|
KEMERDEKAAN
Indonesia merupakan hasil dari semangat kepahlawanan. Pembukaan UUD 1945 dengan
tegas menyatakan hal itu. Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah
sampai pada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat
Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia.
Kemerdekaan merupakan kebahagiaan
yang diraih melalui perjuangan. Tanpa perjuangan, kemerdekaan tidak akan pernah
digenggam. Bangsa ini berhasil mengesam pingkan kepentingan yang sempit guna
meraih tujuan bersama yang lebih luas dan besar. Setelah diraihnya kemerdekaan,
berdirilah kehidupan bersama sebagai sebuah negara. Saatnya mengisi kemerdekaan
dengan sejumlah upaya meraih cita-cita bersama. Kemerdekaan yang telah ada
tidak akan sia-sia. Tetap dibutuhkan perjuang an untuk mengisinya dengan
hal-hal yang baik.
Kini setelah 68 tahun usia
kemerdekaan itu, nilai kepahlawanan senantiasa tetap
dibutuhkan.
Negara harus tetap dibangun dan dibawa menuju masyarakat adil makmur.
Pertanyaannya, masihkah nilai kepahlawanan dimiliki bangsa ini? Bagaimana
kondisi kepahlawanan bangsa saat ini? Apa yang dibutuhkan negara ini terkait
dengan kepahlawanan guna mewujudkan cita-cita pendirian negara?
Pahlawan pada dasarnya orang yang memiliki dedikasi sosial yang tinggi. Orang yang memiliki pengorbanan dan tanggung jawab kepada orang banyak, yaitu kesadaran untuk berbuat, melakukan pekerjaan dengan baik dan ikhlas, serta menunjukkan kesungguhan terhadap sejumlah orang yang terkait dengan peran dan pekerjaannya. Seorang pahlawan bahkan merelakan jiwanya dipertaruhkan untuk kepentingan masyarakat luas meskipun terkadang tidak ada orang yang mengetahui atau mengenangnya. Pahlawan sepi dari pamrih.
Dibutuhkan
Dalam upaya
reorientasi nilai kepahlawanan itulah setiap tahun diadakan peringatan HUT
kemerdekaan Republik tercinta ini. Yang terpenting bukanlah besarnya
peringatan, melainkan kemampuan untuk menyentuh kembali rasa dan nilai
kepahlawanan yang pernah ada dalam diri setiap anak bangsa ini saat meraih
kemerdekaan. Ada sejumlah nilai yang harus disegarkan dalam ingatan setiap
insan Indonesia tentang apa yang hendak diraih keluarga besar bangsa ini. Nilai
itu akan senantiasa dibutuhkan negara ini. Tidak saja pada saat meraih
kemerdekaan dulu, tetapi ke depan dalam upaya menciptakan masyarakat adil dan
makmur.
Cita-cita tidak akan berhasil
tanpa kerja keras. Para pahlawan bisa mengelola keterikatan terhadap ruang dan
waktu. Keduanya tidak menjadi hambatan. Meskipun harus menempuh jarak yang
jauh, itu tidak dijadikan masalah. Di mana pun bagian mereka berjuang, toh
tetap bagian dari Indonesia, yakni negara yang kelak mereka percayai akan
terbentuk. Tanpa banyak berjanji, waktu mereka memang dipergunakan bagi
perjuangan. Tidak harus dijadwal ikatan jam kerja, mereka menekuni bidang
perjuangan tersebut.
Aktivitas perjuangan para pahlawan
dilakukan tanpa mengharap sanjungan. Jiwa
rela
berkorban melandasi setiap gerak langkah para pahlawan. Satu hal yang melandasi
tindakan mereka ialah keyakinan bahwa pada suatu saat akan tercapai cita-cita
bersama meraih kemerdekaan bangsa.
Tindakan mereka juga tidak
dilandasi upaya untuk menandingi atau mengalahkan pihak lain sebangsanya. Ada
rasa saling menghargai. Mereka percaya bahwa yang mereka lakukan akan mendukung
upaya yang dilakukan anak bangsa lainnya. Demikian juga sebaliknya, yang dilakukan
orang lain akan mendukung apa yang mereka kerjakan.
Kondisi tersebut hanya akan
terjadi bila ada rasa persatuan yang melandasi. Meski berada dalam wilayah yang
berbeda de ngan jarak yang sangat berjauhan, mereka dipersatukan rasa ikatan
sebagai bangsa yang sama. Tidak ada upaya-upaya untuk menganggap bahwa suku
yang satu lebih unggul jika dibandingkan dengan suku lainnya. Gotong royong
juga menjadi kunci keberhasilan yang lain. Jiwa saling membantu yang sangat
terbina akan mem bawa rasa persaudaraan yang kuat. Hal itu juga akan memberikan
rasa nyaman seseorang berada di bagian mana pun dari wilayah negara ini. Segala
kesulitan akan mendapat bantuan.
Wujud kepahlawanan
Kini nilai kepahlawanan penting
selalu dipupuk dalam jiwa seluruh lapisan bangsa Indonesia. Baik kalangan elite
ataupun rakyat jelata layak memiliki nilai kepahlawanan. Itu tentu sesuai
dengan posisi dan peran masing-masing. Dalam kalangan berbeda, ada nilai
kepahlawanan berbeda yang harus diperankan. Meski berbeda, bila berjalan dengan
baik, tentu akan mendatangkan kebaikan bagi bangsa ini.
Ada beberapa nilai yang patut
berkembang di kalangan elite. Sikap negarawan patut dimiliki setiap elite.
Sikap yang lebih mendahulukan kepentingan yang lebih luas akan mencegah mereka
terjebak pada pertikaian yang bersifat sempit dan sesaat. Tindakan dan
kedudukan mereka mempunyai implikasi yang luas pada masyarakat. Maka, pemikiran
yang harus dikembangkan hendaknya sangat mempertimbangkan kondisi masyarakat.
Para pejabat dituntut membekali
diri dengan moralitas yang tinggi. Nilai kepantasan dan kepatutan senantiasa
menjadi dasar dalam berpikir dan bertindak. Hal itu tidak lepas dari kenyataan
bahwa kalangan elite akan menjadi suri teladan bagi kalangan rakyat biasa.
Selalu mengedepankan kepentingan
umum menjadi kelayakan yang tidak bisa ditinggalkan. Elite dan pejabat dipilih
untuk menjalankan tugas mengatur dan melayani kepentingan umum. Mereka
merupakan milik publik, bukan milik pribadi atau kelompok.
Demikian pula tidak hanya pada
elite, sejumlah nilai pada tataran rakyat jelata pun perlu dikembangkan. Bila
negara ingin semakin kuat, rakyat harus memiliki rasa cinta tanah air.
Sebagaimana diungkapkan, kekuatan negara akan diperoleh bila setiap insan
Indonesia dipersatukan rasa bangga terhadap negara.
Dengan sikap itulah, rakyat
Indonesia tidak mudah untuk diadu domba antara kelompok suku yang satu dan
lainnya. Mereka lebih suka menjadi bangsa Indonesia. Di bagian mana pun di
wilayah negara, akan dijumpai saudara sesama bangsa Indonesia. Kenyamanan akan
dirasakan bersama dengan didorong rasa cinta Indonesia.
Dalam membangun negara, dibutuhkan
etos kerja. Kerja keras yang ditunjukkan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan
tidak akan ada artinya tanpa dilanjutkan etos kerja keras dari bangsa ini.
Perkembangan dunia menunjukkan, bila kita tidak memiliki etos kerja, tidak
tertutup kemungkinan kita akan kembali dijajah bangsa lain. Dengan kata lain,
kita bisa kembali kehilangan kemerdekaan kita.
Bila elite sudah memiliki
kesadaran seperti itu, rakyat perlu mengimbanginya dengan kesadaran hukum.
Perlu kepercayaan untuk mengurus negeri ini dengan didasari hukum yang
ditegakkan kedua pihak, elite dan masyarakat. Ketertiban akan membawa semua
orang bisa berpikir dengan kreatif dan inovatif menuju kemajuan.
Negara ini tetap membutuhkan nilai
kepahlawanan dari semua orang yang ada di dalamnya. Baik elite maupun lapisan
akar rumput dituntut memiliki kesungguhan dalam upaya mewujudkan citacita hidup
bersama sebagai sebuah negara.
Proklamasi bukanlah akhir dari
perjuangan, melainkan pintu gerbang menuju perjuangan yang lebih besar dalam
menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. ●
Tidak ada komentar:
Posting Komentar