Tampilkan postingan dengan label Universitas Negeri Semarang - Usia Emas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas Negeri Semarang - Usia Emas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 April 2015

Unnes, LPTK, dan Kemajuan Bangsa

Unnes, LPTK, dan Kemajuan Bangsa

M Nasir  ;  Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
SUARA MERDEKA, 30 Maret 2015

                                                                                                                                     
                                                                                                                                                           

TULISAN ini ingin saya buka dengan apresiasi terhadap keluarga besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang telah menorehkan sejumlah prestasi pada hari jadinya yang ke-50. Dalam catatan saya, Unnes telah mengalami perkembangan yang signifikan. Catatan terbaru, jumlah pendaftar meningkat. Pada SNMPTN 2015, tercatat 52.121 siswa mendaftarkan diri di kampus yang dikenal dengan tagline Universitas Konservasi ini.

Selama Maret 2015, Unnes juga telah memperkuat tim pengajar dengan menambah 11 profesor. Dengan begitu, sepanjang sejarah Unnes telah memiliki 101 profesor. Mereka diharapkan menjadi pelopor untuk kegiatan-kegiatan keilmuan yang dilaksanakan universitas.

Pendidikan tinggi memiliki peran besar dalam kemajuan bangsa. Pada saat yang sama, pendidikan tinggi dapat menjadi akselerator kemajuan bangsa. Ini sebuah keyakinan yang telah terbukti, baik di Indonesia maupun negara lain. Oleh karena itu, pekerjaan untuk memajukan perguruan tinggi merupakan pekerjaan besar.

Untuk memperkuat perannya, kita perlu memikirkan sekaligus menyiapkan Unnes sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTNBH). Apa urgensinya menjadi PTNBH? Salah satu manfaat yang dapat kita rasakan nanti adalah meningkatnya kualitas akademik. Proses itu secara konsisten akan mampu mendorong perguruan tinggi menjadi institusi yang lebih bermakna bagi bangsa.

Perubahan status perguruan tinggi negeri menjadi PTNBH telah diatur pada Permendikbud Nomor 88 Tahun 2014. Lima kriteria yang harus diperhatikan adalah penyenggaraan Tri Dharma PT yang bermutu, pengelolaan organisasi secara baik, memenuhi standar minimal kelayakan finansial, menjalankan tanggung jawab sosial, dan berperan dalam pembangunan perekonomian.

Berkait hal itu, baik Unnes maupun universitas berstatus BLU lain perlu bekerja lebih keras untuk memenuhi kriteria PTNBH. Dari aspek akreditasi, minimal akreditasi institusi adalah A. Adapun akreditasi prodi minimal 80 persen harus A. Dari program studi yang telah terakreditasi A tadi, harus ada program studi yang telah atau sedang diakreditasi secara internasional.

Selain kuat secara kelembagaan, PTNBH juga dipersyaratkan prima dalam publikasi ilmiah. Sebagaimana diatur, dalam setahun minimal ada 300 publikasi di jurnal internasional yang terpublikasi di jurnal internasional terakreditasi. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah melampaui target itu sehingga bisa kita jadikan role model.

Inovasi Pendidikan

PTNBH dirancang untuk memberikan keleluasaan bagi PTN untuk mengoptimalkan potensinya. Dengan status itu, perguruan tinggi akan memiliki otonomi lebih, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Oleh karena itu, status PTNBH juga harus mempertimbangkan kondisi finansial mengacu pada peraturan Menteri Keuangan.

Otonomi perguruan tinggi merupakan sebuah keuntungan. Pasalnya, misi utama pendidikan tinggi adalah bertujuan mencari, menemukan, mendiseminasikan, dan menjunjung tinggi kebenaran.

Agar misi tersebut dapat diwujudkan, perguruan pinggi sebagai harus bebas dari pengaruh, tekanan, dan kontaminasi apa pun seperti kekuatan politik atau kekuatan ekonomi. Dengan demikian, pendidikan, penelitian, atau pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan berdasarkan kebebasan akademik dan otonomi keilmuan.

Namun, pemerintah juga akan mengawasi dengan menerapkan sanksi. Jika PTNBH tidak memenuhi target kinerja sebagaimana dalam kontrak kerja, status PTNBH dapat dievaluasi.

Di luar topik itu, Unnes merupakan perguruan tinggi dengan karakteristik khusus sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK). Di kampus seperti Unnes-lah guru-guru kita menempa diri untuk kemudian mendidik anak-anak kita. Kemajuan guru sangat bergantung pada cara LPTK mendidik mereka.

Dengan rekam jejak selama setengah abad, Unnes tentu memiliki pengalaman panjang. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika Universitas Konservasi ini dapat memelopori inovasi pendidikan. Berbagai persoalan dalam bidang kurikulum, kebijakan pendidikan, hingga praktik pembelajaran, bisa menjadi fokus penelitian civitas academica Unnes.

Dalam berbagai kesempatan saya menyampaikan bahwa riset perguruan tinggi perlu dihilirisasi. Dalam konteks ilmu pendidikan, hilirisasi dapat berwujud pengaplikasian temuan-temuan inovatif dalam pengelolaan pendidikan. Untuk memulai itu, sekolah laboratorium (labschool) dapat menjembatani riset pendidikan dengan masyarakat luas.

Kita telah lama bersepakat bahwa kemajuan bangsa bergantung pada kualitas pendidikan. Adapun variabel yang sangat menentukan adalah kualitas guru. Maka dari itu, kementerian akan memberikan perhatian yang serius supaya LPTK dapat meluluskan guru-guru yang cakap dan berkarakter. Sebagai pungkasan, saya sampaikan selamat atas Dies Natalis Ke-50 Unnes. Melalui pendidikan, mari memajukan bangsa, dan negara.

Wujud Jati Diri dalam Usia Emas

Wujud Jati Diri dalam Usia Emas

Sudharto P Hadi  ;  Rektor Universitas Diponegoro
SUARA MERDEKA, 30 Maret 2015

                                                                                                                                     
                                                                                                                                                           

MULAI awal tahun 2000, banyak perguruan tinggi berlabel institut berubah status menjadi universitas. Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Semarang saat itu bertransformasi menjadi Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang kita kenal saat ini.

Dengan status baru itu, Unnes tidak lagi mengkhususkan pada prodi pendidikan tapi juga membuka prodi nonkependidikan. Berbagai prodi baru dibuka dan tentu saja ada yang perlu diwadahi dalam fakultas baru. Student body-nya bertambah besar, memberikan kontribusi peningkatan angka partisipasi kasar (APK).

Sejak saat itu, Unnes mampu menunjukkan jati diri barunya sebagai universitas dengan jumlah peminat yang makin meningkat dari tahun ke tahun. Unnes juga mampu mengakomodasi mahasiswa dari keluarga tidak mampu dengan jumlah peserta Bidikmisi terbanyak se-Indonesia.

Saya ingin mengutip pandangan Prof M Nuh, mantan mendikbud untuk menggambarkan eksistensi Unnes. Menurutnya, kebesaran perguruan tinggi tidak dilihat dari gedung-gedungnya yang megah, alat-alat laboratorium yang canggih, mobil-mobil mewah berderet di pelataran parkir, tetapi dari kemampuannya memberikan tempat bagi mahasiswa miskin mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Dalam konteks ini, Unnes telah menunjukkan kebesarannya sebagai perguruan tinggi yang mengimplementasikan education for all. Itu terbukti dengan jumlah penerima Beasiswa Bidikmisi di Unnes terbesar di Indonesia, yaitu 7.375.

Tahun 2010, Unnes menyalurkan 400 beasiswa Bidikmisi. Jumlah tersebut bertambah menjadi 1450 dibanding tahun 2011. Jumlah beasiswa Bidikmisi yang disalurkan Unnes terus bertambah menjadi 1.750 pada 2012, 1850 pada 2013, dan 1925 pada 2014.

Dalam perkembangannya, Unnes juga mampu menumbuhkan chemistry di antara warga kampusnya dengan mendeklarasikan diri sebagai Universitas Konservasi. Segenap pimpinan, dosen, mahasiswa, karyawan nampak saiyeg saekapraya membangun dan memelihara kampusnya menjadi asri, teduh, dan nyaman.

Tidak hanya dari aspek fisik. Semangat konservasi tampak telah terinternalisasi dalam perilaku civitas academica. Maka, akan menjadi keniscayaan jika Unnes akan memberikan sumbangan siginifikan bagi kampus dan lingkungan dalam skala yang lebih besar.

Bagi perguruan tinggi, visi menjadi Universitas Konservasi merupakan bagian dari tanggung jawab sosial. Dengan visi itu, Unnes mendorong pemeliharaan dan pemanfaatan sumber daya secara lestari. Konsep ini berupaya menjawab permasalahan manusia dalam relasinya dengan lingkungan yang cenderung eksploitatif.

Saudara Muda,

Visi ini ternyata juga berimplikasi pada proses pembelajaran. Orientasi pembelajaran berubah dari antroposentrisme menjadi ekosentrisme, dari egoisme ke kolektivisme, dan dari materialisme ke spiritualisme. Selain itu, kemahiran berfikir kritis dan kreatif (KBKK) menggunakan pembelajaran berorientasi pada empat pilar pendidikan, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.

Meskipun telah berubah menjadi universitas, ciri perguruan tinggi pendidikan masih kental. Atmosfer orderly, patuh, santun mewarnai perilaku pimpinan, dosen dan pegawai. Bila kepemimpinannya kuat, karakteristik itu menjadi modal berharga untuk mengakselerasi Unnes lebih hebat pada masa mendatang. Melahirkan tenaga pendidik andal sudah selayaknya terus dipelihara karena masa depan bangsa ini berada di tangan para pendidik.

Hubungan Unnes dengan Universitas Diponegoro (Undip) tak pernah terpisahkan sejak lahir. Bagi keluarga besar Undip, Unnes adalah saudara muda. Hubungan dua universitas itu terjalin dengan harmonis, tersambung dalam aneka bidang kemitraan.

Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman dalam beberapa kesempatan bertemu saya sering berseloroh bahwa Unnes sekarang telah menjadi ’’Undip’’, singkatan dari universitas di perbukitan. Ini seloroh khas Prof Fathur karena lokasi kampusnya memang di Gunungpati, daerah atas.

Dengan nada bercanda juga, saya mengatakan bahwa meskipun dari sejarahnya Unnes adalah anak kandung Undip, tidak harus menjadi Undip. Unnes adalah Unnes mengingat dari segi lokasinya pun punya jati diri sebagai universitas ing Sekaran.

Seloroh semacam itu menjadi penanda hubungan Unnes dan Undip senantiasa mesra. Kalau di Makassar, Padang dan Medan sesekali muncul tension di antara kedua PTN, terutama dalam kepanitiaan penerimaan mahasiswa baru, tidak demikian halnya dengan dua PTN itu di ibu kota Jawa Tengah ini. Sepanjang setengah abad kelahirannya, Unnes selalu bersinergi dan bekerja penuh cinta dengan Undip.

Saya akhiri tulisan ini dengan pantun:

Pohon randu penghasil kapas
Tumbuh subur di tepian sawah
Selamat berulang tahun emas
Semoga sukses dan membawa berkah