Senin, 21 September 2026

 

Rencana Purbaya Setelah Tak Jadi Menteri Keuangan

Fery Firmansyah :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 20 September 2026

 

 

                                                           

·      Purbaya Yudhi Sadewa mengunggah konten di media sosial yang ditonton 11 juta kali dan menuai 74.500 komentar.

 

·      Purbaya mengaku merasa hendak diberhentikan dari jabatannya karena beberapa sebab.

 

·      Memancing menjadi salah satu rencana kegiatan Purbaya setelah tak lagi sibuk sebagai pejabat negara.

 

BEBERAPA jam setelah dicopot dari jabatan Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026, Purbaya Yudhi Sadewa mengunggah satu kalimat di media sosial TikTok. "Udah siap belum," demikian dia menulis takarir disertai emoji tertawa.

 

Warganet pun menyerbu unggahan tersebut dengan aneka komentar. Ada yang terang-terangan menuduh Purbaya akan mengacak-acak satu lembaga di bawah Kementerian Keuangan, ada juga yang menyebutkan bakal ada kejutan baru. Bahkan ada yang berseloroh bahwa Purbaya hendak mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2029 bersama salah satu kepala daerah. Hingga Selasa malam, 15 September 2026, unggahan itu telah ditonton 11 juta kali dan menuai 74.500 komentar.

 

Pemberhentian Purbaya yang cukup mendadak mengundang pertanyaan publik. Tempo mendapatkan sejumlah informasi bahwa "pemecatan" Purbaya berhubungan dengan beberapa kebijakan kontroversialnya, antara lain pemberhentian sejumlah pejabat eselon I dan eselon II serta mutasi ratusan staf berbagai lembaga, termasuk Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

 

Informasi lain menyebutkan Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya setelah muncul perdebatan mengenai pengelolaan dividen badan usaha milik negara dan penahanan restitusi pajak pengusaha.

 

Jurnalis Tempo, Caesar Akbar dan Ilona Esterina Piri, meminta tanggapan Purbaya mengenai informasi-informasi tersebut setelah dia menghadiri acara serah-terima jabatan di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 15 September 2026. Berikut ini petikan hasil wawancara cegat bersama sejumlah jurnalis lain.

 

Apa yang Anda rasakan setelah tidak lagi menjabat menteri?

 

Ya, sudah happy, bebas. Nanti malam saya bisa tidur tenang. Semalam masih mikir-mikir, jadi agak susah tidur. Tapi saya yakin besok sudah tenang, aman.

 

Siapa yang menelepon Anda (saat sedang mengikuti rapat dengan Dewan Perwakilan Daerah)?

 

Pak Prasetyo (Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi).

 

Anda sudah tahu ketika itu akan diberhentikan?

 

Baru diberi tahu waktu itu.

 

Anda sudah merasa akan diberhentikan Presiden?

 

Feeling, sih, enggak ada. Cuma, itung-itungan saya, ya, mungkin 50 : 50 kansnya. Tapi itu hak prerogatif Presiden. Mesti tanya kepada Presiden.

 

Benarkah pemberhentian ini berhubungan dengan rencana Anda memindahkan ratusan pegawai, termasuk pejabat, Kementerian Keuangan?

 

Sebagian ada. Tapi, sekali lagi, itu hak prerogatif Presiden. Kita ikuti saja.

 

Benarkah Anda sempat berdiskusi dengan Presiden soal ini sebelum Presiden berangkat ke India pekan lalu?

 

Benar ada diskusi, tapi masalah lain.

 

Apakah pemberhentian ini juga berhubungan dengan kebijakan Anda?

 

Enggak ada. Saya, kan, mengikuti semua kebijakan Presiden. Aman, lah, itu.

 

Apakah perombakan jajaran pejabat Kementerian Keuangan tetap berlaku setelah Anda tak lagi menjadi menteri?

 

Saya tidak tahu. Tergantung menteri yang baru. Seharusnya berlaku. Tapi, kan, bisa diubah lagi. Suka-suka menteri, lah.

 

Apakah ada hubungannya dengan rencana meminta kembali dividen BUMN dari Danantara dan menahan restitusi pajak?

 

Enggak ada. Ini hak prerogatif Presiden.

 

Benarkah pemberhentian ini berhubungan dengan usulan Anda memberhentikan dua direktur jenderal (pajak serta bea dan cukai)?

 

Enggak ada. Yang jelas, itu hak prerogatif Presiden. Beliau yang memutuskan. Setahun sudah cukup. Mungkin sewaktu tanda tangan dulu kontraknya setahun. Ya, kita ikuti saja.

 

Apakah Anda puas atas hasil kerja selama setahun menjabat?

 

Paling tidak lumayan, sudah menaikkan pertumbuhan ekonomi menjadi di atas 5 persen, bahkan sempat 5,61 persen sebelum ada gangguan.

 

Apa pesan Anda kepada pengganti Anda?

 

Tidak ada. Dia, kan, sudah jago. Jalankan saja sesuai dengan keahlian dia.

 

Unggahan Anda di salah satu media sosial viral. Apakah Anda bermaksud memberi pesan....

 

Enggak, lah. Kalau sudah pensiun, ya, sudah.

 

Setelah melepas jabatan, apa yang akan Anda lakukan?

 

Pulang, mancing di belakang rumah. Saya ada kolam di belakang rumah, jadi bisa mancing sambil melamun, kenapa dipecat gitu (tertawa).

 

Setelah diganti, Anda bisa tidur lebih nyenyak....

 

Mudah-mudahan seperti itu ke depannya. Soalnya semalam masih susah tidur dan sebal juga tuh. Sekarang sudah lumayan.

 

Bisa sebal juga?

 

Ya, kan, gue juga orang. ●

 

Sumber :  https://www.tempo.co/ekonomi/purbaya-yudhi-sadewa-setelah-menteri-keuangan-2288042

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar