Senin, 17 Agustus 2026

 

Kiprah Perhimpunan Sin Ming Hui yang Dipimpin Oei Tjoe Tat

Daniel Ahmad Fajri :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 16 Agustus 2026

 

 

                                                           

·      Sin Ming Hui tak hanya turut mendirikan Komite Penolong Korban Tionghoa atau KPKT ketika kerusuhan rasial terjadi di Tangerang pada 1946.

 

·      Sin Ming Hui membidani pembentukan Pao An Tui, milisi yang bertugas menjaga permukiman orang Tionghoa.

 

·      Ada ketidaksukaan anggota kabinet terhadap kiprah Pao An Tui.

 

KETERLIBATAN Oei Tjoe Tat dalam Perhimpunan Sosial Sin Ming Hui meninggalkan kesan bagi pria yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, itu. Dalam Memoar Oei Tjoe Tat: Pembantu Presiden Soekarno, dia mengatakan pengalaman dalam organisasi itu membekas. Aktivitas di Sin Ming Hui, kata Oei, sampai-sampai mempengaruhi kehidupannya.

 

Penyunting buku memoar Oei, Stanley Adi Prasetyo, mengatakan Sin Ming Hui, yang didirikan pada Januari 1946—lima bulan setelah Proklamasi—merupakan wadah bagi peranakan Tionghoa untuk bersatu. “Menjaga agar revolusi Indonesia tak dicemari,” ujar Stanley di Palmerah, Jakarta Barat, pada Kamis, 2 Juli 2026.

 

Oei mulai-mula aktif di Sin Ming Hui melalui Komite Penolong Korban Tionghoa (KPKT). Dalam memoarnya, Oei menyebutkan KPKT menolong masyarakat keturunan Tionghoa yang menjadi korban kerusuhan rasial di Tangerang pada 1946. Huru-hara itu terjadi karena propaganda bahwa kelompok etnis Cina tak mendukung kemerdekaan. Oei menjelaskan, pada periode itu terjadi perampokan dan pembantaian besar-besaran terhadap orang keturunan Tionghoa.

 

Sin Ming Hui menyelamatkan para korban kerusuhan rasial itu. Sebagian besar penduduk peranakan mengungsi ke Jakarta yang kondisi keamanannya lebih terjamin. “Peristiwa itu berhenti setelah ada tim peninjau dari Tentara Republik Indonesia dan sukarelawan pemuda keturunan Tionghoa yang turun tangan,” kata Oei dalam memoarnya.

 

Setelah peristiwa Tangerang 1946 pecah, Sin Ming Hui membidani pembentukan Pao An Tui. Ini adalah kelompok milisi yang hendak membantu militer menjaga keamanan masyarakat, khususnya penduduk keturunan Tionghoa. Menurut Oei, pada masa revolusi kemerdekaan, banyak pencoleng dan pemerkosa yang mengaku pejuang tapi sebetulnya tak berurusan dengan perang kemerdekaan.

 

Menurut Oei, gagasan pembentukan Pao An Tui sebetulnya berasal dari Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan Oey Kim Sen, tokoh Tionghoa yang belakangan didapuk menjadi Wakil Ketua Pao An Tui. Nama Oey Kim Sen pernah masuk dokumen rahasia Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) yang dirilis pada 2001. Oey Kim Sen masuk pemantauan intelijen karena mengambil alih harian berbahasa Tionghoa, Min Pao, yang dekat dengan kelompok komunis.

 

Oei bercerita, banyak orang tak menyukai Pao An Tui. Sumber kebencian itu, menurut Oei, adalah kesalahpahaman yang menganggap barisan keamanan tersebut berisi pemuda keturunan Tionghoa yang dipersenjatai Belanda untuk melawan pribumi. Padahal grup milisi ini bertugas melindungi warga peranakan di kampung-kampung Cina. “Tugasnya di wilayah yang sangat terbatas sekali,” tuturnya.

 

Sikap antipati terhadap Pao An Tui tecermin pada respons para pejabat. Salah satunya Menteri Luar Negeri Soebandrio. Leo Suryadinata, sinolog sekaligus peneliti tamu senior di ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura, dalam bukunya, Pribumi, Minoritas Tionghoa, dan China, menulis bahwa Soebandrio pernah bersurat kepada Menteri Luar Negeri Cina 1958-1972, Chen Yi, bahwa orang peranakan Tionghoa merugikan rakyat Indonesia pada masa kolonialisme dan revolusi kemerdekaan. “Sebagaimana terbukti dari didirikannya Pao An Tui,” tulis Leo.

 

Soebandrio, seperti dikutip Leo dalam bukunya, menyebutkan orang peranakan Tionghoa menguasai sendi ekonomi dengan segala manipulasi. “Golongan hoakiau menentang pertumbuhan ke arah stabiliteit perekonomian Indonesia,” tulis Soebandrio, yang belakangan dipenjara Orde Baru atas tuduhan terlibat Gerakan 30 September 1965.

 

Sumber :  https://www.tempo.co/politik/sing-ming-hui-pao-an-tui-proklamasi-2282210

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar