Jumat, 19 Juni 2026

 

Siapa Silmy Karim, Wakil Menteri Imigrasi Tersangka Pemeras

Lani Diana :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN,  14 April 2026

 

 

 

·      Karier Silmy Karim di pemerintahan bermula saat bergabung dengan Tim Transformasi Bisnis TNI pada 2007.

 

·      Ia menyelamatkan PT Krakatau Steel dari ambang kebangkrutan saat menjabat direktur utama pada 2018.

 

·      Ia bersahabat dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

 

SEKRETARIS Kementerian Badan Usaha Milik Negara 2005-2010, Said Didu, mengenal dan tahu kinerja Silmy Karim saat keduanya bergabung dengan Tim Transformasi Bisnis Tentara Nasional Indonesia pada 2007. Said menjabat ketua tim dan Silmy muda salah satu anggotanya.

 

Said Didu menilai Silmy, 51 tahun, saat itu bekerja secara profesional. Karier Silmy lantas berlanjut di pemerintahan. Dia menjadi Direktur Utama PT Pindad, BUMN yang memproduksi alat utama sistem senjata atau alutsista, untuk menggantikan Sudirman Said pada 2014.

 

Ini yang menjadi alasan Said Didu kaget atas penangkapan Silmy. Ia dikenal sebagai pengusaha berintegritas. Said menjelaskan, Silmy pernah mengatakan akan memilih tetap bekerja di jalur profesional. “Dulu dia bilang tidak pernah mau jadi pejabat,” katanya pada Rabu, 10 Juni 2026.

 

Silmy meringkuk di ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi sejak Kamis, 4 Juni 2026. Silmy adalah Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia pernah menjabat Direktur Jenderal Imigrasi pada Januari 2023-Oktober 2024. KPK menuduh Silmy bersama tujuh pegawai Imigrasi lain memeras warga negara asing hingga 2026.

 

Menjadi anggota Tim Transformasi Bisnis TNI merupakan titik awal Silmy berkarier dalam pemerintahan. Ia berlanjut menjadi anggota Tim Nasional Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI. Tim ini terbentuk untuk mengurusi pengambilalihan semua aktivitas bisnis TNI yang baru terwujud pada 11 Oktober 2009.

 

Dari sinilah jejaring Silmy di TNI terbangun. Ditemui terpisah, dua mantan pejabat yang mengetahui pembentukan tim ini mengatakan saat itu Silmy mulai akrab dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Silmy kecantol urusan pertahanan. Ia mempelajari ilmu pertahanan dan keamanan di Jerman hingga Amerika Serikat pada 2012-2014.

 

Mantan Ketua Tim Pelaksana Tim Nasional Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI, Erry Riyana Hardjapamekas, mengatakan Silmy dan Sjafrie masuk ke kepengurusan tim. Sjafrie kala itu menjabat Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan yang kini bernama Kementerian Pertahanan. “Kinerja mereka baik-baik saja saat itu,” ujar Erry.

 

Hubungan Silmy dengan Sjafrie berlanjut di luar urusan kantor. Silmy kerap mengunggah foto-foto kebersamaannya dengan Sjafrie di akun Instagram miliknya. Misalnya momen kebersamaan keduanya saat berlatih menembak dan berpose di depan mobil militer.

 

Pada 13 Juni 2024, Silmy mengunggah fotonya yang menggunakan seragam Dirjen Imigrasi berdampingan dengan foto Sjafrie yang mengenakan seragam tentara. “Letjen TNI (Pur) Sjafrie Sjamsoeddin, persahabatan 18 tahun,” demikian tulisan takarir unggahan itu.

 

Tempo mengirimkan permohonan wawancara soal hubungan keduanya lewat asisten Sjafrie. Permintaan yang sama juga dikirimkan kepada Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Sirait. Kedua permintaan itu tak direspons hingga Kamis malam, 11 Juni 2026.

 

Sementara itu, pengacara Silmy, T.M. Achram Taruna, belum bisa mengomentari soal kliennya. “Kami sedang berfokus pada kasus beliau karena proses pemeriksaan masih berjalan,” tuturnya.

 

Pada 2018, Silmy Karim terpilih menjadi Direktur Utama PT Krakatau Steel, BUMN yang berbisnis distribusi dan produksi baja. Pada saat Silmy datang, PT Krakatau Steel tengah di ambang kebangkrutan. Ia melakukan restrukturisasi, yang kemudian membuat perusahaan meraup profit. “Semua track record dia di BUMN bagus,” ujar Said Didu.

 

Setelah berkecimpung di BUMN, Silmy lantas melompat ke lingkaran eksekutif dengan menjadi Direktur Jenderal Imigrasi pada 2023. “Sejak dia di Imigrasi, saya jarang berkomunikasi,” tutur Said. ●

                                                                                         

Sumber : https://www.tempo.co/hukum/profil-silmy-karim-pemerasan-wna-2269021

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar