Momen
Ekonomi dan Bisnis
|
Indonesia
Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Fery Firmansyah
: Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 01 November 2026
|
· Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Bahlil Lahadalia mengatakan pemangkasan ekspor gas ke Singapura tidak
melanggar kontrak. · Len Industri menggandeng perusahaan
pembiayaan, energi, dan komponen untuk ekosistem sepeda motor listrik. · Badan Pusat Statistik mencatat harga
beras medium dan beras premium secara nasional naik hingga di atas harga
eceran tertinggi. MENTERI
Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengumumkan pemangkasan
ekspor gas ke Singapura mulai 24 Oktober 2026. Menurut dia, pengurangan
volume ekspor dilakukan karena ada pemeliharaan sumur dan kepentingan
memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Volume yang dipangkas sebanyak 15
miliar British thermal units per hari (BBTUD) dari Natuna dan 16 BBTUD dari
Sumatera. Secara
keseluruhan, volume yang dipotong sebanyak 31 BBTUD atau setara dengan 31
juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Menurut Bahlil, jumlah itu hanya 8 persen
dari total kontrak yang sebanyak 409,55 MMSCFD. Dia mengatakan Indonesia
tidak melanggar kontrak karena pemangkasan ekspor masih di bawah batas 10
persen. “Kami menghargai kuota, tapi kan ada force majeure,” katanya di Jakarta
pada Senin, 26 Oktober 2026. Pernyataan
ini mengemuka setelah pada Kamis, 22 Oktober 2026, Bahlil mengancam akan
mengevaluasi kontrak gas negara-negara yang dinilai tidak kooperatif. “Yang
tidak menghargai hubungan sesama negara,” ujarnya ketika meresmikan
pengaliran gas perdana di Kalimantan Timur. Sejumlah pihak mengaitkan
pernyataan ini dengan hubungan Indonesia-Singapura yang renggang akibat asap
kebakaran hutan. Pada
Ahad, 25 Oktober 2026, Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura
Tan See Leng memastikan memiliki pasokan gas yang cukup. "Saya
menyarankan warga Singapura tetap tenang dan terus beraktivitas," tutur
Tan seperti dikutip situs web Kementerian Energi Singapura. ● Len
Industri Bangun Ekosistem Motor Listrik PT Len
Industri (Persero) bekerja sama dengan lima perusahaan membangun ekosistem
sepeda motor listrik nasional. Lima perusahaan itu adalah PT Mandiri Utama
Finance untuk pembiayaan, PT Pindad (Persero) dan PT Industri Baterai
Indonesia untuk pengembangan komponen lokal, serta PT Perusahaan Listrik
Negara (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga untuk pengembangan jaringan
pengisian dan penukaran baterai. Direktur
Teknologi dan Manajemen Risiko Len Industri Amalia Maya Fitri mengatakan
konsolidasi perusahaan milik negara dan swasta ini akan menghubungkan semua
mata rantai pasok industri kendaraan listrik berbasis baterai, dari
ketersediaan baterai, manufaktur, kemudahan skema kredit, hingga keandalan
stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum. "Pengembangan
sepeda motor listrik nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan
produk, tapi juga pada kesiapan ekosistem yang mendukungnya," katanya di
Bandung seperti dikutip Antara pada Kamis, 29 Oktober 2026. Dalam peta jalan
sepeda motor listrik nasional, Len Industri berperan sebagai koordinator
pelaksanaan dan integrator ekosistem. Amalia mengatakan program ini dirancang
sebagai ekosistem terbuka untuk kolaborasi lebih banyak pelaku industri
lokal. ● Harga
Beras Medium dan Premium Naik BADAN
Pusat Statistik mencatat harga beras medium dan premium naik 0,16 persen pada
pekan keempat Oktober 2026. Dikutip dari Antara pada Senin, 26 Oktober 2026,
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, meskipun
perubahan indeks perkembangan harga beras secara umum relatif rendah,
sejumlah daerah masih mencatatkan kenaikan harga yang cukup tinggi. Berdasarkan
data BPS, harga rata-rata nasional beras medium Rp 14.677 per kilogram. Angka
tersebut berada di atas harga eceran tertinggi (HET) untuk zona 1 yang
sebesar Rp 13.500 per kilogram dan zona 2 Rp 14 ribu per kilogram. Namun
angka ini masih di bawah HET zona 3 yang sebesar Rp 15.500 per kilogram.
Adapun harga rata-rata nasional beras premium mencapai Rp 16.528 per
kilogram, melampaui HET zona 1 (Rp 14.900), zona 2 (Rp 15.400), dan zona 3
(Rp 15.800). Ateng
mengatakan kenaikan harga beras pada pekan keempat Oktober masih terjadi di
sejumlah daerah. Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mencatatkan
kenaikan tertinggi sebesar 5,84 persen, diikuti Kabupaten Manggarai Timur
sebesar 4,48 persen. Selain itu, harga beras naik sekitar 3 persen di
sejumlah kabupaten/kota , antara lain di Lampung Selatan, Lampung; dan Gunung
Mas, Kalimantan Tengah. Di tingkat provinsi, kenaikan indeks perkembangan
harga beras di atas 1 persen tercatat di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan
Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung.
● Sumber :
https://www.tempo.co/ekonomi/indonesia-pangkas-ekspor-gas-ke-singapura-2302687 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar