Senin, 29 Juni 2026

 

Sengkarut Siaran Berbayar Piala Dunia

Rusman Paraqbueq :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN,  28 Juni 2026

 

 

 

·      TVRI berusaha mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026 atas penugasan dari Presiden Prabowo.

 

·      Setelah mendapatkan hak siar, TVRI menyerahkan siaran Piala Dunia lewat layanan streaming kepada pihak ketiga.

 

·      Perusahaan adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, ikut terlibat dalam siaran Piala Dunia.

 

HIRUK-PIKUK selama putaran final pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 bukan hanya urusan tim-tim favorit yang berhasil memenangi pertandingan. Ada percakapan yang jauh lebih riuh di berbagai platform media sosial. Topiknya tak lain adalah kualitas siaran bola melalui layanan streaming yang buruk, dari videonya yang tidak jernih, munculnya iklan di tengah pertandingan, hingga aplikasi layanan yang berkali-kali minta diperbarui.

 

Berbagai persoalan itu lantas dikontraskan dengan anggaran negara yang harus dikeluarkan Televisi Republik Indonesia (TVRI), pemegang lisensi hak siar Piala Dunia 2026 dari Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) di Indonesia, yang mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

 

Di beberapa negara lain yang jumlah penduduknya lebih besar dari Indonesia, seperti Cina dan India, justru nilai kontrak hak siar mereka lebih rendah dibanding di sini.

 

Obrolan tentang berbagai masalah itu saling berkelindan dengan informasi adanya nama adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, di balik siaran Piala Dunia. Anggota Desk Nasional, Egi Adyatama, Francisca Christy Rosana, dan Hussein Abri Dongoran, menelusuri satu per satu informasi yang terserak di media sosial tersebut.

 

Dari pertemuan dengan beberapa orang yang ikut terlibat dalam urusan perolehan lisensi hak siar itu, didapatkan lebih banyak informasi mengenai cerita TVRI yang ikut mengincar lisensi hak siar Piala Dunia. Di situ terungkap adanya penugasan dari Presiden Prabowo kepada stasiun televisi pelat merah tersebut.

 

Penugasan Presiden ini tak dapat dipisahkan dari euforia masyarakat Indonesia terhadap Piala Dunia. Saat itu tim nasional sepak bola Indonesia baru saja lolos ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Artinya, peluang Indonesia berlaga dalam hajatan empat tahunan ini makin terbuka.

 

Desk Nasional juga menelusuri informasi tentang nama-nama perusahaan yang terlibat dalam siaran Piala Dunia, seperti PT Citra Surya Indonesia, PT Folago Global Nusantara Tbk, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau Surge—pemilik layanan Internet rumah bernama Internet Rakyat.

 

Keterangan dari sejumlah narasumber memperjelas peran setiap perusahaan. Penjelasan dari Fadel Muhammad, yang menjadi pemilik saham di Folago, makin membuat terang urusan bisnis siaran Piala Dunia ini. Fadel bersama Hashim juga menjadi pemilik Surge.

 

Pada saat Egi, Francisca, dan Hussein bertemu dengan Fadel di kediamannya di Jakarta Selatan, politikus Partai Golkar itu mendapat panggilan telepon dari Hashim. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi tersebut mempertanyakan namanya yang ikut terseret dalam urusan siaran Piala Dunia. Liputan itu dapat dibaca dalam artikel “Jejak Perusahaan Adik Prabowo dalam Heboh Siaran Piala Dunia”.

 

Selain itu, kami menulis perkembangan bisnis Folago, baik sebelum maupun setelah ikut menyiarkan Piala Dunia. Siaran bola ini memberikan efek ganda terhadap perusahaan teknologi digital itu. Saham perusahaan terdongkrak. Cerita ini tersaji dalam artikel “Asal-usul Folago Jadi Mitra Siaran Piala Dunia”.

 

Satu artikel lagi menjadi pelengkap mengenai ingar-bingar siaran Piala Dunia ini. Jurnalis Hussein Abri mewawancarai beberapa pelanggan FolaPlay dan MAXStream yang mengeluhkan kualitas kedua layanan streaming Piala Dunia tersebut. Cerita mereka dibeberkan dalam artikel “Kendala Menonton Piala Dunia lewat Layanan Berbayar”. ●

                                                                                         

Sumber : https://www.tempo.co/politik/piala-dunia-2026-hashim-djojohadikusumo-2272112

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar