|
Ada dua
pendekatan analisis besar tentang kejatuhan Mursi sebagai presiden Mesir oleh
militer. Pertama, karena kelemahan pemerintahan Mursi, terutama menyangkut
tak dilakukannya rekonsiliasi secara serius dengan pihak oposisi, termasuk
koalisi dalam kabinetnya yang tidak memprioritaskan penanganan ekonomi pascarevolusi.
Kedua, karena problem geopolitik Timur Tengah yang mengganggu keseimbangan
politik yang mengusik Amerika Serikat (AS). Bantuan militer AS mencapai 1,5
miliar dolar AS per tahun. Mereka menekan militer Mesir agar mendorong
diam-diam kudeta tersebut.
Hal yang
menarik, bersamaan dengan demo besar-besaran di Mesir yang pada gilirannya
terjadi penggulingan pemerintahan Mursi, sementara demo besar- besaran di Turki
terhadap pemerintahan Erdogan tak menciptakan destabilisasi yang berarti dan
militer relatif tetap mendukung pemerintahan (tidak tergoda seperti menghadapi
pemerintahan Erbakan sebelumnya). Sementara, demo pun surut di mana menurut
survei lembaga independen, pendemo hanya didukung 22 persen dan pemerintahan
Erdogan didukung publik sekitar 53 persen.
Berbagai
analisis banyak disampaikan. Intinya lebih disebabkan pemerintahan Erdogan yang
beraspirasi Islam tersebut tidak terlalu mengumbar penerapan syariah Islam yang
menggantikan prinsip sekularisme. Namun, lebih mengurangi sekularisme secara
kultural, dengan misalnya menggalakkan kegiatan masjid-masjid, baik untuk
peribadahan maupun sosial.
Hal yang
lain, bekerja sama dengan tokoh pendidikan, Fethullah Gulen, membangun Lembaga
Pendidikan Islam bermutu internasional di dalam maupun luar negeri, termasuk di
Indonesia ratusan unit. Ini dimaksudkan untuk mencetak pemimpin masa depan,
terutama untuk Turki serta membangun citra Turki secara internasional yang
bernapaskan Islam.
Hal yang
lebih spektakuler lagi ada- lah langkah pembangunan ekonomi.
Di awali dengan keberhasilan sebagai Wali Kota Istanbul yang menggunakan APBD-nya secara cost evectiveness dengan menghilangkan praktik korupsi, seperti yang dijalankan pemerintahan daerah sebelumnya serta membangun prasarana kota sehingga tercipta Istanbul yang bersih, teratur, dan nyaman seperti standar kota-kota di Eropa.
Di awali dengan keberhasilan sebagai Wali Kota Istanbul yang menggunakan APBD-nya secara cost evectiveness dengan menghilangkan praktik korupsi, seperti yang dijalankan pemerintahan daerah sebelumnya serta membangun prasarana kota sehingga tercipta Istanbul yang bersih, teratur, dan nyaman seperti standar kota-kota di Eropa.
Dia
membangun transportasi publik yang kredibel, seperti busway, monorel, subway,
tranportasi sungai, laut, hingga pembangunan bandara yang rencananya terbesar
di dunia. Bahkan, setelah menjadi perdana menteri dilanjutkan dengan
pembangunan terowongan (tunnel) dan
jembatan terpanjang yang menghubungkan Asia dan Eropa.
Pertaniannya
sekarang nomor satu di Eropa dengan menyejahterakan petani dan memajukan
pedesaan, antara lain, dengan akses pada modal, teknologi, pemasaran dalam dan
luar negeri, konsolidasi lahan, serta jaminan sosial dan asuransi. Industri
pertahanannya sekarang telah mampu mandiri dengan produksi atas paten sendiri
berbagai jenis kapal dan helikopter.
Sementara,
riset dan pembangunan yang menunjang industri serta pertanian ditingkatkan
sangat pesat. Pendidikan pun gratis dari tingkat SD-S3 dengan mutu standar
Eropa. Hasilnya, PDB per kapita yang 2004 masih sekitar 3.300 dolar AS menjadi
sekitar 12.500 dolar AS pada 2012, naik empat kali lipat.
Dalam
fora internasional pun, Erdogan memperlihatkan kepe mim pinannya, terutama
dalam misi perdamaian di Timur Tengah. Salah satu contoh, dia mengirim misi
kapal perdamaian, Mavi Marmara, untuk membantu Palestina yang dibombardir
Israel waktu itu sehingga jatuh korban. Erdogan menuntut Israel meminta maaf,
sementara keanggotaannya dalam NATO tidak mengurangi sikap kritisnya terhadap
AS dan Eropa.
Terakhir,
dia mengkritik pengulingan Presiden Mursi dan dengan didukung oleh Prancis,
Jerman, Belgia, Pakistan, Malaysia, Uni Afrika, Erdogan memelopori untuk
mendesak agar militer Mesir membebaskan Mursi dari tahanan. Dia pun mengecam
pembantaian terhadap para pendemo pendukung Mursi yang menginginkan agar Mursi
dikembalikan sebagai presiden. Dengan modal yang sukses besar dalam pembangunan
ekonomi dan peran yang dimainkan dalam perdamaian di Timur tengah, Erdogan
tengah merekonstruksi Turki pada masa depan.
Turki
juga pernah menguasai kawasan Eropa ketika masa Turki Usmani.
Erdogan yang memiliki pendidikan madrasah Islam hingga sekolah lanjutan serta sarjana di perguruan tinggi modern, dan pelajaran dari Erbakan, maka Erdogan membawakannya lebih moderat, tapi substansial. Yakni, memakmurkan dan menegakkan keadilan, baik di internal negaranya maupun dalam fora internasional.
Erdogan yang memiliki pendidikan madrasah Islam hingga sekolah lanjutan serta sarjana di perguruan tinggi modern, dan pelajaran dari Erbakan, maka Erdogan membawakannya lebih moderat, tapi substansial. Yakni, memakmurkan dan menegakkan keadilan, baik di internal negaranya maupun dalam fora internasional.
Dengan
catatan tentang Mesir serta Turki tersebut, beruntung Indonesia memiliki
Konstitusi UUD 45 dan Pancasila yang termaktub dalam pembukaan, sedang dan akan
menjadi platform bersama dalam meng- atasi konfl ik seperti di Mesir. Juga bagaimana
substansi konstitusi untuk diimplementasikan dalam rangka memakmurkan
sebesar-besarnya ekonomi rakyat, memodernkan segala aspek kehidupan sehingga
sejajar dengan negara maju, dan menegakkan keadilan dalam kehidupan nasional
maupun dalam fora internasional.
Dengan
peristiwa Mesir tersebut dan kisah sukses Erdogan kita bisa belajar. Meski kita
pun punya sejarah gemilang pada masa lalu serta peran para pemimpin nasional
kita yang kredibel sejak kemerdekaan hingga sekarang, hendaknya cita-cita
mereka semua itu mampu kita realisasikan dengan mewujudkan pesan kaonstitusi
secara nyata dalam kehidupan. Semoga. ●
Tidak ada komentar:
Posting Komentar