|
Tak Ada 'Grade 12' di Sekolah Gibran Ahmadie Thaha : Kolumnis, Mantan wartawan Majalah Tempo dan Koran Republika, Pendiri
dan Pengasuh Ma’had Tadabbur al-Qur'an. |
CATATAN CAK AT, 02 Oktober 2026
|
Surat
pemerintah menyebut “Grade 12 di UTS Insearch”. Ahli di MK berkata: “UTS
Insearch tidak punya program Grade 12.” Lalu Grade 12 itu apa? Pada 6 Agustus 2019, Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan menerbitkan sebuah surat keterangan tentang pendidikan Gibran
Rakabuming Raka. Surat yang saya lihat bernomor
7141/D2.1/KR/2019. Dokumen lain yang menjadi objek sengketa dalam perkara
sekarang tercatat bernomor 9149/D.D1/KS/2019, juga bertanggal 6 Agustus 2019.
Dua nomor surat ini justru perlu dijelaskan, bukan dicampuradukkan. Pada dokumen bernomor 7141 yang saya
pegang, Dr. Sutanto, S.H., M.A., menandatangani surat atas nama Direktur
Jenderal. Saat itu Direktur Jenderal Dikdasmen adalah Hamid Muhammad, Ph.D.,
sedangkan Sutanto menjabat Sekretaris Ditjen Dikdasmen. Surat yang mencantumkan Ir. Joko
Widodo sebagai orang tua tersebut menerangkan bahwa Gibran “telah
menyelesaikan pendidikan ‘Grade 12’ di UTS Insearch, Sydney, Australia tahun
2006” dan dinilai memiliki pengetahuan setara tamat SMK peminatan Akuntansi
dan Keuangan di Indonesia. Tujuh tahun kemudian, frasa
"Grade 12" itu mencuat ke ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK).
Permohonan perkara diajukan pada 10 September 2026 dan resmi diregistrasi MK
pada 17 September 2026 dengan nomor perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. -000- Pada sidang 1 Oktober 2026, Ina Liem,
ahli dan konsultan pendidikan yang dihadirkan pihak terkait, memberikan
keterangan tentang riwayat pendidikan Gibran di UTS Insearch. Ketika hakim
menggali program yang ditempuh Gibran, Ina menegaskan: > “UTS Insearch tidak punya program
Grade 12.” Di situlah perkara menjadi menarik.
Sebab surat pemerintah menyebut Gibran menyelesaikan Grade 12 di UTS
Insearch, sedangkan ahli dan konsultan pendidikan yang dihadirkan pihak
terkait mengatakan UTS Insearch tidak punya program Grade 12. Refly Harun, salah satu pemohon,
kemudian mengatakan seusai sidang bahwa keterangan tersebut justru memperkuat
pihaknya. Tetapi kita tidak perlu mengikuti kesimpulan siapa pun. Cukup
letakkan dua keterangan itu berdampingan. Kita cukup bertanya sederhana: Kalau
UTS Insearch tidak mempunyai program Grade 12, apa yang dimaksud dengan
“Grade 12 di UTS Insearch” dalam surat keterangan yang diterbitkan Dikdasmen? Jangan buru-buru menjawabnya. Bisa
saja Grade 12 merupakan istilah yang dipakai pihak kementerian untuk
menyatakan tingkat kesetaraan, bukan nama program yang ditempuh Gibran. Namun, jika demikian, surat tersebut
tetap memerlukan penjelasan mengenai program atau kredensial apa yang
sebenarnya dinilai setara. Sebab nama jenjang, nama program, bukti kelulusan,
dan hasil penyetaraan bukan hal yang sama. -000- Keterangan Ina menjadi lebih menarik
ketika ia menjelaskan program yang tersedia pada masa Gibran belajar di
Insearch. Menurut penelusurannya, program bisnis yang tersedia adalah Diploma
of Business, bukan Foundation Business. Saya juga menelusuri, arsip
UTS/Insearch periode 2004 memang menunjukkan adanya program Foundation
Studies itu, tapi bidang yang tercantum bukan Business. Untuk bisnis,
Insearch menawarkan berbagai program diploma, bukan tingkat sekolah menengah. Perbedaannya penting. Foundation
Studies merupakan program persiapan atau pathway menuju pendidikan tinggi.
Sementara Diploma of Business merupakan program pendidikan tinggi yang
dirancang sebagai jalur menuju program sarjana tahun berikutnya. Dokumentasi UTS menjelaskan bahwa
Diploma of Business memiliki capaian pendidikan yang setara dengan tahun
pertama Bachelor of Business dan dapat memberikan advanced standing menuju
tahun kedua. Dengan kata lain, Grade 12, Foundation
Studies, dan Diploma of Business bukan tiga nama untuk satu benda yang sama.
Ketiganya merupakan makhluk yang berbeda. Lebih menarik lagi, ketika hakim
menggali apakah Gibran benar-benar menyelesaikan program tertentu di UTS
Insearch, Ina mengatakan ia tidak memiliki data atau bukti untuk memastikan
kelulusan tersebut. Hanya saja, Ina kemudian berusaha
menganalisis kemungkinan adanya kredit atau modul yang dapat diteruskan ke
Advanced Diploma di MDIS, Singapura. Tapi itu analisis saja, bukan fakta. Berarti keterangan Ina memberi kita
gambaran tentang kemungkinan jalur pendidikan, tetapi belum memberikan bukti
bahwa Gibran menyelesaikan program tertentu di Insearch. Dan di sinilah pertanyaan kembali
kepada dokumen: Program apa yang sebenarnya diselesaikan Gibran di UTS
Insearch pada 2006? -000- Pertanyaan itu menjadi penting karena
surat keterangan penyetaraan yang diterbitkan Disdasmen tersebut kemudian
digunakan Gibran dalam pembuktian syarat pendidikannya sebagai calon wakil
presiden di Pemilu 2024. Dalam perkara di MK, surat Nomor
9149/D.D1/KS/2019 tertanggal 6 Agustus 2019 disebut sebagai dokumen yang
menjadi dasar administratif tersebut. Ada pula soal waktu penerbitan. Para
pemohon mempersoalkan bahwa permohonan penyetaraan dan penerbitan surat
disebut berlangsung pada tanggal yang sama, 6 Agustus 2019. Itu merupakan
klaim pihak pemohon yang masih harus dibaca bersama dokumen proses
administrasinya. Jika memang demikian, pertanyaan yang
relevan bukan “mengapa bisa cepat?” melainkan: dokumen apa yang diperiksa,
proses penilaian apa yang dilakukan, dan apa dasar pihak kementerian menyebut
hasil pendidikan itu sebagai Grade 12 di UTS Insearch? Sebab sekarang kita menghadapi dua hal
yang belum bertemu. Dokumen pemerintah menyebut: “telah menyelesaikan
pendidikan ‘Grade 12’ di UTS Insearch, Sydney, Australia tahun 2006.” Sementara ahli dan konsultan
pendidikan di persidangan mengatakan: “UTS Insearch tidak punya program Grade
12.” Di antara dua kalimat itulah
persoalannya. Dan surat yang pada 6 Agustus 2019 mungkin hanya tampak sebagai
selembar administrasi, kini harus menjelaskan satu hal yang sangat sederhana:
Grade 12 itu sebenarnya apa? ● Sumber : Tulisan Cak AT ini diterima langsung
dari Ahmadie Taha |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar