|
MBG, Jauh Panggang dari Api Herry Tjahjono : Kolumnis. |
ORBIT INDONESIA, 13 September 2026
|
Saat kampanye/debat
pilpres 2024, Gibran dengan lantang mengatakan bahwa MBG akan melibatkan
ibu-ibu, warteg, warung, dan katering di daerah. Berikut cuplikan saat
"Debat Cawapres" 22 Desember 2023 di JCC Senayan. Saat itu, Gibran
mengatakan: “Program makan siang
gratis Rp400 T ini adalah stimulan untuk ibu-ibu, warteg-warteg,
warung-warung, catering-catering yang ada di daerah.” Lalu anak muda itu
melanjutkan dengan menggebu-gebu: “Bayangkan, Rp400 T
mengucur ke daerah-daerah. Semua ibu-ibu ikut memasak makan siang untuk
anak-anak kita.” Gibran, secara eksplisit
bahkan menyebut konsep itu sebagai “infrastruktur sosial” dan investasi
menuju Indonesia Emas. Pun pada 29 Januari 2024, ketika kampanye di Brebes,
Gibran kembali mengatakan bahwa program makan siang gratis akan melibatkan
warung, warteg, dan katering kecil, sehingga manfaat ekonominya menyebar ke
pelaku usaha lokal. Selain itu, Gibran juga
menegaskan tentang fokus pada wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). ..... Pertanyaan besarnya
sekarang: kenapa eksekusinya jauh panggang dari api? Kita semua tahu bagaimana
sekarang MBG itu dieksekusi, jauh berbeda dengan esensi yang dikampanyekan
Gibran. Kita tahu siapa saja
eksekutornya. Bukan ibu-ibu, bukan warung-warung, bukan warteg-warteg yang
ada di daerah! Dan kita juga paham
sekali bagaimana MBG saat ini. Jadi Gibran, yang sering
dituding plonga-plongo itu berbohong? Tidak. Gibran tidak berbohong,
tapi dia punya satu kelemahan terbesar: "dia bukan pengambil
keputusan!" Dan sekali lagi, itu
sebabnya konsep awal dan eksekusi akhir MBG jauh panggang dari api. (Lho, jadi siapa dong
pengambil keputusannya? 𝘗𝘪𝘬𝘪𝘳𝘦𝘯 𝘥𝘦𝘸𝘦 𝘳𝘦𝘬!) ● Sumber : https://orbitindonesia.com/detail/LwYFDMT5cF/herry-tjahjono-jauh-panggang-dari-api
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar