Belajar
dari Semen Indonesia
Karyanto Wibowo ;
Dirut PD Pasar Surya,
Pengurus IKA FE Unair
|
JAWA
POS, 19 Maret 2014
|
BEDAH
buku Road to Semen Indonesia
menyisakan pertanyaan sekaligus pelajaran. Kisah sukses BUMN pertama yang
menjadi perusahaan kelas dunia ini dibedah di Universitas Airlangga Surabaya
beberapa waktu lalu. Semen Indonesia berhasil menyatukan tiga pabrik semen,
yaitu Semen Padang, Semen Tonasa, dan Semen Gresik. Bahkan, tahun 2012
ditutup dengan mengakuisisi semen Thang Long Cement Vietnam.
Proses
transformasi korporasi yang dilakukan tidaklah mudah. Dengan latar belakang
konflik penyatuan yang nyaris berkepanjangan, Semen Indonesia harus melakukan
transformasi menjadi sustainable
company. Semen Indonesia tidak memilih rute penguatan finansial, kemudian
peningkatan competitiveness atau
sebaliknya. Tetapi, Semen Indonesia melakukan itu secara simultan, antara
financial strength dan competitiveness.
Magic word yang digunakan adalah sinergi.
Adalah Dirut Semen Indonesia yang memperkenalkan sinergi tidak hanya sebagai
kata, tetapi juga implementasinya. Perbedaan budaya, ketidaksamaan
profitabilitas, letak geografis, dan lainnya tidak boleh menghambat laju
Semen Indonesia. Keberhasilan tersebut bisa diadopsi untuk mengembangkan
sinergi di antara BUMD.
Ada
delapan kunci sukses untuk hal tersebut. (1) Membangun sense of urgency. Di mana dibangun sebuah keyakinan bahwa sinergi
akan membawa kepada hal yang lebih baik, dengan mempelajari potensi serta
peluang. (2) Membentuk koalisi pemandu yang penuh kekuatan. Membuat koalisi
yang memiliki kekuatan memimpin perubahan serta mendorong untuk bekerja sama
sebagai sebuah tim di luar hierarki normal. (3) Visi. Menciptakan visi yang
mengarah pada perubahan dengan mengembangkan strategi. (4) Mengomunikasikan
visi. Mengajarkan perilaku baru sinergi dengan dicontohkan oleh koalisi
pemandu. (5) Mendorong perilaku sesuai dengan visi. Mendorong pengambilan
risiko serta ide-ide, aktivitas, dan langkah yang tidak biasa. (6) Kemenangan
jangka pendek. Menciptakan perbaikan kinerja yang kasatmata dalam waktu cepat.
(7) Konsolidasi perbaikan. Memperbarui proses dengan tema-tema yang baru. (8)
Membentuk institusi dengan pendekatan baru. Memastikan pengembangan
kepemimpinan dan suksesi.
Sinergi
Semen Indonesia adalah sinergi ke dalam. sinergi antar BUMD (sinergi keluar)
bisa menggunakan tools yang sama. Bagaimana menumbuhkan sense of urgency di
antara BUMD untuk bersinergi. Ditambah dengan keyakinan bahwa dengan sinergi,
key performance indicator (KPI)
setiap BUMD akan meningkat.
Sebuah
tim di luar hierarki yang dikomandani bagian perekonomian pemerintah
kota/provinsi bisa menjadi koalisi yang penuh kekuatan. Tim tersebut bisa
mengarahkan, bahkan memaksa BUMD untuk tidak mengembangkan penyakit autis
yang sudah lama bersarang.
Untuk
memastikan tujuan dari rombongan BUMD tersebut menuju arah yang sama,
penyusunan visi setiap BUMD yang saling berkaitan menjadi salah satu kunci.
Jika hal itu bisa diwujudkan, paling tidak sinergi sudah setengah terlaksana.
Tinggal secara tekun mengomunikasikan visi tersebut kepada stakeholder. Yang paling efektif
adalah dengan cara mencontohkan.
Sampai
dengan langkah tersebut, seharusnya ide-ide, atau langkah yang tidak biasa
akan timbul dengan sendirinya. Itu harus dijaga dengan merencanakan, mencari,
dan menciptakan kemenangan-kemenangan jangka pendek.
Perbaikan,
perubahan, dan konsolidasi dengan cara mengubah sistem, struktur, bahkan
kebijakan yang tidak sesuai dengan visi menjadi sebuah tindakan yang halal.
Agar semua tindakan yang mendukung sinergi tersebut dapat menjadi sebuah hal
yang berkelanjutan, pengembangan kepemimpinan sangatlah penting. Bahkan,
skenario suksesi harus diatur dalam rangka mewujudkan sustainable synergy.
Dalam
kasus BUMD di bawah Pemkot Surabaya, delapan proses di atas belum dilakukan
secara maksimal. Mendorong untuk sinergi sudah dilakukan, tetapi konsep
menyelaraskan visi dan yang lain masih jauh dari sempurna.
PD Pasar
Surya dengan ribuan pedagang belum ditangkap sebagai potensial market oleh BPR SAU. Sedangkan PDAM yang mempunyai
likuiditas cukup bagus tidak menempatkan dananya di BPR SAU dalam nilai yang
signifikan.
Pembelian
makanan binatang oleh PDKBS senilai miliaran rupiah per tahun belum
disinergikan dengan RPH untuk pemenuhan daging dan Pasar Surya untuk
pemenuhan sayuran. PT SKU yang bergerak di bidang properti belum melihat
karyawan BUMD saudara-saudaranya sebagai market
yang menjanjikan. RPH yang mempunyai produk bakso dan aneka olahan daging
kesulitan memasarkan? Ajaib, Pasar Surya yang tidak care, atau RPH yang tidak menggarap 67 pasar di bawah Pasar
Surya.
Success story Semen Indonesia melakukan
transformasi korporasi dengan magic word sinergi adalah sebuah prototipe.
Tinggal bagaimana BUMD-BUMD melakukan proses ATM (amati-tiru-modifikasi)
langkah-langkah sinergi tersebut. ●
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar