|
Tepat Waktu Dahlan Iskan : Mantan CEO Jawa Pos |
DISWAY, 15 Agustus 2026
Plong! Itulah
perasaan ''pasar uang'' setelah Presiden Prabowo berpidato di depan sidang
pleno MPR kemarin.
Tidak ada
kejutan yang mengagetkan pasar uang.
Tambang ilegal
memang masih disorot tajam: bongkar saja kalau ada jenderal yang mem-backing-i
1000 Tambang ilegal.
Rupanya
suara-suara bahwa di balik tambang ilegal selalu ada pundak berbintang sampai
juga ke telinga presiden.
Meski badan
tidak lebih langsing, tapi Presiden Prabowo terlihat sangat sehat. Wajahnya
segar. Apalagi dengan jas biru tua, baju biru muda, dan dasi warna biru
pertengahan antara birunya hem dan birunya jas.
Yang sukses
melangsingkan badan adalah Presiden SBY. Sampai pakaiannya terasa kebesaran.
"Bapak langsing sekali," bisik saya kepada beliau saat bertemu tahun
lalu. "Terima kasih," jawabnya lirih. "Baiknya bapak ganti
ukuran baju," bisik saya lagi.
Sebenarnya saya
ingin mengamati baju Presiden SBY di sidang pleno MPR kemarin: sudah pakai
ukuran yang lebih kecil atau belum. Ternyata beliau tidak hadir. Bu Mega juga
tidak hadir. Padahal biasanya bergantian siapa di antara keduanya yang tidak
hadir.
Ternyata Pak
SBY sedang di luar negeri. Toh sudah ada putranya, Menko Agus Harimurti
Yudhoyono. Sedang Presiden Megawati beralasan karena ada ''acara lain''. Toh
sudah ada putrinyi, Puan Maharani yang juga ketua DPR.
Hanya Presiden
Jokowi yang hadir. Juga terlihat sangat sehat. Sedang putranya, Wakil Presiden
Gibran Rakabuming Raka, duduk di tempat selayaknya seorang wakil presiden. Ia
bangkit dari tempat duduknya saat Presiden Prabowo menyapa namanya di urutan
pertama.
Tentu banyak
yang waswas: jangan-jangan Presiden Prabowo lupa bahwa kemarin itu hari Jumat.
Pidatonya tidak boleh melewati pukul 11.45 –mendekati waktu salat Jumat bagi
yang muslim. Ternyata Presiden Prabowo tahu itu. Ketika pihak protokol memberi
kode bahwa waktu pidatonya hampir habis Presiden Prabowo merespons: ''azannya
pukul 12.00. Sekarang masih pukul 11.40''.
Presiden memang
diingat sering berimprovisasi dalam berpidato sehingga lebih panjang dari
jadwal.
Presiden yang
pidatonya paling tertib adalah Soeharto. Bisa dipastikan tidak lebih satu menit
pun. Akibatnya sering dianggap terasa monoton.
Presiden SBY
juga tergolong tertib acara. Tertib jadwal.
Kelihatannya
''gaya Amerika'' mulai dimasukkan dalam pidato tahunan Presiden Prabowo kali
ini. Di Amerika sudah jadi kebiasaan: beberapa ''orang biasa'' jadi tamu VIP.
Lalu di tengah-tengah pidatonya Presiden menyebut nama rakyat kecil yang sedang
dipahlawankan itu. Nama yang disebut pun berdiri. Hadirin bertepuk tangan riuh.
Lalu Presiden menguraikan secara singkat jasa besar orang biasa itu.
Di sana ada
kebiasaan tahunan: Presiden berpidato di depan Kongres –gabungan antara House
of Representative dan Senat –mirip DPR dan DPD di Indonesia. Hanya saja, di
sana, Senat punya kekuasaan jelas dan nyata. Di Indonesia DPD masih berjuang
untuk bisa seperti Senat –kekuasaannya.
Di Amerika
pidato tahunan itu biasanya di awal tahun: lebih sering di bulan Februari. Itu
semacam laporan presiden mengenai apa yang sudah dilakukan selama setahun dan
apa yang akan dilakukan setahun ke depan.
Tentu Presiden
Amerika juga membanggakan program apa yang sudah berhasil dicapai. Biasanya
anggota Kongres dari partai pendukung memberikan tepuk tangan meriah. Mereka
juga sering bertepuk sambil berdiri –standing ovation.
Sebaliknya,
setiap kali kisah sukses itu dianggap dilebih-lebihkan --apalagi kalau dianggap
nggombal-- anggota Kongres dari partai minoritas meneriakkan 'huuuuu' sambil
mengacungkan tangan dengan jempol ke bawah.
Di pidato
Presiden Prabowo kemarin tidak satu pun yang memberikan reaksi ''huuu''. Entah
kalau di dalam hati. Sedang ''rakyat biasa'' yang jadi tamu VIP semuanya anak
kecil. Yakni siswa Sekolah Rakyat –sekolah SD khusus untuk anak orang paling
miskin. Baru di zaman Prabowo ada sekolah jenis ini.
Presiden
Prabowo memperkenalkan mereka ke sidang pleno. Semua bertepuk tangan. Yang
laki-laki bernama Rizky. Kalau berangkat sekolah ia harus naik sepeda puluhan
kilometer dengan membawa 30 kg barang yang harus dijual. Sebelum dimasukkan
sekolah rakyat Rizky belum bisa membaca dan berhitung.
Siswa yang
perempuan dari Majene, Sulsel: Dewi Lestari. Anak ini dipuji Presiden sebagai
juara karate tingkat kabupaten. Umurnyi baru 10 tahun. "Pacarannya kelak
kalau sudah ban hitam ya," pinta Presiden. "Agar tidak ada yang
berani ganggu kamu," tambahnya bernada gurau. Di usianyi itu Dewi harus
bekerja keras karena ibunyi penderita disabilitas.
Presiden memang
ngotot agar Sekolah Rakyat seperti itu berdiri di setiap kabupaten. Presiden
juga banyak membangun SMA Unggulan ''Garuda'' dan SMA International sebagai
peningkatan dari SMA yang sudah ada.
Presiden juga
memuji sejumlah BUMN yang labanya naik drastis, ada yang sampai 900 persen.
Misalnya PT Timah. Berarti pembenahan pertimahan --termasuk pembongkaran
korupsi di tambang ilegal di Bangka– sangat berhasil.
Amran Sulaiman
menjadi bintang pujian karena program pangannya dinilai sangat sukses. Termasuk
turunnya harga pupuk sampai 20 persen –padahal laba PT Pupuk Indonesia naik 200
persen.
Banyak yang
menggembirakan dari pidato tahunan Presiden Prabowo. Terutama soal durasinya
yang tepat waktu. ●
Sumber
: https://disway.id/catatan-harian-dahlan/962970/tepat-waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar