BERITA
SEPEKAN
|
Untuk Siapa Rumah
Mewah di Penjara Cibinong Daniel Ahmad Fajri : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 27 September 2026
|
· Kru kapal yang membawa lima jurnalis
peliput erupsi Gunung Anak Krakatau ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. · Presiden Prabowo Subianto melontarkan
ide menggratiskan pendidikan dari sekolah dasar sampai universitas. · Pemerintah menetapkan Korps Kadet
sebagai ekstrakurikuler pilihan. OMBUDSMAN
Republik Indonesia menggelar inspeksi mendadak ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas
II Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 23 September 2026.
Pemeriksaan itu dihadiri dua anggota Ombudsman, Fikri Yasin dan Syafrida
Rachmawati. Mereka menemukan kompleks hunian yang terdiri atas sepuluh unit
rumah yang berjarak sekitar 300 meter dari bangunan lembaga pemasyarakatan. Fikri
mengatakan timnya pernah mendatangi kompleks penjara tersebut pada Juli 2026,
tapi petugas melarangnya masuk. Ia sempat cekcok dengan penjaga lembaga
pemasyarakatan. “Banyak sekali rumah yang diduga menjadi tempat para
narapidana tinggal di dalam sana,” tuturnya. Rekaman
milik Ombudsman menayangkan sebuah rumah yang berisi furnitur dan peralatan
elektronik. Di antaranya sofa, penyejuk udara, televisi, serta perangkat
dapur. Ada juga ruang dengan alat kebugaran dan kasur berukuran king size. Dalam
konferensi pers pada Kamis, 24 September 2026, Kepala Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat Yudi Suseno menjelaskan,
bangunan dengan berbagai fasilitas di dekat area lembaga pemasyarakatan itu
merupakan rumah dinas jabatan. Menurut Yudi, lokasi yang didatangi tim
Ombudsman merupakan kompleks asimilasi. “Kami akan mengambil tindakan jika
ada hal yang tak semestinya,” kata Yudi. Direktur
Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Mashudi
menyatakan lokasi asimilasi diperlukan bagi warga binaan yang akan bebas dari
penjara. Ia mengklaim setiap lembaga pemasyarakatan memiliki fasilitas
asimilasi yang berbeda-beda. “Tergantung kreativitas setiap pengurus lembaga
pemasyarakatan,” kata perwira Kepolisian RI itu. Ketua
Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi imigrasi dan
pemasyarakatan, Willy Aditya, mengklaim akan meminta keterangan dari Menteri
Imigrasi Agus Andrianto. “Fasilitas mewah itu muncul karena ada supply and
demand,” ujarnya. ● Kuliah
Gratis ala Prabowo PRESIDEN
Prabowo Subianto membentuk tim khusus buat menghitung anggaran untuk
menggratiskan pendidikan dari tingkat sekolah dasar sampai universitas. Tim
itu dipimpin Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.
“Bapak Presiden menginstruksikan kami menyiapkan kajian yang lebih dalam,”
kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto yang
menjadi anggota tim persiapan itu seusai rapat di Istana Merdeka, Jakarta,
pada Rabu, 23 September 2026. Brian
sudah menghitung perkiraan dana yang dibutuhkan untuk menggratiskan semua
mahasiswa yang belajar di kampus negeri. Berdasarkan analisis awal
Kementerian Pendidikan Tinggi, total bujet yang dibutuhkan mencapai Rp 93
triliun. Gagasan
Prabowo soal kuliah gratis muncul saat Presiden berpidato dalam peringatan
ulang tahun Partai Amanat Nasional di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026.
Prabowo menyatakan dana pendidikan itu bisa diambil dari uang yang dirampas
dari para koruptor. ● Banjir
di Kabupaten Solok BANJIR
menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam, 21 September
2026. Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang melaporkan bencana terjadi
karena intensitas hujan yang lebat. Menurut catatan Kantor Pencarian dan
Pertolongan Padang, ada satu orang yang tewas dan dua masih dalam pencarian. Bupati
Solok Jon Firman Pandu mengatakan banjir merendam sejumlah kantor pemerintah
daerah, seperti Dinas Kesehatan dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kabupaten Solok. Adapun Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan banjir
telah merusak jalan yang menghubungkan Kabupaten Solok dengan Kota Padang.
“Aksesnya sempat terputus,” ujar Tito pada Rabu, 23 September 2026. ● Kru
Kapal Rombongan Jurnalis di Selat Sunda Ditemukan KEPOLISIAN
memastikan identitas jenazah pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu,
pada Sabtu, 12 September 2026, merupakan awak kapal Arupadhatu I yang membawa
lima jurnalis ketika meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Berdasarkan hasil tes asam deoksiribonukleat atau DNA, polisi mengkonfirmasi
identitas jenazah itu adalah Surakman. Kepala
Kepolisian Daerah Banten Hengki menjelaskan, aparat dan tim gabungan belum
dapat memastikan keberadaan kapal Arupadhatu I kendati sudah ada kru yang
ditemukan dalam kondisi tewas. “Kapal itu masih berstatus dalam pencarian,”
tutur Hengki pada Rabu, 23 September 2026. ● Korps
Kadet Jadi Ekstrakurikuler Pilihan PEMERINTAH
menetapkan program Korps Kadet Republik Indonesia yang digagas Kementerian
Pertahanan sebagai ekstrakurikuler pilihan. Pelaksanaan program bagi siswa
sekolah menengah atas dan sederajat itu akan melibatkan tentara. “Kami akan
menurunkan dari tingkat rayon sampai distrik militer,” kata Kepala Badan
Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Gabriel Lema di Jakarta Timur pada
Rabu, 23 September 2026. Kepala
Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru Iman Zanatul Haeri
mengatakan materi wawasan kebangsaan dan bela negara sebetulnya sudah ada
dalam kegiatan Pramuka. “Korps kadet berpotensi tumpang-tindih dengan
kegiatan yang sudah berjalan,” ujarnya. ● Sumber :
https://www.tempo.co/politik/rumah-mewah-lapas-cibinong-ombudsman-2294315 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar