Selasa, 04 Agustus 2026

 

Rekam Jejak Destry Damayanti, Gubernur BI Sementara

Fery Firmansyah :  Jurnalis Tempo

TEMPO MINGGUAN, 02 Agustus 2026

 

 

                                                           

·      Destry Damayanti menjabat Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.

 

·      Sehari-hari, Destry mengampu pengembangan pasar uang dan stabilisasi rupiah.

 

·      Di masa muda, Destry Damayanti adalah atlet tenis yang berlaga dalam kejuaraan nasional.

 

KETIKA menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2024-2029, Destry Damayanti menyusun paparan dengan tema "Bank Indonesia: Sinergi untuk Mendukung Indonesia Maju".

 

Di depan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, yang antara lain menangani bidang finansial, pada 3 Juni 2024, dia mengidentifikasi lima respons bauran kebijakan ekonomi nasional, yaitu koordinasi fiskal dan moneter, akselerasi transformasi sektor keuangan, akselerasi transformasi sektor riil, digitalisasi ekonomi dan keuangan, serta ekonomi hijau.

 

Sinergi dalam lima aspek itu bertujuan memperkuat daya tahan serta stabilitas ekonomi nasional sehingga tetap stabil ketika ekonomi global bergejolak. "Tidak hanya bertumbuh, tapi juga mendorong inklusivitas dan berkualitas,” katanya di gedung parlemen pada 3 Juni 2024.

 

Itu adalah momen kedua Destry menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI. Pada 2024, Presiden Joko Widodo mengajukan Destry sebagai calon tunggal.

 

Lima tahun sebelumnya, tepatnya pada Juli 2019, dia menjalani ujian yang sama. Ketika itu Destry, yang sebelumnya menjabat anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, dicalonkan Jokowi untuk menggantikan Mirza Adityaswara.

 

Sebagai Deputi Gubernur Senior, pemimpin tertinggi yang berasal dari luar lingkungan BI, Destry bertindak sebagai "wakil" gubernur dan memimpin operasi bank sentral. Tugasnya antara lain menggantikan gubernur jika berhalangan hadir atau memimpin kegiatan harian, juga merancang kebijakan moneter dan makroprudensial. Itu sebabnya, ketika Perry Warjiyo lengser, Destry naik ke posisi BI-1.

 

Sebelum masuk ke jajaran petinggi BI, Destry dikenal sebagai salah satu ekonom nasional yang ahli di bidang makroekonomi, perbankan, dan kebijakan publik. Lahir di Jakarta pada 1963, Destry meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia dan master of science di bidang regional science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat.

 

Sebelum berkarier di pemerintahan, dia bekerja sebagai dosen di almamaternya, UI, serta menjadi ekonom di Citibank, Bank Mandiri, dan Mandiri Sekuritas. Di Bank Mandiri, Destry pernah menjabat komisaris independen.

 

Pada 2014, Destry masuk pemerintahan sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Rekam jejak di bidang ekonomi membawa Destry ke jajaran Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan periode 2015-2019.

 

Di sinilah dia bersentuhan dengan pengampu kebijakan fiskal, moneter, serta regulator, seperti Kementerian Keuangan, BI, dan Otoritas Jasa Keuangan, dalam forum Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Di luar bidang ekonomi, pada 2015, Jokowi menunjuk Destry menjadi Ketua Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.

 

Pengalaman sebagai komisioner KSSK membuat Destry relatif mudah masuk ke lingkungan bank sentral.

 

Kepada Tempo, Doni Primanto Joewono, Deputi Gubernur BI periode 2020-2025, menyebut Destry sebagai sosok yang sangat pandai menyesuaikan diri dan menguasai substansi. Padahal, dia menambahkan, Destry adalah "pendatang" di lingkaran elite bank sentral. "Biasanya tidak mudah bagi pendatang, tapi beliau andal dan cepat berbaur," tutur Doni pada Rabu, 29 Juli 2026.

 

Menurut Doni, selain kemampuan di bidang ekonomi, hal yang mempermudah Destry masuk ke lingkungan BI adalah tenis. Dia bercerita, Destry adalah atlet tenis yang pernah berlaga di kejuaraan nasional.

 

Semasa duduk di sekolah menengah pertama, pada akhir 1970-an, Doni bertemu dengan Destry dalam kejuaraan yang digelar Persatuan Lawn Tenis Indonesia di Malang, Jawa Timur. Ketika sama-sama menjadi petinggi bank sentral, kata Doni, Destry ikut mendirikan lapangan tenis berstandar internasional di Kompleks Perumahan BI di Jakarta Selatan. "Tenis menjadi medium untuk membaur," dia menambahkan.

 

Kini mantan atlet inilah yang memegang kemudi bank sentral. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai Destry sebagai figur yang siap menjaga kesinambungan kebijakan BI.

 

Selama menjadi Deputi Gubernur Senior, Destry membawahkan pengembangan pasar uang dan valuta asing serta stabilisasi nilai tukar rupiah. Karena itu, Josua menilai cara BI mengelola pasar dan menjaga stabilitas rupiah tidak akan berubah secara mendadak. "Pasar akan menilai tiga hal, yaitu konsistensi komunikasi BI, ketegasan dalam menjaga independensi, dan kepastian proses pemilihan gubernur yang baru," katanya.

 

Adapun Destry memilih tak banyak berbicara tentang jabatan barunya dan transisi kepemimpinan di BI. “Pokoknya kami melakukan hal yang sama seperti sebelumnya,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 27 Juli 2026.

 

Sumber :  https://www.tempo.co/ekonomi/destry-damayanti-gubernur-sementara-bank-indonesia-2279735

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar