|
Virgo Tua Dahlan Iskan : Mantan CEO Jawa Pos |
DISWAY, 18 September 2026
Satu-satunya
kendaraan yang tidak punya batas umur adalah kapal. Tidak ada satu aturan pun
–termasuk di negara maju– yang menentukan usia pensiun sebuah kapal. Tapi aneh.
Ketika kapal Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa 13 September lalu
tertuduh utamanya ''karena kapalnya sudah tua''.
Vigota-8
(begitu saya menyebutnya) memang sudah gaek: 39 tahun. Tapi kesaksian dan
laporan teknis menyebut bahwa kapal mengalami ''pergeseran titik
keseimbangan''. Itu adalah istilah teknis untuk menyebut ''kapal miring''.
Miringnya kian miring. Lalu tenggelam miring.
Posisi terakhir
dilaporkan terbalik di dasar laut. Belum ditemukan di mana. Posisi kapal terus
bergeser ke arah dasar laut yang lebih dalam di seputar Masalembu.
Anda sudah
tahu: Di setiap kapal ada alat untuk memonitor posisi kapal: mengalami
kemiringan atau tidak. Kapal yang sudah tua pun punya alat itu: inclinometer.
Bentuknya masih seperti bandul. Untuk kapal Vigota-8 dugaan saya
inclinometer-nya sudah dalam bentuk jarum jam. Sedang kapal yang lebih modern
inclinometer-nya sudah digital.
Detik-detik
Kapal Virgo Transport 8 yang ditemukan terbalik di Laut
Jawa.-@joshua_banjarnahor_-Instagram
Tentu jalannya
sebuah kapal pasti miring-miring. Akibat gelombang. Kalau miringnya 1 derajat
masih dianggap stabil. Miring sampai 5 derajat pun masih wajar. Tapi kalau
miringnya sudah 10 atau 15 derajat kapten kapal sudah harus ambil tindakan:
memeriksa daftar muatan. Tidak hanya daftar tapi juga posisi barang-barang yang
dimuat.
Dalam hal
Vigota-8 muatan terbanyaknya adalah truk bermuatan: 89 truk. Tiap truk bisa
punya satu sopir, satu kernet, dan satu awak. Maka korban terbesar adalah kru
truk-truk itu. Dari 213 penumpang Vigota-8 yang 153 adalah sopir, kernet, dan
awak truk. Enam orang sudah ditemukan meninggal, 108 orang diselamatkan
kapal-kapal penolong dan selebihnya belum ditemukan.
Asumsinya,
terbanyak yang belum ditemukan adalah para sopir dan kernet yang biasanya pilih
tidur di kendaraan –sambil jaga barang muatan.
Waktu kapal
dilaporkan miring serius jam menunjukkan pukul 01.00. Berarti setelah 16 jam
berlayar dari Surabaya. Atau 13 jam sebelum sampai pelabuhan Banjarmasin. Pada
jam 01.00 pastilah mereka sedang nyenyak-nyenyaknya tidur. Pukul 02.00 kapal
mulai kehilangan sinyal: berarti semua peralatan sudah terendam air.
Tentu perlu ada
pengusutan: apa saja yang dilakukan sang kapten sejak inclinometer menunjukkan
indikator kapal miring melewati angka 15 derajat. Pada jam berapa mulai
melewati angka 15. Instruksi apa saja yang dilakukan kapten ke anak buah antara
jam itu sampai pukul 01.00.
Pengakuan
kapten kapal harus dicek ke awak. Siapa menerima instruksi apa.
Instruksi
utama, mestinya, adalah: cek muatan. Apakah ada muatan yang bergeser. Muatan
yang bergeser bisa menjadi penyebab kapal miring.
Di sinilah
manajemen krisis harus dikuasai kapten beserta seluruh kru kapal. SOP harus
digariskan, dilatihkan, diuji.
Di kapal tua
tersedia cadangan air di bagian bawah kapal. Air itu ditempatkan di banyak
''bilik air''. Tujuannya, bila kapal miring ke kiri maka air di bilik kiri
dipompa, dipindahkan ke bilik kanan. Di kapal modern semua itu sudah dikerjakan
oleh IOT –internet of think. Begitu kapal miring internet memutuskan semuanya.
Maka bisnis
angkutan umum tidak boleh hanya memikirkan untung. Pikiran utama adalah
keselamatan –keuntungan akan otomatis mengikuti di belakangnya. Manajemen
perusahaan angkutan harus mendalami prinsip-prinsip keselamatan.
Contohnya:
perusahaan pembuat pesawat seperti Boeing. Mestinya Boeing senang kalau ada
perusahaan yang datang untuk membeli pesawat. Tapi Boeing tidak akan melayani
pembelian yang dilakukan oleh perusahaan yang tidak punya tim manajemen yang
memenuhi syarat untuk sebuah perusahaan penerbangan.
McDonald's saja
tidak mau memberikan lisensi untuk seseorang yang tidak memahami SOP McDonald.
Anda tentu
masih ingat ketika anak Mensesneg (yang kemudian jadi Wapres) Soedharmono,
Bambang Rahmadi, ingin membeli lisensi McDonald's untuk Indonesia. Meski ia
anak pejabat tinggi yang sangat dipercaya Presiden Soeharto, Bambang tetap
harus kerja magang dulu di McDonald's Singapura selama....enam bulan!
Selama magang
ia harus bekerja sungguh-sungguh di semua bagian, mulai dari yang terbawah.
Setelah lulus barulah McDonald's memberikan lisensi kepadanya.
Harusnya untuk
menjadi direktur utama sebuah perusahaan pelayaran kualifikasinya melebihi
McDonald's. Ibarat untuk menjadi komisaris sebuah bank harus lulus ujian khusus
di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anaknya pemilik bank pun tidak bisa jadi
komisaris tanpa ujian di OJK.
Perusahaan yang
mengoperasikan Vigota-8, PT Virgo Karya Shipping, adalah perusahaan lama tapi
baru dua bulan menjalankan kapal feri. Baru punya satu kapal Vigota-8 itu, yang
baru dibelinya dari Jepang tiga bulan lalu.
Selama ini PT
Virgo memang sudah bergerak di bidang kapal tapi kapal tarik tongkang.
Manajemen PT Virgo lebih menguasai di bidang tarik tongkang daripada feri. Yang
diangkut tongkang batu bara dan sejenisnya. Bukan nyawa manusia.
Walhasil kapal
tua sama sekali tidak bisa disalahkan. Yang penting kapal itu sudah dinyatakan
laik jalan oleh lembaga yang berwenang. Kapal tua bisa diperbarui: ganti plat
baja di bagian-bagian yang dianggap sudah menipis. Itu sangat biasa. Standar
internasionalnya begitu. Kapal adalah satu-satunya kendaraan yang boleh ganti
baja. Tidak ada pesawat yang boleh ganti sebagian aluminium di bodinya.
Penyebab kapal
miring lainnya adalah: salah dalam menyusun muatan. Doktrin ini semua kapten
kapal tahu: muatan yang paling berat harus ditempatkan di sebelah mana. Kalau
kapalnya bertingkat, muatan paling berat harus di lantai paling bawah. Tidak
boleh truk yang paling berat ditaruh di lantai atas.
Maka manajemen
pemuatan barang sangatlah penting. Ada SOP-nya: truk mana yang boleh masuk
lebih dulu. Mana yang harus masuk kapal belakangan. Tidak boleh hanya
berdasarkan urutan antrean.
Tidak boleh ada
sogok-menyogok agar bisa masuk duluan. Tidak boleh sopir truk menipu saat
mendaftarkan apa saja isi truknya. Kecenderungan menipu ini terjadi, utamanya,
kalau yang diangkut barang sensitif seperti kimia atau baterai.
Persaingan
antar feri juga sangat membahayakan. Ada feri yang disiplin menegakkan aturan.
Misalnya tidak mau mengangkut truk ODOL. Itu sangat berbahaya bagi kapal. Tapi
di saat yang sama ODOL yang ditolak itu diterima oleh feri yang kekurangan
muatan.
Tenggelamnya
Vigota-8 menyisakan banyak sekali pertanyaan mendasar di seputar itu. Jangan
sampai semua masalah ditutupi dengan satu tuduhan: kapalnya tua.
Kasihan yang
tua-tua tapi masih bertenaga. ●
Sumber
: https://disway.id/catatan-harian-dahlan/969019/virgo-tua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar