|
Menikmati Propaganda Komunis Bre
Redana : Penulis kolom “Udar Rasa” di Kompas. |
KOMPAS, 12 September 2026
|
Untuk film berlatar belakang sejarah politik China, mereka
cenderung mengecilkan peranan partai nasionalis Kuomintang. Gara-gara sering mengintip dan kemudian ikut nonton apa yang
dinikmati istri saya di TV sehari-hari, tahun-tahun terakhir saya menjadi
penonton dan penggemar drama-drama China. Terakhir yang saya tonton adalah The
Lead, serial sepanjang 48 episode yang produser eksekutifnya sutradara
kondang, Zhang Yimou. Tergolong baru, release Mei 2026, film ini menceritakan kehidupan
rombongan opera keliling dari zaman kejayaannya sampai bagaimana mereka
tersingkir oleh perubahan zaman dengan makin berkibarnya bintang-bintang pop,
selebritas televisi, dan terakhir tentu saja hiburan digital. Cerita dimulai
dari daerah Shaanxi di barat laut China yang dipercaya sebagai jantung
peradaban China. Maestro pemain drum sebuah kelompok opera menjemput keponakannya
untuk gabung dengan rombongan opera. Cerita bergulir, bagaimana dara cilik
dari desa miskin jatuh bangun menjadi bintang opera, dapat pujian di
mana-mana, diangkat menjadi kader komunis, sebelum kemudian seiring
transformasi China menjadi negara supermodern ia bersama rombongan opera
kelilingnya kembali melata di desa-desa. Kurang lebih serupa nasib rombongan
kesenian rakyat kita yang pernah berjaya pada zaman Dardanella, lanjut ke
Srimulat, sebelum kini tinggal kenangan—kenangan tentang romantisme panggung
dan para primadonanya. Ah…. ● |
Sumber
: https://www.kompas.id/artikel/menikmati-propaganda-komunis?open_from=Jeda_Page
Tidak ada komentar:
Posting Komentar