|
Bagaimana Anggota BPK
Terseret Suap Impor Blueray Bea-Cukai Febriyan : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 02
Agustus 2026
|
· Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana
membantah tudingan pernah mempertemukan John Field dengan Rizal Fadillah. · Nyoman Adhi mengenal John Field saat
masih menjadi pegawai Bea-Cukai. · Ia membantah tudingan pernah menerima
uang dari Blueray Cargo. SIDANG
perkara suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membuka
peran banyak pihak. Salah satunya Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Nyoman Adhi Suryadnyana. Pemilik Blueray Cargo, John Field, menyebut nama
Nyoman dalam sidang dan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nama
Nyoman kembali muncul dalam persidangan mantan Direktur Penindakan dan
Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Rizal Fadillah, di Pengadilan
Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026. Sepulang
bertugas dari luar kota, Nyoman, 55 tahun, menerima wartawan Tempo, Febriyan
dan Lani Diana, di ruangan kerjanya di BPK pada Jumat malam, 31 Juli 2026. Dalam
persidangan, Anda disebut mengenalkan John Field kepada Rizal Fadillah.
Bagaimana awal mulanya? Saya
membaca di media massa bahwa Rizal mendapat nomor telepon John dari saya.
Saya memang kenal John Field. Tapi tidak benar saya mengenalkan dia kepada
Rizal. Saya juga tidak pernah mempertemukan mereka. Tapi
benar Anda memberikan nomor telepon John kepada Rizal? Saya
tidak ingat apakah saya memberikan nomor John kepada Rizal. Memberikannya
lewat apa, saya tidak ingat. Apa
benar John pernah mengeluh kontainernya terhambat di Bea-Cukai karena
dikategorikan ke dalam jalur merah? Saya
lupa apakah ada pembicaraan seperti itu atau tidak. Bagaimana
awal perkenalan Anda dengan John Field? Saya
mengenal John Field saat masih bekerja di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Namun bagaimana awal perkenalannya, saya lupa. (Nyoman Adhi merupakan
pegawai Bea-Cukai yang kemudian terpilih menjadi anggota BPK pada 2021.) Anda
pernah bertemu dengan John Field? Pernah.
Saya pernah bertugas di Bea-Cukai dan dia adalah importir. Tapi yang perlu
dicatat adalah tidak pernah ada nama Blueray Cargo di tempat saya bertugas
saat masih menjadi pegawai Bea-Cukai. Apakah
Anda juga mengenal Gito Huang yang disebut sebagai pemilik Blueray Cargo? Saya
tahu nama itu, tapi tidak pernah mengenalnya. Mungkin beberapa kali
teman-teman di Bea-Cukai pernah menyebut nama itu dalam perbincangan. Mungkin
saya juga pernah bertemu dengan dia dalam acara seperti undangan pernikahan
keluarga teman-teman Bea-Cukai. Pernah
bekerja sama dengan Gito? Saya
tidak kenal Gito dan tidak pernah ada hubungan pekerjaan. Secara personal
juga saya tidak pernah bertemu dengan dia, seperti makan bareng atau ngopi
bareng. Kami
mendapat informasi bahwa ada saksi dalam salah satu persidangan pada
pertengahan Juni 2026 yang mengatakan Anda menerima uang dari Blueray. Apakah
benar? Saya
justru baru tahu dari Anda soal ini. Saya tidak pernah menerima uang apa pun
dari Blueray. Apakah
Anda mengenal Rizal? Saya
mengenal Rizal karena dia senior saya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Dia
juga Direktur Penindakan dan Penyidikan di atas saya. Kapan
terakhir kali Anda berkomunikasi dengan Rizal dan John Field? Saya
tidak ingat pastinya. Tapi saya kira itu sudah lama sekali. Kalau dengan
Rizal, ya, saya masih berkomunikasi, seperti saat mengucapkan selamat hari
raya. Anda
mengenal Nusa Syafrizal? Nusa
Syafrizal adalah sepupu ipar istri saya. Dia memang memiliki perusahaan PT
Kuda Laut Nusantara. Tapi saya tidak pernah tahu soal bagaimana kegiatan
operasional perusahaan dan sebagainya. Apakah
benar Nusa juga pernah diperiksa KPK dalam kasus lain? Saya
tahu dari media bahwa Nusa diperiksa KPK. Tapi saya tidak pernah membicarakan
soal apa yang ditanyakan KPK, kenapa dia diperiksa KPK. Kami tidak pernah
membicarakan itu. ● Sumber :
https://www.tempo.co/hukum/anggota-bpk-nyoman-adhi-suryadnyana-suap-blueray-bea-cukai-2279715 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar