Sektor
Non-Traded dan Sistem Pembayaran
Achmad Deni Daruri ;
Presiden Director
Center for Banking Crisis
|
KORAN
SINDO, 18 Maret 2014
|
Sektor
pemerintah memainkan peran yang sangat vital untuk meningkatkan produktivitas
nasional melalui sektor non-tradables,
karena pada dasarnya pengeluaran pemerintah adalah pengeluaran untuk sektor non traded.
Jika
pemerintah dapat menggunakan kesempatan ini dengan mengembangkan uang
elektronik (bukan uang kertas), inflasi juga akan rendah. Artinya ancaman
penyakit Belanda juga teratasi. Bernanke pada tahun 2013 mengatakan: ”The key advantage of electronic money
over paper currency is this: Monetary systems based on paper currency allow
for strongly positive interest rates, but not strongly negative rates.”
Dengan
tingkat desentralisasi di Indonesia saat ini dan ruang fiskal yang kini
tersedia, pemerintah Indonesia mempunyai kesempatan unik untuk memperbaiki
pelayanan publiknya yang terabaikan untuk menopang sektor non-traded. Jika
dikelola dengan hati-hati, hal tersebut memungkinkan daerah-daerah tertinggal
di bagian timur Indonesia untuk mengejar daerah-daerah lain di Indonesia yang
lebih maju dalam hal indikator sosial.
Hal ini
juga memungkinkan masyarakat Indonesia untuk fokus ke generasi berikutnya
dalam melakukan perubahan, seperti meningkatkan kualitas layanan publik dan
penyediaan infrastruktur seperti yang ditargetkan. Karena itu, alokasi dana
publik yang tepat dan pengelolaan yang hati-hati dari dana tersebut pada saat
mereka dialokasikan telah menjadi isu utama untuk belanja publik di Indonesia
ke depannya.
Pemerintah,
terlepas dari tahap pembangunan ekonomi negaranya, melakukan pembayaran kepada
dan mengumpulkan pembayaran dari individu dan bisnis. Sumber daya finansial
juga ditransfer di antara berbagai lembaga pemerintah. Aliran ini mencakup
berbagai sektor ekonomi dan kegiatan, dan dalam kebanyakan kasus jumlah
keseluruhan dari arus tersebut sangatlah signifikan, misalnya dalam hal
produk domestik bruto (PDB).
Perbaikan
pada program pembayaran pemerintah yang mengarah ke tingkat efisiensi,
keamanan, dan transparansi yang lebih tinggi dapat memiliki dampak yang
signifikan dalam perekonomian secara keseluruhan. Selain itu, karena skala
dan sifat mereka, program pembayaran pemerintah juga dapat menjadi alat yang
efektif dalam mengejar tujuan kebijakan publik lainnya, seperti modernisasi
sistem pembayaran nasional atau untuk mempromosikan inklusi keuangan untuk
segmen populasi tertentu.
Posisi
pembayaran pemerintah sangat penting baik di negara maju maupun di
negaranegara berkembang. Pentingnya pembayaran pemerintah relatif secara
alami berkorelasi dengan ukuran dan pengaruh pemerintah dalam perekonomian
secara keseluruhan, yang biasanya diukur dalam segi pengeluaran pemerintah
sebagai bagian dari PDB, dan/atau pemungutan pajak sebagai bagian dari PDB.
Pada sebagian besar kasus rasio tersebut berkisar antara 15% hingga sekitar
45% dari PDB.
Ketika
sistem pembayaran elektronik suatu negara banyak digunakan untuk pencairan/
pemungutan dari pembayaran pemerintah, pembayaran-pembayaran pemerintah
tersebut biasanya merupakan bagian yang signifikan dari transaksi/ volume
pembayaran total yang diproses dalam sistem tersebut. Meningkatnya penggunaan
metode dan sistem pembayaran yang paling efisien kemungkinan akan mengurangi
biaya transaksi tidak hanya untuk pemerintah, penerima pembayaran pemerintah
dan pembayar pajak, tetapi untuk semua pengguna layanan pembayaran
elektronik.
Perbaikan
dalam pembuatan cara pembayaran pemerintah juga memiliki potensi untuk
menginduksi perubahan yang relevan pada area lain dari ekonomi. Sebagai
contoh, penerima pensiun elektronik dan/atau pembayaran manfaat sosial
mungkin merupakan pengenalan pertama terhadap instrumen pembayaran modern
untuk pangsa penting dari sebuah populasi negara (yaitu, yang tak memiliki
rekening bank atau under-banked).
Keberhasilan
adopsi instrumen pembayaran elektronik seperti itu dapat mendorong penggunaan
pembayaran elektronik dalam banyak transaksi komersial lainnya. Selain itu,
reformasi yang direncanakan dengan hati-hati dari program pembayaran
pemerintah (atau ketiadaan) dapat memiliki konsekuensi yang jauh jangkauannya
pada modernisasi sistem pembayaran nasional. Berkenaan dengan pembayaran government to business (G2B/pemerintah
ke swasta), sebagian besar pemerintah menggunakan cek atau transfer dana
elektronik untuk menyelesaikan pembayaran bernilai besar.
Produk
kartu semakin digunakan untuk pengeluaran bisnis dengan nilai rendah
(termasuk belanja persediaan, pemeliharaandanbiayamemperbaiki, dan biaya
operasional lainnya). Produk kartu prabayar/simpan-nilai (misalnya biasanya
kartu bensin) atau kartu yang dapat digunakan dalam batas pengeluaran
tertentu dan saldo dibayar pada tanggal cut-off
yang ditentukan (misalnya kartu perjalanan perusahaan, kartu pengadaan).
Dalam
beberapa kasus, proses pengadaan pemerintah telah bermigrasi ke platform
online yang di antara fitur lainnya, memungkinkan pembayaran G2B terkait
untuk dilakukan secara elektronik, biasanya melalui transfer dana elektronik
ke rekening penerima, pembelian kartu atau keduanya. Mungkin pembaruan yang
paling signifikan dari jenis solusi ini bahwa mereka biasanya berusaha
mengintegrasikan pembayaran tambahan, data dan solusi pelaporan yang dapat
mengurangi langkah-langkah yang diperlukan untuk proses pembayaran dan
rekonsiliasi, dan memudahkan pengendalian dan proses audit.
Sebuah
kerangka kerja hukum yang komprehensif untuk sistem pembayaran dan alat
pembayaran harus mencakup isu-isu berikut: i) mengakui pembayaran elektronik
sebagai sarana yang sah untuk pembayaran, serta pengakuan tanda
tangandigitaldanarsipdigital yang terkait dengan instrumen pembayaran
tersebut; ii) mengatasi antara lain pertukaran instruksi pembayaran,
penyelesaian finalitas dan yang tidak dapat dibatalkan, validitas skema
jaringan, serta penegakan kepentingan keamanan yang disediakan di bawah
pengaturan agunan; iii) meliputi aturan, standar dan prosedur yang disepakati
oleh peserta dari berbagai sistem pembayaran.
Jelas
sekali bahwa pengeluaran pemerintah, sektor non-traded dan sistem pembayaran saling berkaitan untuk
menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi dengan inflasi yang terkendali. ●
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar