|
Bagaimana Gaurav Srivastava
Membangun Jejaring di Indonesia Adil Al Hasan : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 28 Juni 2026
|
· Niels Troost dan Gaurav Srivastava
pernah menyambangi Pulau Panjang yang dikuasai Indra Bakrie. · Srivastava mengajak Hashim menggelar
Forum Ketahanan Pangan Global bersama Atlantic Council di Bali. · Srivastava dan Hashim sempat menjajaki
peluang bisnis minyak dan gas, tapi rencana itu batal. HELIKOPTER
Derazona tipe H125 berwarna merah-putih melayang di atas gedung-gedung di
kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat pada pertengahan 2022. Dalam foto
dan rekaman video yang diperoleh tim Tempo, capung besi yang ditumpangi Niels
Troost dan Gaurav Srivastava itu bergerak dari arah timur melintasi Jalan
Gatot Subroto, Kuningan, hingga akhirnya mendarat di Pulau Panjang di
Kepulauan Seribu, Daerah Khusus Jakarta. Di
Google Maps, pulau yang terletak 60-70 kilometer dari daratan Jakarta ini
bernama Pulau Gotrah. Namun Badan Informasi Geospasial dan Pemerintah
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mencatat daratan seluas 17.890 meter
persegi di tengah laut ini bernama Pulau Panjang, Kelurahan Pulau Kelapa. Lurah
Pulau Kelapa Muhammad Adriansyah menyatakan sebagian hak guna bangunan pulau
ini dimiliki PT Bakrie Kalila Investment. Korporasi ini bagian dari entitas
bisnis grup Bakrie yang dimiliki Indra Usmansyah Bakrie alias Indra Bakrie
yang juga kolega Gaurav Srivastava. Indra adalah adik kedua Aburizal Bakrie,
pengusaha yang pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar pada 2009-2019. Bagi
Troost, ajakan Srivastava menyambangi Pulau Panjang menunjukkan pengaruh
pebisnis Amerika Serikat yang lahir di India itu karena ia memiliki kenalan
pengusaha seperti Indra. "Gaurav juga mengklaim mendapatkan perlindungan
dan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia," kata Troost dalam
wawancara pada Januari dan Februari 2026. Meski
pernah bermitra, hubungan Troost dengan Srivastava hanya berlangsung setahun.
Belakangan, Troost menuding Srivastava sebagai penipu yang menyamar menjadi
petugas tidak resmi lembaga intelijen luar negeri Amerika Serikat (Central
Intelligence Agency/CIA). Pemilik Unity Resources Group itu juga merekayasa
berbagai cerita untuk memeras puluhan juta dolar dari perusahaan Troost,
Paramount Energy & Commodities. Pengusaha
asal Belanda itu mengajukan gugatan hukum racketeer influenced and corrupt
organization atau RICO terhadap Srivastava atas dugaan penipuan, pemerasan,
dan kampanye fitnah di pengadilan California, Amerika Serikat, pada 21
Januari 2026. Gugatan itu kini masih berlangsung. Dua
orang yang mengetahui hubungan Srivastava dengan Indra Bakrie mengatakan
pertalian keduanya bermula dari seorang pejabat dan politikus senior.
Hubungan Srivastava dengan Indra berlangsung tak lama setelah kehadiran
G—sapaan akrab Gaurav Srivastava—di Indonesia yang ingin menjajaki peluang
bisnis pertahanan dengan Prabowo Subianto, ketika itu Menteri Pertahanan,
pada pertengahan 2020. Menurut
dua narasumber tersebut, Srivastava mendekati Indra karena berniat menjalin
bisnis bersama. Keduanya juga beberapa kali bertemu di Amerika Serikat,
terutama di kediaman Indra di Negeri Abang Sam. Seperti Troost yang saat ini
menjadi korban penipuan Srivastava, Indra sudah menjauhinya. “Indra curiga
dan tidak mau berhubungan lagi dengannya,” ujar narasumber ini. Direktur
Utama PT Energi Mega Persada Tbk Syailendra Surmansyah Bakrie alias Eda
Bakrie, putra Indra Bakrie, tak menanggapi permintaan konfirmasi Tempo.
Dihubungi sejak 16 Februari hingga 26 Juni 2026, sekretaris Indra Bakrie,
Cony D. Alphonsus, mengatakan bosnya menolak berkomentar tentang hubungan
dengan Srivastava. Begitu pula ihwal kepemilikan pulau. “Tidak berkenan dan
tidak usah WhatsApp lagi,” tuturnya. Selain
dengan Indra, Troost melihat langsung kedekatan Srivastava dengan Prabowo dan
adik kandungnya, Hashim Djojohadikusumo. Hubungan dengan Prabowo, menurut
empat narasumber, bahkan terjalin sejak 2020. Pada
pertengahan 2022, Srivastava mengajak Troost bertemu dengan Prabowo di
kediaman pribadi Ketua Umum Partai Gerindra itu di Padepokan Garuda Yaksa,
Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Selama perjalanan dengan kawalan polisi, Troost
melihat warga sekitar Hambalang melambaikan tangan kepadanya dan Srivastava. Srivastava
juga mengaku sering tinggal di kediaman Prabowo. Troost melihat staf Prabowo
menyambut ramah kedatangan Srivastava seperti kenalan lama. Srivastava
memeluk beberapa staf sembari menanyakan kabar dan kondisi keluarga mereka. Kepada
Troost, Srivastava mengklaim telah memberikan hadiah patung elang berukuran
jumbo kepada Prabowo sebagai simbol kedekatan pensiunan jenderal itu dengan
Amerika Serikat dan CIA. Dia juga mengklaim Prabowo menaruh hormat kepadanya
atas jasa perburuan pelaku teror bom Bali. Srivastava bahkan mengklaim
berperan menyetip nama Prabowo dari daftar hitam imigrasi Amerika Serikat
selama 20 tahun akibat kasus pelanggaran hak asasi manusia pada era Orde
Baru. Selain
mengakrabi Indra Bakrie dan Prabowo, Srivastava mendekati Hashim, yang
sekarang menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi. Dengan
pendiri grup Asrari itu, Srivastava, melalui Harvest Commodities
SA—perusahaan komoditas milik Niels Troost—bertemu pada Agustus 2022 untuk
mengangkut 50 ribu ton pakan jagung dari Ukraina ke Indonesia melalui PT
Comexindo International. Srivastava
juga mengajak Hashim menggelar Forum Ketahanan Pangan Global bersama Atlantic
Council pada 11-12 November 2022 sebelum Konferensi Tingkat Tinggi G-20
berlangsung di Bali. Dalam forum ini, Srivastava melalui Gaurav & Sharon
Srivastava Family Foundation, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian
Koordinator Kemaritiman dan Investasi menjadi co-host. Sebulan
sebelum acara dihelat, Prabowo dan Srivastava berjumpa dengan petinggi
Atlantic Council di Washington, DC. Kedutaan Besar Indonesia di Amerika
Serikat mengunggah foto pertemuan itu di laman Facebook mereka pada 20
Oktober 2022. Seorang
narasumber yang mengetahui awal mula acara ini mengungkapkan, peran Hashim
dan Kementerian Pertahanan sangat dominan. Meski Kementerian Koordinator
Kemaritiman dan Investasi terlibat, institusi yang dipimpin Luhut Binsar
Pandjaitan ini tak banyak berperan. Hashim juga disebut mengenalkan
Srivastava kepada Luhut sebagai teman. Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi,
merespons pesan Tempo hanya dengan emotikon jempol saat dimintai konfirmasi
tentang informasi ini pada Jumat, 26 Juni 2026. Dalam
forum di Bali, Hashim mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara yang
berpotensi terkena dampak perang di Ukraina. Menurut Hashim, Indonesia saat
itu masih mengimpor 14 juta ton gandum setiap tahun. Padahal komoditas
tersebut merupakan bahan kebutuhan pokok, terutama untuk membuat mi instan. "Seseorang
bertanya kepada saya, ‘Mengapa Kementerian Pertahanan terlibat dalam forum
ini?’. Itu karena 500 ribu tentara Indonesia bergantung pada Indomie, mi
instan, untuk pasokan makanan sehari-hari mereka," kata Hashim dalam
siniar YouTube Atlanctic Council yang diunggah pada 12 November 2022. Dalam
laporan tahunan Atlantic Council 2022-2023, Srivastava, Hashim, dan Energi
Mega Persada yang dimiliki keluarga Bakrie bahkan tercatat menjadi donor
lembaga think tank nonpartisan di Amerika Serikat tersebut. Srivastava
menyumbang di atas US$ 1 juta, sementara grup Arsari dan Energi Mega Persada
masuk kategori penyumbang antara US$ 10 ribu hingga US$ 24.999. Direktur
Komunikasi Strategis Atlantic Council Zack Baddorf tidak merespons permintaan
wawancara Tempo. Menurut
seseorang yang mengetahui hubungan Srivastava dengan Hashim, keduanya juga
sempat menjajaki peluang bisnis minyak dan gas, termasuk berencana menyuplai
PT Pertamina (Persero). Tapi rencana itu batal. Salah satu sebabnya adalah
persyaratan birokrasi yang berbelit. Tidak
berhenti di Bali, hubungan Srivastava dengan Hashim terus berlanjut. Pada
Desember 2022, Srivastava, melalui Paramount Energy and Commodities DMCC,
perusahaan milik Troost di Dubai, Uni Emirat Arab, meminjamkan uang sebesar
US$ 51 juta kepada PT Arsari Pradana Utama yang dikendalikan Hashim. Dalam
waktu kurang dari sepekan, uang ini kembali dikirim ke Srivastava sebesar US$
25 juta melalui perusahaan cangkang yang dibuat pengacaranya, lalu dibelikan
rumah senilai US$ 24,5 juta di 14180 W Sunset Blvd di Pacific Palisades, Los
Angeles, California, Amerika Serikat. Gara-gara aliran fulus ini, Arsari
sempat disebut dalam dokumen gugatan Troost di pengadilan, sebelum diperbarui
pada awal Juni 2026. Hashim
Djojohadikusumo tidak menanggapi surat permintaan wawancara yang dikirim ke
kantor Arsari Group sejak 19 Februari 2026. Aryo Djojohadikusumo, Wakil
Direktur dan Kepala Operasional Arsari Group, menolak berkomentar dan
mengarahkan pertanyaan kepada Ariseno Ridhwan, juru bicara Arsari Group dan
Hashim. Setali tiga uang, Ariseno tidak menanggapi surat dan pesan yang
dikirim ke nomor telepon seluler pribadinya sejak Februari hingga artikel ini
diterbitkan. Saat
ditemui Tempo di Kementerian Lingkungan Hidup pada 29 April 2026, Hashim
menolak berkomentar tentang keterlibatan Arsari dalam perkara yang menjerat
Srivastava. "Saya tidak ingin membahas itu,” katanya. Adapun
Srivastava tidak menanggapi pertanyaan yang dikirim ke alamat surat
elektronik yang tercantum di situs pribadi dan dua firma hubungan masyarakat
yang pernah bekerja untuknya. Di siniar YouTube miliknya, Srivastava menyebut
keterangan Troost sebagai “kebohongan besar”. Kepada
Financial Times, ia mengklaim tidak pernah mengaku sebagai agen CIA dan
menduga rekaman yang dimiliki Troost dipalsukan oleh kekuatan asing. Ia juga
membantah bahwa pinjaman dari Paramount ke Arsari yang ia terima sebesar US$
24,5 juta berasal dari perusahaan milik Hashim. Pada
Februari dan Juni 2026, Tempo mengirim surat permintaan wawancara kepada
Kementerian Sekretariat Negara. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tak
merespons upaya mendapatkan konfirmasi tersebut. Ia juga tak membalas pesan
WhatsApp dan surat elektronik. Namun,
dalam sambutannya pada Global Food Security Forum hari kedua di Bali, Prabowo
Subianto mengaku mengenal Srivastava dan menyebutnya dengan julukan “Mr. G”.
“Kadang nama belakangmu (Gaurav Srivastava) sedikit sulit diucapkan,” ujar
Prabowo tersenyum tipis. ● Sumber : https://www.tempo.co/ekonomi/relasi-prabowo-bakrie-gaurav-srivastava-2272106 |
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar