Senin, 02 Desember 2019

Agamamu Apa?

Agamamu Apa?

Oleh :  ALISSA WAHID

KOMPAS, 1 Desember 2019


Saat pertama kali istilah ini muncul di media sosial beberapa tahun lalu, jagat netizen Indonesia menertawakannya karena menganggap ini adalah pertanyaan yang absurd. Ia muncul terutama pada pembicaraan mengenai ucapan selamat Natal atau tentang pemimpin seagama dalam kontes pemilihan kepala daerah, atau pembicaraan tentang hal-hal lain dalam kehidupan bermasyarakat. Mak bedunduk, pertanyaan ”maaf, agamamu apa?” mengimbuhi percakapan. Dan publik tertawa.

”Lebih” yang Menimbulkan Salah Persepsi

BAHASA
”Lebih” yang Menimbulkan Salah Persepsi

Oleh :  DIDIK DURIANTO

KOMPAS, 30 November 2019


”Kadang repot. Foto lama dengan situasi baru kadang beda. Gedung ini sudah bertahan lebih 200 tahun.”

Kutipan pernyataan seorang kurator Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, itu sekilas tidak ada persoalan dari perspektif kegramatikalan. Pernyataan itu terkait gedung sekolah dokter Bumiputera.