|
Kabawa Hente Dahlan Iskan : Mantan CEO Jawa Pos |
DISWAY, 13 September 2026
Saya berlinang
membaca WA-WA kekhawatiran Evi yang tidak dibalas suami. Evi, hari Senin malam
itu, tidak tidur semalam suntuk: menunggu suami pulang. Jam 4 pagi pun Evi
masih mengirim WA ke suami: "ayah nginep?"
Tidak juga ada
jawaban.
Lihatlah foto
screenshot WA antara Evi dan suaminyi: Heriyanto, pemandu lima wartawan yang
meliput erupsi Anak Krakatau dari dekat Senin lalu.
Pukul 18.13
sang suami tiba-tiba kirim foto Anak Krakatau yang menyemburkan abu di tiga
atau empat titik yang agak berjauhan. Tidak ada teks di WA ke istri itu. Hanya
foto. Satu foto.
Evi langsung
melihat WA yang berisi foto itu. Agak lama dia menatap foto kiriman suaminyi
itu. Foto yang bagus (Lihat Disway kemarin).
Tujuh menit
kemudian Evi membalas kiriman foto dramatis itu: "Wow" respons Evi
pada karya sang suami yang bisa memotret erupsi dari dekat.
Evi menunggu WA
susulan dari sang suami. Tidak ada. Tunggu lagi. Tidak ada. Dia pantengi layar
HP suami. Lho kok tiba-tiba tidak ada sinyal. Setiap dikontak hanya tut pendek.
Padahal selama ini sinyal di sekitar Krakatau selalu bagus.
Atau sang suami
lowbat? Tidak mungkin. Setiap mengantar turis ke Krakatau tidak pernah
kehabisan baterai. Suami selalu membawa power bank yang dalam keadaan penuh.
Pukul 23.00
lebih, Evi kirim WA lagi ke suami. Dia curiga long boat suami meneruskan
perjalanan ke Lampung. Atau perahunya terdampar di sana. "Bisi kabawa ka
Lampung hente yah," tulis Evi dalam bahasa Sunda. Artinya Anda sudah tahu:
Barangkali terbawa ke Lampung tidak ya...
Evi tidak bisa
tidur. Lewat tengah malam dia masih mencoba kontak. Gagal. Jam 04.00 dia WA
lagi. Tidak dijawab. WA lagi. Sama saja.
--
Pukul 08.00
keesokan harinya Evi mengajak anaknyi ke dermaga Carita. Dia temui orang-orang
speed dan long boat di dermaga pemberangkatan kapal ke Krakatau. Termasuk yang
kemarinnya juga membawa turis ke Anak Krakatau. Tidak satu pun yang punya kabar
tentang suaminyi.
Anak Evi masih
SD. Itulah anak satu-satunya bersama Heriyanto. Dia masih punya satu anak lagi:
anak Heriyanto dari istri terdahulu. Anak itu kini sudah berumah tangga. Sudah
memberi Evi satu cucu. Meski itu anak Heriyanto bersama istri terdahulu tapi
sudah seperti anak Evi sendiri.
Pulang dari
dermaga Evi merasa hampa. Dia disarankan lapor ke RT, lurah, dan polisi. Sampai
kemarin sore, enam hari kemudian, tidak juga ada kabar berita.
Evi kini
berumur 30 tahun. Suaminyi 49 tahun. Mereka menikah tujuh tahun lalu. Sampai
sekarang masih tinggal di rumah kontrakan.
--
Menurut Evi
suaminyi seorang pekerja keras. Juga seorang humoris. Sangat baik hati. Kini
Evi tidak tahu harus bagaimana. Setiap malam para tetangga Evi kumpul di
rumahnyi: berdoa untuk keselamatan Heriyanto dan semua penumpang long boat
Arupadhatu 1: lima wartawan, dua kru kapal, dan satu Heriyanto.
Lima wartawan
itu agak mendadak mencarter long boat milik kades Sukajadi, Sandi Wyasa.
Heriyanto pun secara mendadak pamit ke istri. Pukul 14.16, ketika suami mulai
melepas tali kapal, Evi kirim WA kepadanya: "Hati-hati ya ayah...".
Ketika suami
sudah lebih satu jam berada di laut Evi kirim WA: Ibu nonton bola ewes geh
tinggalen yah (15.34). Rupanya Evi penggemar bola. Kalau di Surabaya dia
disebut Bonita. Sore itu pertandingan sepak bola tarkam --antar kampung. Evi
ingin melihat tim desanya berlaga.
WA Evi itu
rupanya tidak segera terbaca oleh Heriyanto. Mungkin sedang sibuk melayani lima
wartawan. Baru pukul 16.30 suami membalas. Intinya ia melarang Evi nonton bola.
"Udh di rumah aja," tulisnya.
Kebetulan Evi
telat berkumpul sesama ''Bonita'' Sukajadi. Dia ditinggal. Evi balik ke rumah.
Tidak jadi nonton bola.
Setiba di
rumah, Evi buka HP. Dia baca pesan suami yang melarang nonton bola. Maka Evi
langsung jawab: ''iya, ini di rumah''.
WA itu adalah
kontak terakhir Heriyanto ke Evi. Dilihat dari jamnya berarti Heriyanto sudah
sampai di tujuan: lokasi terdekat dengan erupsi Anak Krakatau.
Setelah itu
Heriyanto memang masih kirim satu WA ke istri tapi tanpa kata-kata. Hanya kirim
foto erupsi Anak Krakatau. Satu foto. Hanya satu foto. Tanpa apa-apa. ●
Sumber
: https://disway.id/catatan-harian-dahlan/968131/kabawa-hente
Tidak ada komentar:
Posting Komentar