Senin, 29 Juni 2026

 

Siapa Gaurav Srivastava, Penipu Berkedok Intel CIA

Adil Al Hasan :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN,  28 Juni 2026

 

 

 

·      Gaurav Srivastava diduga berpura-pura menjadi petugas tidak resmi CIA untuk menipu di berbagai negara.

 

·      Bersama Kementerian Pertahanan, ia pernah menjadi co-host Forum Ketahanan Pangan Global di Bali.

 

·      Srivastava pernah menyumbang buat kandidat Partai Demokrat dan The John F. Kennedy Center.

 

ENAM tahun lalu, Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Amerika Serikat Christopher Miller mengunjungi Indonesia. Ketika itu, 7 Desember 2020, Miller bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto yang masih menjadi Menteri Pertahanan dalam serangkaian tur Asia. Penjualan jet Amerika ke Indonesia menjadi salah satu topik yang dibahas.

 

Selain didampingi pejabat dari Pentagon, Miller mengakui ada Gaurav Srivastava, pengusaha Amerika Serikat yang kini sedang bersengketa dengan mantan mitra bisnisnya, Niels Troost, di pengadilan California.

 

Pengakuan Miller ini menjawab permintaan konfirmasi tim Tempo yang menunjukkan fotonya bersama Srivastava dan Prabowo di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra itu di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

 

Meski begitu, Miller mengatakan tak banyak berinteraksi dengan pengusaha yang lahir di India tersebut. “Dia hanyalah penipu yang selalu mengintai dan mencoba memanfaatkan kesan punya akses dan pengaruh untuk keuntungan finansial pribadi,” katanya pada Jumat, 5 Juni 2026.

 

Gaurav Srivastava alias G menarik perhatian orang banyak karena diduga berpura-pura menjadi petugas tidak resmi badan intelijen Amerika Serikat (Central Intelligence Agency/CIA) untuk menipu di berbagai negara.

 

Berita media asing, seperti Wall Street Journal, Project Brazen, dan Financial Times, merekam kelakuan Srivastava yang ditengarai ingin menguasai bisnis minyak dan komoditas pengusaha Belanda, Niels Troost, senilai jutaan dolar.

 

Pada 21 Januari 2026, Troost mengajukan gugatan hukum racketeer influenced and corrupt organizations atau RICO terhadap Srivastava atas dugaan penipuan, pemerasan, dan kampanye fitnah di pengadilan California. Dalam dokumen pengaduannya, Troost mengatakan, Srivastava adalah warga Amerika Serikat yang lahir di India pada 1990. Di Amerika, Srivastava tinggal di California.

 

Bagi sejumlah pejabat di Indonesia, nama Srivastava terdengar samar-samar, terutama perihal kiprah dan portofolio bisnisnya. Pemilik Unity Resources Group ini, melalui Gaurav and Sharon Srivastava Family Foundation, pernah menjadi co-host dan sponsor Forum Ketahanan Pangan Global pada November 2022 di Bali. Acara di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G-20 ini digelar bersama Atlantic Council, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

 

Lima narasumber yang Tempo wawancarai di Indonesia mengatakan Srivastava adalah pebisnis. Tiga di antara mereka percaya Mr. G—sebutan Srivastava—adalah agen CIA yang diduga memiliki hubungan dekat dengan Prabowo Subianto dan adiknya, Hashim Djojohadikusumo. Penelusuran Tempo mengungkap Srivastava pernah berhubungan dengan Indra Usmansyah Bakrie alias Indra Bakrie, adik kedua pengusaha Aburizal Bakrie.

 

Di mesin pencari, tak banyak aktivitas bisnis Srivastava yang terekam, setidaknya oleh Google, Yandex, ataupun Bing. Apabila kata kunci “Gaurav Srivastava” ditulis di mesin pencari untuk menelusuri pengusaha ini, yang muncul paling atas adalah situs pribadinya bernama Official Gaurav Srivastava Website atau akun LinkedIn.

 

Di situs pribadinya, Srivastava mengenalkan diri sebagai investor strategis di Afrika, Asia, dan Timur Tengah untuk sektor energi, komoditas, dan keuangan. Predikat itu, menurut Srivastava, bermula saat ia meninggalkan bangku kuliah pada 2008 untuk mengelola investasi keluarga di Afrika Selatan.

 

“Hal ini membawanya pada investasi pertamanya di industri minyak dan gas, yang kemudian membuka jalan bagi kariernya sebagai investor strategis di pasar energi dan komoditas,” demikian keterangannya di situs tersebut.

 

Selain menampilkan profil singkat, Srivastava memperlihatkan aktivitas filantropinya di Gaurav and Sharon Srivastava Family Foundation. Satu-satunya aktivitas yayasan ini adalah menjadi sponsor Forum Ketahanan Pangan Global di Bali pada 2022.

 

Namun situs yayasan tersebut sudah tidak bisa diakses. Penelusuran Tempo menggunakan Wayback Machine, alat untuk melihat aktivitas sebuah situs, situs web ini baru lahir pada 12 November 2022 atau sepekan sebelum acara di Bali.

 

Gaurav and Sharon Srivastava Family Foundation mengklaim telah berdiri pada 2015 di Amerika Serikat untuk mempromosikan ketahanan pangan dan energi. Namun akta organisasi ini menunjukkan fakta sebaliknya. Gaurav and Sharon Srivastava Family Foundation bukanlah yayasan, melainkan perusahaan yang tercatat di Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat. Perusahaan ini baru berdiri pada 12 Oktober 2022. Dalam laporan tahunan Atlantic Council 2022-2023, organisasi Srivastava ini tercatat menjadi donor untuk kategori di atas US$ 1 juta.

 

Meski minim aktivitas dan pencatatan di Internet, Srivastava memiliki banyak perusahaan. Penelusuran Tempo menggunakan sumber data terbuka mencatat setidaknya ada 11 korporasi yang dikendalikan langsung ataupun terafiliasi dengan Srivastava. Semua perusahaan ini mayoritas berdiri pada 2020 dan bubar pada akhir 2024. Kebanyakan perusahaan Srivastava bubar karena gagal membayar pajak kepada negara bagian Amerika Serikat.

 

Sementara itu, empat dari perusahaan Srivastava pernah mendapat surat pernyataan niat pengadaan alat sistem pertahanan dari Kementerian Pertahanan era Prabowo Subianto. Perusahaan ini di antaranya Orbimo Corporation, Zegasus Corporation, Constentis Corporation, dan Unity Accipiter Corporation.

 

Di Amerika Serikat, Srivastava pernah melancarkan kampanye untuk menaikkan pengaruh politiknya di Washington, DC. Ia menyumbangkan lebih dari US$ 1 juta kepada pemimpin dan kandidat Partai Demokrat pada 2022 dan 2023. Dia juga berhasil berfoto dengan Presiden Joe Biden dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat saat itu, Nancy Pelosi, untuk memperkuat citra memiliki akses ke Gedung Putih.

 

Setelah dugaan penipuan Srivastava terungkap, Biden mengembalikan donasi tersebut. Saat Partai Demokrat menjauhkan diri, Srivastava beralih ke Partai Republik dan mempromosikan nasionalisme ala Presiden Donald Trump. Sejak Juni 2025, ia muncul di siniar kelompok konservatif, memberikan pidato di sebuah konvensi politik di Las Vegas, dan mengunggah foto bersama Wakil Presiden James David Vance.

 

Gugatan hukum Niels Troost di California yang diperbarui pada Juni 2026 menyebutkan bahwa Srivastava turut menyumbangkan US$ 2 juta kepada The John F. Kennedy Center for the Performing Arts, pusat budaya di Washington, DC, yang dikelola Trump.

 

Pusat seni ini juga sempat berubah nama menjadi The Donald J. Trump and The John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts. Sempat berpolemik karena dianggap melanggar aturan, pengurus pusat seni akhirnya menghapus nama Trump setelah ada putusan hakim federal.

 

Srivastava tidak menanggapi pertanyaan yang Tempo ajukan ke alamat surat elektronik yang tercantum di situs pribadi dan dua firma hubungan masyarakat yang pernah bekerja untuknya. Di situs pribadi, Srivastava menyatakan telah menjadi sasaran kampanye disinformasi dari Troost yang tengah dikenai sanksi Inggris, Uni Eropa, Swiss, dan Departemen Keuangan Amerika Serikat karena menjual minyak dari Rusia.

 

Jonas Rey, penyelidik swasta yang juga Direktur Athena Intelligence, pernah menelusuri rekam jejak Srivastava setelah diminta Paramount, perusahaan milik Troost. Hasil penelusuran itu menunjukkan Srivastava yang berusia 33 tahun tersebut memiliki riwayat penipuan dan pemalsuan.

 

Itu sebabnya Rey heran bagaimana Srivastava bisa meyakinkan mantan perwira CIA dan jenderal berpangkat tinggi untuk menjamin cerita palsunya sebagai agen intelijen. “Kemudian kami melihat sumbangan finansial dalam jumlah besar yang telah ia berikan kepada berbagai pejabat terpilih di Amerika,” ujar Rey. “Tiba-tiba semuanya menjadi masuk akal karena dia telah membeli akses tingkat tinggi yang jarang saya lihat,” tuturnya. ●

                                                                                         

Sumber : https://www.tempo.co/ekonomi/cia-gaurav-srivastava-prabowo-hashim-2272105

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar