Minggu, 08 November 2026

 

Senat-senut Stok BBM Cekak

Fery Firmansyah :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 01 November 2026

 

 

                                                           

·      Di Lumajang dan Jombang, Jawa Timur, antrean sepeda motor hingga truk terjadi di banyak SPBU.

 

·      Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang ke Jakarta meminta kepastian soal pasokan di daerahnya.

 

·      Kenaikan harga minyak dan lesunya rupiah membuat kita makin terdesak.

 

BANYAK kejadian menjelang akhir tahun ini. Unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat sipil meledak di mana-mana, dibalas dengan aksi tandingan “mahasiswa” plus para artis dan pemengaruh yang dekat dengan penguasa. Di tengah situasi itu, masyarakat di beberapa daerah pusing karena harus antre membeli bahan bakar minyak. Stok bahan bakar bersubsidi seperti solar dan Pertalite rupanya menipis dan sempat hilang di sejumlah tempat.

 

Setelah Bali mengalami kelangkaan di awal Oktober 2026, menjelang akhir bulan, giliran Jawa Timur yang merana. Di Lumajang dan Jombang, antrean sepeda motor hingga truk terjadi di banyak stasiun pengisian bahan bakar umum. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bahkan datang ke Jakarta menemui para pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk meminta kepastian soal pasokan di daerahnya.

 

Jurnalis Tempo di beberapa daerah pun bergerak. Mereka mencari informasi dan mereportasekan, melihat apa yang terjadi di SPBU dan pusat-pusat distribusi bahan bakar di sejumlah daerah. Sejumlah informasi yang kami peroleh menyebutkan kelangkaan bahan bakar bisa jadi merembet ke daerah lain.

 

Seperti rembesan air, genangan di Jawa Timur boleh jadi di kemudian hari meresap ke Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Solusi satu-satunya agar kelangkaan tak meluas tentu adalah menambah stok, baik dari kilang domestik maupun impor. Masalahnya, apakah duit untuk membelinya ada? Apakah masih ada sisa anggaran subsidi yang bisa digelontorkan?

 

Di titik ini, keterpaduan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, serta PT Pertamina (Persero) selaku penyedia pasokan menjadi krusial. Masalahnya, banyak pertanyaan yang muncul, termasuk dari pemerintah daerah, soal transparansi data kuota pasokan bahan bakar bersubsidi untuk setiap wilayah. Demikian pula soal kecukupan anggarannya.

 

Tim kami mendapatkan sejumlah informasi ihwal kecukupan pasokan bahan bakar bersubsidi, seperti solar dan Pertalite. Ada pula data yang menunjukkan proyeksi atau perhitungan Kementerian Keuangan ihwal berbagai skenario, antara lain dengan variabel harga minyak dunia dan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Jangan terkejut jika nanti muncul angka proyeksi belanja yang sangat besar.

 

Kondisi semacam ini tak bisa dihindari, mengingat harga minyak kian tinggi dan pasokannya terancam seret. Penyebabnya apalagi jika bukan konflik di Timur Tengah yang seolah-olah tak berjeda? Di sisi lain, kurs rupiah kian anjlok. Penyebabnya sudah sering kami tuliskan di edisi mingguan ataupun harian. Kombinasi kenaikan harga minyak dengan lesunya rupiah membuat kita makin terdesak. Apakah bahan bakar masih akan tersedia pada akhir tahun? ●

 

Sumber :  https://www.tempo.co/ekonomi/senut-senut-akibat-kelangkaan-stok-bahan-bakar-minyak--2302949

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar