|
Siapa Silmy Karim, Wakil Menteri
Imigrasi Tersangka Pemeras Lani Diana : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 14 April 2026
|
· Karier Silmy Karim di pemerintahan
bermula saat bergabung dengan Tim Transformasi Bisnis TNI pada 2007. · Ia menyelamatkan PT Krakatau Steel dari
ambang kebangkrutan saat menjabat direktur utama pada 2018. · Ia bersahabat dengan Menteri Pertahanan
Sjafrie Sjamsoeddin. SEKRETARIS
Kementerian Badan Usaha Milik Negara 2005-2010, Said Didu, mengenal dan tahu
kinerja Silmy Karim saat keduanya bergabung dengan Tim Transformasi Bisnis
Tentara Nasional Indonesia pada 2007. Said menjabat ketua tim dan Silmy muda
salah satu anggotanya. Said
Didu menilai Silmy, 51 tahun, saat itu bekerja secara profesional. Karier
Silmy lantas berlanjut di pemerintahan. Dia menjadi Direktur Utama PT Pindad,
BUMN yang memproduksi alat utama sistem senjata atau alutsista, untuk
menggantikan Sudirman Said pada 2014. Ini yang
menjadi alasan Said Didu kaget atas penangkapan Silmy. Ia dikenal sebagai
pengusaha berintegritas. Said menjelaskan, Silmy pernah mengatakan akan
memilih tetap bekerja di jalur profesional. “Dulu dia bilang tidak pernah mau
jadi pejabat,” katanya pada Rabu, 10 Juni 2026. Silmy
meringkuk di ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi sejak Kamis, 4 Juni
2026. Silmy adalah Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia pernah
menjabat Direktur Jenderal Imigrasi pada Januari 2023-Oktober 2024. KPK
menuduh Silmy bersama tujuh pegawai Imigrasi lain memeras warga negara asing
hingga 2026. Menjadi
anggota Tim Transformasi Bisnis TNI merupakan titik awal Silmy berkarier
dalam pemerintahan. Ia berlanjut menjadi anggota Tim Nasional Pengalihan
Aktivitas Bisnis TNI. Tim ini terbentuk untuk mengurusi pengambilalihan semua
aktivitas bisnis TNI yang baru terwujud pada 11 Oktober 2009. Dari
sinilah jejaring Silmy di TNI terbangun. Ditemui terpisah, dua mantan pejabat
yang mengetahui pembentukan tim ini mengatakan saat itu Silmy mulai akrab
dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Silmy kecantol urusan
pertahanan. Ia mempelajari ilmu pertahanan dan keamanan di Jerman hingga
Amerika Serikat pada 2012-2014. Mantan
Ketua Tim Pelaksana Tim Nasional Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI, Erry Riyana
Hardjapamekas, mengatakan Silmy dan Sjafrie masuk ke kepengurusan tim.
Sjafrie kala itu menjabat Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan yang kini
bernama Kementerian Pertahanan. “Kinerja mereka baik-baik saja saat itu,”
ujar Erry. Hubungan
Silmy dengan Sjafrie berlanjut di luar urusan kantor. Silmy kerap mengunggah
foto-foto kebersamaannya dengan Sjafrie di akun Instagram miliknya. Misalnya
momen kebersamaan keduanya saat berlatih menembak dan berpose di depan mobil
militer. Pada 13
Juni 2024, Silmy mengunggah fotonya yang menggunakan seragam Dirjen Imigrasi
berdampingan dengan foto Sjafrie yang mengenakan seragam tentara. “Letjen TNI
(Pur) Sjafrie Sjamsoeddin, persahabatan 18 tahun,” demikian tulisan takarir
unggahan itu. Tempo
mengirimkan permohonan wawancara soal hubungan keduanya lewat asisten
Sjafrie. Permintaan yang sama juga dikirimkan kepada Kepala Biro Informasi
Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Sirait. Kedua
permintaan itu tak direspons hingga Kamis malam, 11 Juni 2026. Sementara
itu, pengacara Silmy, T.M. Achram Taruna, belum bisa mengomentari soal
kliennya. “Kami sedang berfokus pada kasus beliau karena proses pemeriksaan
masih berjalan,” tuturnya. Pada
2018, Silmy Karim terpilih menjadi Direktur Utama PT Krakatau Steel, BUMN
yang berbisnis distribusi dan produksi baja. Pada saat Silmy datang, PT
Krakatau Steel tengah di ambang kebangkrutan. Ia melakukan restrukturisasi,
yang kemudian membuat perusahaan meraup profit. “Semua track record dia di
BUMN bagus,” ujar Said Didu. Setelah
berkecimpung di BUMN, Silmy lantas melompat ke lingkaran eksekutif dengan
menjadi Direktur Jenderal Imigrasi pada 2023. “Sejak dia di Imigrasi, saya
jarang berkomunikasi,” tutur Said. ● Sumber : https://www.tempo.co/hukum/profil-silmy-karim-pemerasan-wna-2269021 |
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar