Senin, 29 Juni 2026

 

Bagaimana Gaurav Srivastava Membangun Jejaring di Indonesia

Adil Al Hasan :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN,  28 Juni 2026

 

 

 

·      Niels Troost dan Gaurav Srivastava pernah menyambangi Pulau Panjang yang dikuasai Indra Bakrie.

 

·      Srivastava mengajak Hashim menggelar Forum Ketahanan Pangan Global bersama Atlantic Council di Bali.

 

·      Srivastava dan Hashim sempat menjajaki peluang bisnis minyak dan gas, tapi rencana itu batal.

 

HELIKOPTER Derazona tipe H125 berwarna merah-putih melayang di atas gedung-gedung di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat pada pertengahan 2022. Dalam foto dan rekaman video yang diperoleh tim Tempo, capung besi yang ditumpangi Niels Troost dan Gaurav Srivastava itu bergerak dari arah timur melintasi Jalan Gatot Subroto, Kuningan, hingga akhirnya mendarat di Pulau Panjang di Kepulauan Seribu, Daerah Khusus Jakarta.

 

Di Google Maps, pulau yang terletak 60-70 kilometer dari daratan Jakarta ini bernama Pulau Gotrah. Namun Badan Informasi Geospasial dan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mencatat daratan seluas 17.890 meter persegi di tengah laut ini bernama Pulau Panjang, Kelurahan Pulau Kelapa.

 

Lurah Pulau Kelapa Muhammad Adriansyah menyatakan sebagian hak guna bangunan pulau ini dimiliki PT Bakrie Kalila Investment. Korporasi ini bagian dari entitas bisnis grup Bakrie yang dimiliki Indra Usmansyah Bakrie alias Indra Bakrie yang juga kolega Gaurav Srivastava. Indra adalah adik kedua Aburizal Bakrie, pengusaha yang pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar pada 2009-2019.

 

Bagi Troost, ajakan Srivastava menyambangi Pulau Panjang menunjukkan pengaruh pebisnis Amerika Serikat yang lahir di India itu karena ia memiliki kenalan pengusaha seperti Indra. "Gaurav juga mengklaim mendapatkan perlindungan dan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia," kata Troost dalam wawancara pada Januari dan Februari 2026.

 

Meski pernah bermitra, hubungan Troost dengan Srivastava hanya berlangsung setahun. Belakangan, Troost menuding Srivastava sebagai penipu yang menyamar menjadi petugas tidak resmi lembaga intelijen luar negeri Amerika Serikat (Central Intelligence Agency/CIA). Pemilik Unity Resources Group itu juga merekayasa berbagai cerita untuk memeras puluhan juta dolar dari perusahaan Troost, Paramount Energy & Commodities.

 

Pengusaha asal Belanda itu mengajukan gugatan hukum racketeer influenced and corrupt organization atau RICO terhadap Srivastava atas dugaan penipuan, pemerasan, dan kampanye fitnah di pengadilan California, Amerika Serikat, pada 21 Januari 2026. Gugatan itu kini masih berlangsung.

 

Dua orang yang mengetahui hubungan Srivastava dengan Indra Bakrie mengatakan pertalian keduanya bermula dari seorang pejabat dan politikus senior. Hubungan Srivastava dengan Indra berlangsung tak lama setelah kehadiran G—sapaan akrab Gaurav Srivastava—di Indonesia yang ingin menjajaki peluang bisnis pertahanan dengan Prabowo Subianto, ketika itu Menteri Pertahanan, pada pertengahan 2020.

 

Menurut dua narasumber tersebut, Srivastava mendekati Indra karena berniat menjalin bisnis bersama. Keduanya juga beberapa kali bertemu di Amerika Serikat, terutama di kediaman Indra di Negeri Abang Sam. Seperti Troost yang saat ini menjadi korban penipuan Srivastava, Indra sudah menjauhinya. “Indra curiga dan tidak mau berhubungan lagi dengannya,” ujar narasumber ini.

 

Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk Syailendra Surmansyah Bakrie alias Eda Bakrie, putra Indra Bakrie, tak menanggapi permintaan konfirmasi Tempo. Dihubungi sejak 16 Februari hingga 26 Juni 2026, sekretaris Indra Bakrie, Cony D. Alphonsus, mengatakan bosnya menolak berkomentar tentang hubungan dengan Srivastava. Begitu pula ihwal kepemilikan pulau. “Tidak berkenan dan tidak usah WhatsApp lagi,” tuturnya.

 

Selain dengan Indra, Troost melihat langsung kedekatan Srivastava dengan Prabowo dan adik kandungnya, Hashim Djojohadikusumo. Hubungan dengan Prabowo, menurut empat narasumber, bahkan terjalin sejak 2020.

 

Pada pertengahan 2022, Srivastava mengajak Troost bertemu dengan Prabowo di kediaman pribadi Ketua Umum Partai Gerindra itu di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Selama perjalanan dengan kawalan polisi, Troost melihat warga sekitar Hambalang melambaikan tangan kepadanya dan Srivastava.

 

Srivastava juga mengaku sering tinggal di kediaman Prabowo. Troost melihat staf Prabowo menyambut ramah kedatangan Srivastava seperti kenalan lama. Srivastava memeluk beberapa staf sembari menanyakan kabar dan kondisi keluarga mereka.

 

Kepada Troost, Srivastava mengklaim telah memberikan hadiah patung elang berukuran jumbo kepada Prabowo sebagai simbol kedekatan pensiunan jenderal itu dengan Amerika Serikat dan CIA. Dia juga mengklaim Prabowo menaruh hormat kepadanya atas jasa perburuan pelaku teror bom Bali. Srivastava bahkan mengklaim berperan menyetip nama Prabowo dari daftar hitam imigrasi Amerika Serikat selama 20 tahun akibat kasus pelanggaran hak asasi manusia pada era Orde Baru.

 

Selain mengakrabi Indra Bakrie dan Prabowo, Srivastava mendekati Hashim, yang sekarang menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi. Dengan pendiri grup Asrari itu, Srivastava, melalui Harvest Commodities SA—perusahaan komoditas milik Niels Troost—bertemu pada Agustus 2022 untuk mengangkut 50 ribu ton pakan jagung dari Ukraina ke Indonesia melalui PT Comexindo International.

 

Srivastava juga mengajak Hashim menggelar Forum Ketahanan Pangan Global bersama Atlantic Council pada 11-12 November 2022 sebelum Konferensi Tingkat Tinggi G-20 berlangsung di Bali. Dalam forum ini, Srivastava melalui Gaurav & Sharon Srivastava Family Foundation, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi menjadi co-host.

 

Sebulan sebelum acara dihelat, Prabowo dan Srivastava berjumpa dengan petinggi Atlantic Council di Washington, DC. Kedutaan Besar Indonesia di Amerika Serikat mengunggah foto pertemuan itu di laman Facebook mereka pada 20 Oktober 2022.

 

Seorang narasumber yang mengetahui awal mula acara ini mengungkapkan, peran Hashim dan Kementerian Pertahanan sangat dominan. Meski Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi terlibat, institusi yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan ini tak banyak berperan. Hashim juga disebut mengenalkan Srivastava kepada Luhut sebagai teman. Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, merespons pesan Tempo hanya dengan emotikon jempol saat dimintai konfirmasi tentang informasi ini pada Jumat, 26 Juni 2026.

 

Dalam forum di Bali, Hashim mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara yang berpotensi terkena dampak perang di Ukraina. Menurut Hashim, Indonesia saat itu masih mengimpor 14 juta ton gandum setiap tahun. Padahal komoditas tersebut merupakan bahan kebutuhan pokok, terutama untuk membuat mi instan.

 

"Seseorang bertanya kepada saya, ‘Mengapa Kementerian Pertahanan terlibat dalam forum ini?’. Itu karena 500 ribu tentara Indonesia bergantung pada Indomie, mi instan, untuk pasokan makanan sehari-hari mereka," kata Hashim dalam siniar YouTube Atlanctic Council yang diunggah pada 12 November 2022.

 

Dalam laporan tahunan Atlantic Council 2022-2023, Srivastava, Hashim, dan Energi Mega Persada yang dimiliki keluarga Bakrie bahkan tercatat menjadi donor lembaga think tank nonpartisan di Amerika Serikat tersebut. Srivastava menyumbang di atas US$ 1 juta, sementara grup Arsari dan Energi Mega Persada masuk kategori penyumbang antara US$ 10 ribu hingga US$ 24.999. Direktur Komunikasi Strategis Atlantic Council Zack Baddorf tidak merespons permintaan wawancara Tempo.

 

Menurut seseorang yang mengetahui hubungan Srivastava dengan Hashim, keduanya juga sempat menjajaki peluang bisnis minyak dan gas, termasuk berencana menyuplai PT Pertamina (Persero). Tapi rencana itu batal. Salah satu sebabnya adalah persyaratan birokrasi yang berbelit.

 

Tidak berhenti di Bali, hubungan Srivastava dengan Hashim terus berlanjut. Pada Desember 2022, Srivastava, melalui Paramount Energy and Commodities DMCC, perusahaan milik Troost di Dubai, Uni Emirat Arab, meminjamkan uang sebesar US$ 51 juta kepada PT Arsari Pradana Utama yang dikendalikan Hashim.

 

Dalam waktu kurang dari sepekan, uang ini kembali dikirim ke Srivastava sebesar US$ 25 juta melalui perusahaan cangkang yang dibuat pengacaranya, lalu dibelikan rumah senilai US$ 24,5 juta di 14180 W Sunset Blvd di Pacific Palisades, Los Angeles, California, Amerika Serikat. Gara-gara aliran fulus ini, Arsari sempat disebut dalam dokumen gugatan Troost di pengadilan, sebelum diperbarui pada awal Juni 2026.

 

Hashim Djojohadikusumo tidak menanggapi surat permintaan wawancara yang dikirim ke kantor Arsari Group sejak 19 Februari 2026. Aryo Djojohadikusumo, Wakil Direktur dan Kepala Operasional Arsari Group, menolak berkomentar dan mengarahkan pertanyaan kepada Ariseno Ridhwan, juru bicara Arsari Group dan Hashim. Setali tiga uang, Ariseno tidak menanggapi surat dan pesan yang dikirim ke nomor telepon seluler pribadinya sejak Februari hingga artikel ini diterbitkan.

 

Saat ditemui Tempo di Kementerian Lingkungan Hidup pada 29 April 2026, Hashim menolak berkomentar tentang keterlibatan Arsari dalam perkara yang menjerat Srivastava. "Saya tidak ingin membahas itu,” katanya.

 

Adapun Srivastava tidak menanggapi pertanyaan yang dikirim ke alamat surat elektronik yang tercantum di situs pribadi dan dua firma hubungan masyarakat yang pernah bekerja untuknya. Di siniar YouTube miliknya, Srivastava menyebut keterangan Troost sebagai “kebohongan besar”.

 

Kepada Financial Times, ia mengklaim tidak pernah mengaku sebagai agen CIA dan menduga rekaman yang dimiliki Troost dipalsukan oleh kekuatan asing. Ia juga membantah bahwa pinjaman dari Paramount ke Arsari yang ia terima sebesar US$ 24,5 juta berasal dari perusahaan milik Hashim.

 

Pada Februari dan Juni 2026, Tempo mengirim surat permintaan wawancara kepada Kementerian Sekretariat Negara. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tak merespons upaya mendapatkan konfirmasi tersebut. Ia juga tak membalas pesan WhatsApp dan surat elektronik.

 

Namun, dalam sambutannya pada Global Food Security Forum hari kedua di Bali, Prabowo Subianto mengaku mengenal Srivastava dan menyebutnya dengan julukan “Mr. G”. “Kadang nama belakangmu (Gaurav Srivastava) sedikit sulit diucapkan,” ujar Prabowo tersenyum tipis. ●

                                                                                         

Sumber : https://www.tempo.co/ekonomi/relasi-prabowo-bakrie-gaurav-srivastava-2272106

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar