Senin, 21 September 2026

 

Cerita Pak Menteri yang Kehilangan Kursi

Fery Firmansyah :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 20 September 2026

 

 

                                                           

·      Peristiwa yang menimpa Purbaya pernah terjadi pada Menteri Keuangan di era Gus Dur.

 

·      Kericuhan akibat pergeseran jabatan dan mutasi di Kementerian Keuangan menjadi penyebab terdepaknya Purbaya.

 

·      Ada cerita soal hubungan antara Purbaya dan Suahasil Nazara yang ditunjuk Prabowo sebagai Menteri Keuangan.

 

SEORANG dosen senior berceloteh ketika melihat tayangan di televisi soal penggantian Menteri Keuangan. Menurut dia, kejadian yang menimpa Purbaya Yudhi Sadewa pernah terjadi 25 tahun lalu, tepatnya pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

 

Mendengar ucapannya, saya hanya bisa manggut-manggut. Lagi pula, ketika peristiwa itu terjadi, saya masih nongkrong di kampus, menyelesaikan tugas studi master di Universitas Gadjah Mada di Jakarta. Saya hanya samar-samar menerima informasi, itu pun kebanyakan bukan berita politik atau ekonomi.

 

Peristiwa yang terjadi pada Senin, 14 September 2026, memang cukup dramatis. Publik bisa melihat bagaimana Purbaya dilengserkan dari kursi Menteri Keuangan ketika dia masih bekerja. Ketika itu Purbaya sedang mengikuti rapat bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah membahas Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027 dan Nota Keuangan.

 

Di tengah tanya-jawab, Ketua Komite IV DPD Ahmad Nawardi memotong penjelasan Purbaya. Nawardi, mantan jurnalis Tempo, mengingatkan Purbaya soal panggilan telepon penting dari Istana yang harus dia jawab.

 

Purbaya lantas mengecek teleponnya seraya meminta sidang diskors dan dia ke luar ruangan. Di sini kehebohan dimulai. Sebab, setelah itu semua orang mengetahui Purbaya baru saja kehilangan jabatan.

 

Nah, momen ini, menurut senior yang saya singgung di awal tulisan, persis dengan apa yang terjadi pada Menteri Keuangan era Gus Dur, Prijadi Praptosuhardjo. Saya lantas memeriksa arsip Tempo dan menemukan cerita bahwa Prijadi “dipecat” Gus Dur pada 12 Juni 2001 ketika sedang mengikuti rapat bersama Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat membahas revisi APBN. Gus Dur kemudian menunjuk Rizal Ramli, yang ketika itu menjabat Menteri Koordinator Perekonomian, sebagai pengganti Prijadi.

 

Berbeda dengan Prijadi yang digantikan menteri koordinator, Purbaya harus menyerahkan kursi kepada wakilnya, Suahasil Nazara. Kami mengenal Suahasil sebagai akademikus yang di kemudian hari menjadi birokrat. Bertahun-tahun menjadi dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, pria yang lahir pada 23 November 1970 ini sempat ditunjuk menjadi koordinator kebijakan di Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan atau TNP2K pada 2010. Dari sana, Suahasil lantas masuk ke jajaran pejabat tinggi Kementerian Keuangan.

 

Soal Suahasil dan Purbaya, kami banyak mendapatkan cerita menarik. Yang terbaru adalah cerita pada sepekan sebelum penggantian Menteri Keuangan. Ketika itu kami memperoleh informasi soal huru-hara di Kementerian Keuangan lantaran Purbaya mendadak melakukan rotasi pejabat dan mutasi besar-besaran. Ada ratusan orang yang tiba-tiba harus pindah kantor, banyak di antaranya yang ke luar Jawa. Di tengah situasi panas, Suahasil tampil sebagai “pemadam kebakaran”.

 

Menurut sejumlah kawan di Lapangan Banteng, sebutan untuk kantor Kementerian Keuangan, keributan ini yang menjadi salah satu pemicu pencopotan jabatan Purbaya. Purbaya pun mengakui soal ini dalam wawancara dengan sejumlah jurnalis setelah acara serah-terima jabatan dengan Suahasil.

 

Informasi lain yang muncul seputar penyebab penggantian Purbaya sebetulnya sudah kami tuangkan dalam edisi 14-19 September dengan judul “Manuver Purbaya Menambal Defisit Anggaran”. Dalam edisi tersebut, kami menuangkan laporan soal upaya-upaya Purbaya untuk menjaga defisit anggaran agar tak lebih dari 3 persen produk domestik bruto.

 

Sekilas upaya itu positif, tapi cara yang dia lakukan menuai kontroversi. Misalnya menahan restitusi pajak, menahan dana bagi hasil daerah, hingga berebut dividen badan usaha milik negara dengan Badan Pengelola Investasi Danantara. Anda bisa membaca laporannya di sini. Yang jelas, cerita lengkap di balik terdepaknya sang “menteri koboi” dari Lapangan Banteng bisa Anda baca di edisi terbaru pekan ini. Selamat Membaca. ●

 

Sumber :  https://www.tempo.co/ekonomi/reshuffle-kabinet-purbaya-yudhi-sadewa-prabowo-2288074

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar