Rabu, 17 Juni 2026

 

Jadi Tak Jadi Mengganti Menteri Keuangan

Fery Firmansyah :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN,  14 April 2026

 

 

 

·      Bank Indonesia menaikkan BI-Rate di luar siklus rutin, yang menjadi sinyal kondisi yang tak biasa.

 

·      Beredar isu yang menyebutkan penggantian Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan.

 

·      Chatib Basri, Budi Gunadi Sadikin, dan Rosan Roeslani disebut-sebut sebagai calon pengganti Purbaya Yudhi Sadewa.

 

KEJUTAN demi kejutan terjadi selama dua pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia anjlok parah, kurs rupiah apalagi. Harga bahan bakar naik, pasar gonjang-ganjing lantaran sejumlah rumor politik. Menjelang akhir pekan, mahasiswa berunjuk rasa.

 

Bagi kami selaku jurnalis, serentetan peristiwa semacam ini membuat adrenalin membara. Tapi pada saat yang bersamaan juga ada rasa bingung sekaligus kesal. Ketika melihat kurs rupiah tembus di atas 18 ribu per dolar Amerika Serikat, misalnya, muncul keresahan soal harga-harga barang apa saja yang sebentar lagi melangit.

 

Benar saja, PT Pertamina Patra Niaga tak lama kemudian mengumumkan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green, dari sekitar Rp 12 ribu menjadi sekitar Rp 16 ribu per liter. Sebelumnya, harga solar jenis Dexlite dan Pertamina Dex kini di atas Rp 23 ribu per liter.

 

Sehari sebelum harga bensin naik, Bank Indonesia mengumumkan kenaikan BI-Rate 25 basis point menjadi 5,5 persen. Kenaikan suku bunga kali ini di luar kebiasaan karena ditempuh dalam rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan.

 

Biasanya Bank Indonesia mengumumkan perubahan suku bunga kebijakan dalam RDG bulanan yang disertai konferensi pers kepada publik. Tindakan ini dikenal sebagai off-cycle rate hike. Skema ini biasanya menjadi langkah darurat bank sentral ketika ada gejala krisis atau depresiasi mata uang yang cukup parah.

 

Ketika peristiwa demi peristiwa terjadi, muncul berbagai rumor. Salah satu yang cukup panas adalah penggantian Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. Beredar pesan berantai di grup yang berisi jurnalis, analis, dan ekonom yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menggeser Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan menjadi Gubernur Bank Indonesia.

 

Beberapa nama pun disebut menjadi kandidat Menteri Keuangan. Ada ekonom dan Menteri Keuangan 2013-2014, Chatib Basri; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin; hingga Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani.

 

Kami pun mendapatkan sejumlah informasi soal bursa Menteri Keuangan dari anggota kabinet, pejabat kementerian dan lembaga, parlemen, hingga pengusaha.

 

Semuanya kompak bercerita bahwa awal dari rencana penggantian ini adalah perselisihan antara Purbaya dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo soal stabilisasi rupiah.

 

Istana, menurut para pejabat itu, melihat Purbaya cocok menempati kursi otoritas moneter, tapi mesti dicari penggantinya. Mungkin karena mereka membaca pernyataan-pernyataan Purbaya yang acap mengkritik cara BI menstabilkan nilai rupiah. Jadi, daripada Purbaya mengkritik terus, mereka ingin tahu apa yang bisa ia kerjakan jika menjadi pengendali kebijakan moneter.

 

Nama-nama di atas pun muncul sebagai opsi, meski sampai pekan berganti Purbaya tak tergeser dari jabatannya.

 

Apakah rencana penggantian Menteri Keuangan berhenti? Para narasumber kami menjawab: “Tidak.” Artinya, rumor yang membuat pasar gonjang-ganjing ini bakal terus memanas.

 

Yopie Hidayat, mantan juru bicara Wakil Presiden Boediono, menganalisis kebijakan-kebijakan temporer itu dalam Sinyal Pasar. ●

                                                                                         

Sumber : https://www.tempo.co/ekonomi/tarik-ulur-penggantian-menteri-keuangan-2269102

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar