Jumat, 16 Agustus 2013

Reorientasi Nilai Kemerdekaan dan Kepahlawanan

Reorientasi Nilai Kemerdekaan dan Kepahlawanan
Suyatno Peneliti politik pemerintahan, Dosen FISIP Universitas Terbuka
MEDIA INDONESIA, 15 Agustus 2013

KEMERDEKAAN Indonesia merupakan hasil dari semangat kepahlawanan. Pembukaan UUD 1945 dengan tegas menyatakan hal itu. Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampai pada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia.

Kemerdekaan merupakan kebahagiaan yang diraih melalui perjuangan. Tanpa perjuangan, kemerdekaan tidak akan pernah digenggam. Bangsa ini berhasil mengesam pingkan kepentingan yang sempit guna meraih tujuan bersama yang lebih luas dan besar. Setelah diraihnya kemerdekaan, berdirilah kehidupan bersama sebagai sebuah negara. Saatnya mengisi kemerdekaan dengan sejumlah upaya meraih cita-cita bersama. Kemerdekaan yang telah ada tidak akan sia-sia. Tetap dibutuhkan perjuang an untuk mengisinya dengan hal-hal yang baik.

Kini setelah 68 tahun usia kemerdekaan itu, nilai kepahlawanan senantiasa tetap
dibutuhkan. Negara harus tetap dibangun dan dibawa menuju masyarakat adil makmur. Pertanyaannya, masihkah nilai kepahlawanan dimiliki bangsa ini? Bagaimana kondisi kepahlawanan bangsa saat ini? Apa yang dibutuhkan negara ini terkait dengan kepahlawanan guna mewujudkan cita-cita pendirian negara?

Pahlawan pada dasarnya orang yang memiliki dedikasi sosial yang tinggi. Orang yang memiliki pengorbanan dan tanggung jawab kepada orang banyak, yaitu kesadaran untuk berbuat, melakukan pekerjaan dengan baik dan ikhlas, serta menunjukkan kesungguhan terhadap sejumlah orang yang terkait dengan peran dan pekerjaannya. Seorang pahlawan bahkan merelakan jiwanya dipertaruhkan untuk kepentingan masyarakat luas meskipun terkadang tidak ada orang yang mengetahui atau mengenangnya. Pahlawan sepi dari pamrih.

Dibutuhkan

Dalam upaya reorientasi nilai kepahlawanan itulah setiap tahun diadakan peringatan HUT kemerdekaan Republik tercinta ini. Yang terpenting bukanlah besarnya peringatan, melainkan kemampuan untuk menyentuh kembali rasa dan nilai kepahlawanan yang pernah ada dalam diri setiap anak bangsa ini saat meraih kemerdekaan. Ada sejumlah nilai yang harus disegarkan dalam ingatan setiap insan Indonesia tentang apa yang hendak diraih keluarga besar bangsa ini. Nilai itu akan senantiasa dibutuhkan negara ini. Tidak saja pada saat meraih kemerdekaan dulu, tetapi ke depan dalam upaya menciptakan masyarakat adil dan makmur.

Cita-cita tidak akan berhasil tanpa kerja keras. Para pahlawan bisa mengelola keterikatan terhadap ruang dan waktu. Keduanya tidak menjadi hambatan. Meskipun harus menempuh jarak yang jauh, itu tidak dijadikan masalah. Di mana pun bagian mereka berjuang, toh tetap bagian dari Indonesia, yakni negara yang kelak mereka percayai akan terbentuk. Tanpa banyak berjanji, waktu mereka memang dipergunakan bagi perjuangan. Tidak harus dijadwal ikatan jam kerja, mereka menekuni bidang perjuangan tersebut.

Aktivitas perjuangan para pahlawan dilakukan tanpa mengharap sanjungan. Jiwa
rela berkorban melandasi setiap gerak langkah para pahlawan. Satu hal yang melandasi tindakan mereka ialah keyakinan bahwa pada suatu saat akan tercapai cita-cita bersama meraih kemerdekaan bangsa.
Tindakan mereka juga tidak dilandasi upaya untuk menandingi atau mengalahkan pihak lain sebangsanya. Ada rasa saling menghargai. Mereka percaya bahwa yang mereka lakukan akan mendukung upaya yang dilakukan anak bangsa lainnya. Demikian juga sebaliknya, yang dilakukan orang lain akan mendukung apa yang mereka kerjakan.

Kondisi tersebut hanya akan terjadi bila ada rasa persatuan yang melandasi. Meski berada dalam wilayah yang berbeda de ngan jarak yang sangat berjauhan, mereka dipersatukan rasa ikatan sebagai bangsa yang sama. Tidak ada upaya-upaya untuk menganggap bahwa suku yang satu lebih unggul jika dibandingkan dengan suku lainnya. Gotong royong juga menjadi kunci keberhasilan yang lain. Jiwa saling membantu yang sangat terbina akan mem bawa rasa persaudaraan yang kuat. Hal itu juga akan memberikan rasa nyaman seseorang berada di bagian mana pun dari wilayah negara ini. Segala kesulitan akan mendapat bantuan.

Wujud kepahlawanan

Kini nilai kepahlawanan penting selalu dipupuk dalam jiwa seluruh lapisan bangsa Indonesia. Baik kalangan elite ataupun rakyat jelata layak memiliki nilai kepahlawanan. Itu tentu sesuai dengan posisi dan peran masing-masing. Dalam kalangan berbeda, ada nilai kepahlawanan berbeda yang harus diperankan. Meski berbeda, bila berjalan dengan baik, tentu akan mendatangkan kebaikan bagi bangsa ini.

Ada beberapa nilai yang patut berkembang di kalangan elite. Sikap negarawan patut dimiliki setiap elite. Sikap yang lebih mendahulukan kepentingan yang lebih luas akan mencegah mereka terjebak pada pertikaian yang bersifat sempit dan sesaat. Tindakan dan kedudukan mereka mempunyai implikasi yang luas pada masyarakat. Maka, pemikiran yang harus dikembangkan hendaknya sangat mempertimbangkan kondisi masyarakat.

Para pejabat dituntut membekali diri dengan moralitas yang tinggi. Nilai kepantasan dan kepatutan senantiasa menjadi dasar dalam berpikir dan bertindak. Hal itu tidak lepas dari kenyataan bahwa kalangan elite akan menjadi suri teladan bagi kalangan rakyat biasa.

Selalu mengedepankan kepentingan umum menjadi kelayakan yang tidak bisa ditinggalkan. Elite dan pejabat dipilih untuk menjalankan tugas mengatur dan melayani kepentingan umum. Mereka merupakan milik publik, bukan milik pribadi atau kelompok.

Demikian pula tidak hanya pada elite, sejumlah nilai pada tataran rakyat jelata pun perlu dikembangkan. Bila negara ingin semakin kuat, rakyat harus memiliki rasa cinta tanah air. Sebagaimana diungkapkan, kekuatan negara akan diperoleh bila setiap insan Indonesia dipersatukan rasa bangga terhadap negara. 

Dengan sikap itulah, rakyat Indonesia tidak mudah untuk diadu domba antara kelompok suku yang satu dan lainnya. Mereka lebih suka menjadi bangsa Indonesia. Di bagian mana pun di wilayah negara, akan dijumpai saudara sesama bangsa Indonesia. Kenyamanan akan dirasakan bersama dengan didorong rasa cinta Indonesia.

Dalam membangun negara, dibutuhkan etos kerja. Kerja keras yang ditunjukkan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan tidak akan ada artinya tanpa dilanjutkan etos kerja keras dari bangsa ini. 

Perkembangan dunia menunjukkan, bila kita tidak memiliki etos kerja, tidak tertutup kemungkinan kita akan kembali dijajah bangsa lain. Dengan kata lain, kita bisa kembali kehilangan kemerdekaan kita.
Bila elite sudah memiliki kesadaran seperti itu, rakyat perlu mengimbanginya dengan kesadaran hukum. Perlu kepercayaan untuk mengurus negeri ini dengan didasari hukum yang ditegakkan kedua pihak, elite dan masyarakat. Ketertiban akan membawa semua orang bisa berpikir dengan kreatif dan inovatif menuju kemajuan.

Negara ini tetap membutuhkan nilai kepahlawanan dari semua orang yang ada di dalamnya. Baik elite maupun lapisan akar rumput dituntut memiliki kesungguhan dalam upaya mewujudkan citacita hidup bersama sebagai sebuah negara.


Proklamasi bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan pintu gerbang menuju perjuangan yang lebih besar dalam menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. ● 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar