|
Datuk Merdeka Dahlan Iskan : Mantan CEO Jawa Pos |
DISWAY, 17 Agustus 2026
Bagi orang
bisnis, berita terbesar di peringatan proklamasi kemerdekaan hari ini adalah:
dijualnya saham mayoritas perusahaan raksasa tambang PT Bayan ke ''Raja
Sembilan Haji'': Haji Isam.
Sumber
tepercaya Disway menyebutkan sebanyak 62 persen saham PT Bayan sudah beralih ke
Haji Isam lewat perusahaannya, PT Jhonlin.
Berarti tahun
depan orang terkaya Indonesia bukan lagi Datuk Low Tuck Kwong, pemegang saham
mayoritas PT Bayan selama ini. Bisa jadi orang terkaya Indonesia tahun depan
adalah Haji Isam yang nama lengkapnya Haji Andi Syamsuddin Arsyad.
Anda sudah
tahu: PT Bayan Resources adalah perusahaan tambang dengan laba terbesar di
Indonesia. Dua tahun lalu labanya Rp32 triliun setahun.
Anda sudah
tahu: pemegang saham PT Bayan Resources Tbk selama ini adalah Datuk Dr Low Tuck
Kwong dan anaknya, Elaine Low (62,22 persen): 40,22 dan 22 persen.
Sisanya
dipegang PT Sumber Suryadaya Prima sekitar 10 persen. Pemilik perusahaan ini juga
saya kenal sangat baik. Masih ada dua pemegang saham kecil: Lim Chai Hock (3,26
persen) dan Jenny Quantero (2,99 persen). Sisanya, sekitar 20 persen, milik
publik lewat pasar modal.
Kalau Haji Isam
sudah mengambil alih sebanyak 62 persen berarti habislah saham Datuk Low Tuck
Kwong di Bayan. Berakhir pula kisah Raja Ajaib di dunia tambang.
Bayan bukanlah
perusahaan tambang terbesar tapi bisa meraih laba terbesar. Berarti perusahaan
ini luar biasa efisien. Labanya mengalahkan laba KPC milik grup Bakrie dan
Adaro milik Boy Thohir –padahal tambang mereka lebih besar.
Saya masih
belum bisa menuliskan bagaimana skenario transaksinya. Misalnya apakah
pembelian 62 persen saham seharga Rp300 triliun itu dibayar lunas oleh Haji
Isam. Atau dibayar dengan cara lain. Anda bisa bantu saya merumuskan cara
pembayaran yang bagaimana yang tidak memberatkan cash flow Haji Isam.
Yang lebih
menarik bagi saya adalah hadirnya dua anak muda di transaksi ini. Lihatlah foto
pertama di tulisan ini. Anda sudah kenal: yang di tengah itu Datuk Low dan Haji
Isam. Yang paling kiri adalah Norman Joesoef. Sedang yang paling kanan adalah
Alwin Cipto Ciputra.
Norman Joesoef
adalah putra pengusaha sukses Harsha Joesoef: partner FedEx di Indonesia.
Harsha sampai sekarang masih menjabat duta besar Indonesia di Slovakia.
Menjabat di Slovakia sejak 2019. Namun masih kalah lama dari dubes kita di
Beijing, Djauhari Oratmangoen.
Siapa Alwin
Cipto Ciputra? Awalnya saya kira itu Cipta Ciputra, cucu pengusaha Tionghoa
yang tergolong paling nasionalis, alm Ciputra. Ternyata Alwin Cipto Ciputra
tidak ada hubungan dengan keluarga Ciputra Group. Maka saya batalkan rencana
ucapkan selamat kepada Cipta Ciputra.
"Kami
memang berteman tapi ia bukan keluarga kami," ujar Cipta Ciputra Harun,
cucu Ciputra dari Harun Hayadi.
Saya pun ingat:
di dekat Bintaro juga ada toko bernama Toko Ciputra. Ternyata juga tidak ada
hubungan bisnis dengan keluarga Ciputra Group. Toko mebel itu diberi nama
Ciputra karena lokasinya di Jalan Ciputat Raya.
Alwin Cipto
Ciputra ternyata memang sudah lama bergerak di bisnis tambang. Sedang Norman
selama ini dikenal sebagai penerus perusahaan pengirim barang yang dirintis
bapaknya: RPX-FedEx yang terkenal itu. Maka Norman dan Alwin kini berada di
lingkaran Haji Isam. Peta penguasaan tambang batu bara pun berubah drastis.
Saya pernah
berkunjung ke PT Bayan. Naik speed boat berjam-jam. Ternyata Datul Low sedang
di lokasi. Saya pun bisa ngobrol dan makan malam bersamanya. Pulangnya saya
boleh nunut helikopternya Datuk Low.
Tentu saya juga
sempat melihat-lihat kebun binatang kesayangan Datuk di pedalaman Kaltim. Datuk
sendiri yang jadi tour guide-nya.
Mungkin banyak
yang kasihan kepada Datuk: bisnis bersejarahnya berakhir di zaman pemerintahan
Presiden Prabowo. Mungkin ada juga yang lebih kasihan kepada binatang-binatang
langka di kebun binatangnya itu.
Yang jelas
Datuk kelihatannya sudah merdeka di ultah kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia
hari ini. Dengan uang Rp300 triliun –hasil penjualan saham Bayannya– rasanya,
hari ini, Datuk Low-lah yang paling merdeka di antara penduduk Republik
Indonesia. ●
Sumber
: https://disway.id/catatan-harian-dahlan/963229/datuk-merdeka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar