|
Anggota Istimewa Dahlan Iskan : Mantan CEO Jawa Pos |
DISWAY, 19 September 2026
Kalau saja
Presiden Donald Trump punya jenggot, kebakaran hutan itu pindah ke jenggot
Trump: Kanada, tetangga sebelah rumah Amerika akan menjadi anggota Uni Eropa.
Memang aneh.
Mark Carney, perdana menteri Kanada terlihat duduk di ruang sidang Parlemen
Eropa. Anda sudah tahu di mana gedung Parlemen Eropa: di Strasbourg, Prancis.
Kota kecil itu tepat di perbatasan antara Prancis-Jerman. Karena itu selama
perang Eropa kota ini silih berganti negara pemiliknya.
Ada sidang
tahunan Parlemen Eropa 16 September kemarin. Dalam pidatonyi, Ketua Parlemen
Eropa Ursula von der Leyen akan membuka pintu bagi Kanada untuk menjadi
associate member Uni Eropa. Tepuk tangan pun bergemuruh dari seluruh penjuru
ruang sidang. Para anggota parlemen berdiri. Bertepuk. Lama sekali.
Van der Leyen
pun menyalami Carney. Cipika-cipiki. Tepuk tangan kembali bergemuruh.
Maka tiba
giliran parlemen mempersilakan Carney berpidato. Di saat Carney melangkah ke
podium dari ruang sidang terdengar teriakan yel-yel yang biasa terdengar di
saat Trump menuju podium: USA! USA! USA!
Mendengar itu
Carney tersenyum. Bahkan ia tidak bisa menahan senyumnya menjadi tawa kecil.
Nada tawanya pun seirama dengan maksud teriakan yel tadi: satire!
Carney menerima
baik usulan Von der Leyen itu. Rupanya Carney juga pernah menginginkan agar
hubungan Kanada dengan Uni Eropa bisa meningkat sampai ke status "hubungan
yang unik".
Hubungan unik
itu selama ini terjadi antara Kanada dengan Amerika Serikat. Kedua negara
sampai sudah seperti tanpa perbatasan. Ekonomi Kanada pun 70 persennya
tergantung Amerika.
Sejak Trump
menjabat periode keduanya hubungan unik itu lenyap. Trump menganggap Kanada
lebih banyak memanfaatkan Amerika. Trump mengubah status unik itu. Kanada
diperlakukan seperti negara lainnya. Termasuk pengenaan bea masuk bagi barang
Kanada yang dikirim ke Amerika.
Kanada pun
membalas: tit-for-tat. Singkatnya hubungan kedua negara memburuk. Carney tidak
mau tunduk ke Trump. Tidak takut sama sekali. Carney lantas sibuk mencari
hubungan khusus dengan banyak negara. Termasuk Tiongkok. Negara-negara Arab.
Tentu juga Eropa.
Yang menarik,
istilah "associate member" tidak ada dalam statuta Uni Eropa. Yang
ada adalah: anggota atau bukan anggota. Kini ada 27 negara yang menjadi anggota
UE --setelah Inggris keluar saat Brexit. Respons anggota parlemen Eropa begitu
positif atas keanggotaan Kanada. Mungkin saja akan diadakan statuta khusus
untuk itu. Associate Member artinya anggota asosiasi. Tapi dalam term ini
mungkin saja yang dimaksudkan adalah "anggota istimewa".
Seandainya
Kanada benar-benar menjadi anggota istimewa UE, apa yang didapat Kanada?
Sebenarnya
sudah ada contohnya: Norwegia. Di antara negara Skandinavia hanya Norwegia yang
tidak menjadi anggota EU. Waktu referendum dulu rakyat Norwegia tidak setuju.
Tapi ekonomi Norwegia sudah seperti anggota EU. Lalu-lintas barang dan orang
--dari Norwegia ke negara anggota EU dan sebaliknya-- hampir tidak ada bedanya.
Untuk itu Norwegia perlu punya perjanjian khusus dengan EU. Namanya EEA:
European Economic Area. Peraturan-peraturan di dalam negeri Norwegia diubah
agar sama dengan di EU.
Bedanya
Norwegia punya bea cukai di perbatasannya. Norwegia juga bisa punya perjanjian
dagang sendiri dengan negara di luar EU. Juga punya mata uang sendiri.
Mungkin saja
status Kanada akan seperti Norwegia: anggota istimewa tanpa EEA.
Kalau itu
terjadi EU ternyata menjadi sangat fleksibel. Di sana ada negara bernama Swiss.
Bukan anggota. Tidak punya EEA. Tapi begitu banyak perjanjian khusus antara EU
dan Swiss sampai seolah negara itu sudah menjadi anggota EU.
Saya tidak bisa
membayangkan kalau Amerika sudah tidak dipimpin Trump lagi. Terutama kalau
presidennya ganti dari Demokrat. Apakah presiden baru itu akan bisa memperbaiki
kerusakan yang sudah dibuat oleh presiden lama.
Di luar itu
masih ada KTT BRICKS yang juga baru saja
selesai di India. Semua kepala pemerintahan hadir. Terlihat kian kompak. Kian
punya peran alternatif di luar superpower Amerika.
Yang unik di KTT BRICKS adalah: Presiden Iran hadir. Salah satu
musuhnya pun hadir: Uni Emirat Arab. Keduanya berada di satu ruangan. Bahkan
bisa berunding secara khusus di luar acara BRICKS.
India berhasil melaksanakan pertemuan bilateral antara Iran dan UEA.
Hasil bilateral
itu sangat memberi harapan dunia --meski mungkin mengecewakan Trump. Iran-UAE telah bersepakat 'yang lalu adalah yang lalu'.
Mereka sepakat melupakannya.
Trump tidak
kebakaran jenggot --hanya karena tidak memilikinya. Amerika tetap negara yang
terbesar di dunia --termasuk utangnya. ●
Sumber
: https://disway.id/catatan-harian-dahlan/969232/anggota-istimewa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar