|
Rekam Jejak Destry
Damayanti, Gubernur BI Sementara Fery
Firmansyah : Jurnalis Tempo |
TEMPO MINGGUAN, 02
Agustus 2026
|
· Destry Damayanti menjabat Deputi
Gubernur Senior BI sejak 2019. · Sehari-hari, Destry mengampu
pengembangan pasar uang dan stabilisasi rupiah. · Di masa muda, Destry Damayanti adalah
atlet tenis yang berlaga dalam kejuaraan nasional. KETIKA
menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank
Indonesia periode 2024-2029, Destry Damayanti menyusun paparan dengan tema
"Bank Indonesia: Sinergi untuk Mendukung Indonesia Maju". Di depan
Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, yang antara lain menangani bidang
finansial, pada 3 Juni 2024, dia mengidentifikasi lima respons bauran
kebijakan ekonomi nasional, yaitu koordinasi fiskal dan moneter, akselerasi
transformasi sektor keuangan, akselerasi transformasi sektor riil,
digitalisasi ekonomi dan keuangan, serta ekonomi hijau. Sinergi
dalam lima aspek itu bertujuan memperkuat daya tahan serta stabilitas ekonomi
nasional sehingga tetap stabil ketika ekonomi global bergejolak. "Tidak
hanya bertumbuh, tapi juga mendorong inklusivitas dan berkualitas,” katanya
di gedung parlemen pada 3 Juni 2024. Itu
adalah momen kedua Destry menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon
Deputi Gubernur Senior BI. Pada 2024, Presiden Joko Widodo mengajukan Destry
sebagai calon tunggal. Lima
tahun sebelumnya, tepatnya pada Juli 2019, dia menjalani ujian yang sama.
Ketika itu Destry, yang sebelumnya menjabat anggota Dewan Komisioner Lembaga
Penjamin Simpanan, dicalonkan Jokowi untuk menggantikan Mirza Adityaswara. Sebagai
Deputi Gubernur Senior, pemimpin tertinggi yang berasal dari luar lingkungan
BI, Destry bertindak sebagai "wakil" gubernur dan memimpin operasi
bank sentral. Tugasnya antara lain menggantikan gubernur jika berhalangan
hadir atau memimpin kegiatan harian, juga merancang kebijakan moneter dan
makroprudensial. Itu sebabnya, ketika Perry Warjiyo lengser, Destry naik ke
posisi BI-1. Sebelum
masuk ke jajaran petinggi BI, Destry dikenal sebagai salah satu ekonom
nasional yang ahli di bidang makroekonomi, perbankan, dan kebijakan publik.
Lahir di Jakarta pada 1963, Destry meraih gelar sarjana dari Universitas
Indonesia dan master of science di bidang regional science dari Cornell
University, New York, Amerika Serikat. Sebelum
berkarier di pemerintahan, dia bekerja sebagai dosen di almamaternya, UI,
serta menjadi ekonom di Citibank, Bank Mandiri, dan Mandiri Sekuritas. Di
Bank Mandiri, Destry pernah menjabat komisaris independen. Pada
2014, Destry masuk pemerintahan sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi
Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Rekam jejak di bidang ekonomi membawa
Destry ke jajaran Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan periode
2015-2019. Di
sinilah dia bersentuhan dengan pengampu kebijakan fiskal, moneter, serta
regulator, seperti Kementerian Keuangan, BI, dan Otoritas Jasa Keuangan,
dalam forum Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Di luar bidang ekonomi,
pada 2015, Jokowi menunjuk Destry menjadi Ketua Panitia Seleksi Pimpinan
Komisi Pemberantasan Korupsi. Pengalaman
sebagai komisioner KSSK membuat Destry relatif mudah masuk ke lingkungan bank
sentral. Kepada
Tempo, Doni Primanto Joewono, Deputi Gubernur BI periode 2020-2025, menyebut
Destry sebagai sosok yang sangat pandai menyesuaikan diri dan menguasai
substansi. Padahal, dia menambahkan, Destry adalah "pendatang" di
lingkaran elite bank sentral. "Biasanya tidak mudah bagi pendatang, tapi
beliau andal dan cepat berbaur," tutur Doni pada Rabu, 29 Juli 2026. Menurut
Doni, selain kemampuan di bidang ekonomi, hal yang mempermudah Destry masuk
ke lingkungan BI adalah tenis. Dia bercerita, Destry adalah atlet tenis yang
pernah berlaga di kejuaraan nasional. Semasa
duduk di sekolah menengah pertama, pada akhir 1970-an, Doni bertemu dengan
Destry dalam kejuaraan yang digelar Persatuan Lawn Tenis Indonesia di Malang,
Jawa Timur. Ketika sama-sama menjadi petinggi bank sentral, kata Doni, Destry
ikut mendirikan lapangan tenis berstandar internasional di Kompleks Perumahan
BI di Jakarta Selatan. "Tenis menjadi medium untuk membaur," dia
menambahkan. Kini
mantan atlet inilah yang memegang kemudi bank sentral. Kepala Ekonom Bank
Permata Josua Pardede menilai Destry sebagai figur yang siap menjaga
kesinambungan kebijakan BI. Selama
menjadi Deputi Gubernur Senior, Destry membawahkan pengembangan pasar uang
dan valuta asing serta stabilisasi nilai tukar rupiah. Karena itu, Josua
menilai cara BI mengelola pasar dan menjaga stabilitas rupiah tidak akan
berubah secara mendadak. "Pasar akan menilai tiga hal, yaitu konsistensi
komunikasi BI, ketegasan dalam menjaga independensi, dan kepastian proses
pemilihan gubernur yang baru," katanya. Adapun
Destry memilih tak banyak berbicara tentang jabatan barunya dan transisi
kepemimpinan di BI. “Pokoknya kami melakukan hal yang sama seperti
sebelumnya,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 27 Juli
2026. ● Sumber :
https://www.tempo.co/ekonomi/destry-damayanti-gubernur-sementara-bank-indonesia-2279735 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar