmoda di Jabodetabek. Stasiun Manggarai kini menjadi simpul transportasi raksasa yang diproyeksikan menampung pergerakan 1,2 juta hingga 1,3 juta orang setiap harinya. Bertemunya LRT dengan KRL Commuter Line, Transjakarta, hingga kereta bandara di satu titik mempermudah mobilitas masyarakat.

 

Di sisi lain, kebijakan pengenaan tarif promosi Rp 8 selama delapan hari pertama, yang nantinya dilanjutkan dengan tarif tetap Rp 5.000, merupakan langkah afirmatif yang patut diapresiasi untuk menarik minat publik secara luas.

 

Namun, hal yang tak kalah penting dari peresmian ini adalah pesan harmoni politik yang mengemuka di ruang publik. Pujian terbuka Presiden Prabowo Subianto terhadap kinerja Gubernur Jakarta Pramono Anung, meski keduanya berasal dari latar belakang partai politik yang berbeda, membawa kesejukan tersendiri. Sikap ini pengingat bahwa panggung persaingan pemilihan umum harus usai ketika tiba saatnya melayani kepentingan rakyat. Semoga memang demikianlah adanya, bukan sekedar drama politik yang sengaja dipertontonkan ke publik dan sekedar janji kosong belaka.

 

Sinergi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah ini sangat krusial untuk menuntaskan berbagai pekerjaan rumah berikutnya. Ke depan, pengembangan jaringan transportasi massal tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus beriringan dengan pembangunan hunian terjangkau berorientasi transit bagi kelas pekerja dan generasi muda.

 

Selain itu, rencana pelibatan entitas seperti Danantara untuk mendanai perpanjangan rute LRT menuju Dukuh Atas, Jakarta International Stadium (JIS), hingga Stasiun Halim menunjukkan komitmen pendanaan strategis untuk mempercepat perluasan akses. Lagi-lagi, soal pendanaan ini diharapkan diikuti kesepakatan serius yang mengikat tanggungjawab antarpihak terkait agar pembangunan angkutan umum memadai benar-benar bisa dipercepat realisasinya.

 

Pembangunan fisik yang megah harus dibarengi dengan kepekaan terhadap kebutuhan manusiawi para penggunanya. Pembenahan infrastruktur mikro seperti fasilitas pejalan kaki di jembatan penyeberangan orang (JPO), kejelasan petunjuk arah perpindahan moda, serta penyediaan fasilitas yang benar-benar inklusif bagi penyandang disabilitas dan kelompok lanjut usia tidak boleh dikesampingkan.

 

Transportasi massal yang terjangkau, aman, dan berkeadilan adalah pilar penting bagi ekonomi kerakyatan. Mari kita kawal bersama visi besar ini agar transformasi menuju peradaban kota yang modern dan asri benar-benar terwujud. ●

 

Sumber :  https://www.kompas.id/artikel/lrt-jakarta-sampai-manggarai-tonggak-integrasi-transportasi?open_from=Tajuk_Rencana_Page  

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar