|
‘’SIDO Muncul bisa
besar seperti sekarang berkat perbuatan amal kepada sesama. Sejak 1989, kami
terus mengupayakan mudik gratis Lebaran bagi karyawan dan masyarakat.”
Walaupun kemampuan masih terbatas, kami terus berupaya
melakukan CSR untuk membantu masyarakat dan pemerintah. Hasilnya, ya kami bisa
seperti sekarang. Ini memang sulit dijelaskan dengan logika bisnis, tapi ya
itulah berkat Tuhan...” Kata-kata itu meluncur dari Irwan Hidayat, Presdir PT
Sido Muncul, menjawab pertanyaan saya pada 2011.
Waktu itu saya menanyakan rahasia sukses yang menyebabkan
perusahaan jamu tersebut bisa berkembang pesat, dan ia menjawab kuncinya adalah
perbuatan baik kepada sesama. ”Andreas, saya selalu menekankan kepada keluarga,
manajemen, dan karyawan agar selalu rukun dan berbuat baik. Saya katakan,
perbuatan baik kepada orang lain pasti mendatangkan kebaikan buat kita sendiri.
Apalagi berbuat baik kepada orang-orang kecil yang hendak
mudik merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Itu sangat
mulia.’’ Saya sengaja kembali mengangkat rahasia sukses sebagaimana diuraikan
Irwan Hidayat karena relevan dengan kondisi saat ini. Banyak pengusaha enggan
melakukan amal baik kepada sesama melalui aktivitas tanggung jawab sosial
perusahaan (corporate social responsibility/
CSR) karena dinilai merugikan perusahaan.
Misalnya, banyak perusahaan enggan memberikan THR Lebaran
yang pantas kepada karyawan atau pekerja dengan berbagai alasan. Banyak
perusahaan yang sebenarnya mampu secara finansial tapi tak mau memberi fasilitas
mudik gratis Lebaran kepada karyawan dan masyarakat yang telah ”berkorban” atau
berjasa membantu membesarkan perusahaan itu.
Hasil riset saya menunjukkan kebanyakan pengusaha yang
berperilaku seperti itu justru tidak mengalami kemajuan berarti. Banyak persoalan
bisnis dan manajerial melilit perusahaannya. Pasar juga sepertinya kurang
bersahabat sehingga penjualan dan penerimaan perusahaan tersumbat di sana-sini.
Akibatnya, perusahaan sering mengalami kesulitan keuangan. Pengusaha yang
mengalami kondisi sulit itu bukannya memperbaiki perilaku etisnya melainkan
malah kian pelit dan ”kasar” terhadap karyawan atau pekerja sehingga
menyebabkan kondisi sulit perusahaan kian kompleks.
Kondisi sebaliknya, justru dinikmati pengusaha yang ikhlas
berbuat kebaikan kepada karyawan dan sesama yang membutuhkan. Penjualan
perusahaan terus meningkat pesat dan sering melampaui target sehingga
menyebabkan perusahaan kelabakan dalam kapasitas produksi dan pelayanan ke
pasar. Pangsa pasar perusahaan terus meluas ke mana-mana. Keuntungan dari
perusahaan-perusahaan yang baik itu juga makin berlipat ganda.
Perusahaan yang tadinya kecil lalu bertranformasi menjadi
besar, dan Sido Muncul salah satu contohnya. Djarum Kudus juga layak menjadi
contoh. Perusahaan rokok itu sejak 1960-an terus aktif berbuat amal baik dengan
menciptakan sejumlah program CSR yang bermanfaat bagi bangsa dan negara ini.
Djarum beramal untuk masyarakat melalui program CSR bakti olahraga, bakti
pendidikan, bakti lingkungan, dan lainnya.
Hasilnya, perusahaan itu tumbuh
pesat menjadi salah satu raksasa di Indonesia.
Pemiliknya juga dinobatkan sebagai orang terkaya di
Indonesia dan di dunia selama beberapa tahun terakhir. Sejumlah orang terkaya
di dunia juga dermawan sejati. Misalnya, Bill Gates dan Warren Buffett yang
menjadi orang terkaya pertama dan ketiga dunia. Mereka sering menyumbang
sebagian kekayaan untuk beragam aktivitas amal (CSR) di berbagai negara miskin
dan berkembang. Kekayaan mereka bukannya berkurang drastis melainkan
sebaliknya: makin meningkat drastis dan tetap jadi orang terkaya.
Berkah Allah
Mengapa perbuatan CSR atau amal baik justru mendatangkan
berkah berlimpah bagi pengusaha dan perusahaan dalam jangka panjang? Jawabannya
sebenarnya mudah, bahkan sudah dipahami pebisnis sebagai orang-orang beriman,
yaitu karena Gusti Allah ora sare!
Allah tidak tidur! Tuhan memperhatikan dan melimpahkan kasih dan berkah-Nya
kepada pengusaha atau perusahaan yang tulus ikhlas melakukan CSR membantu
sesama yang miskin, melarat, menderita, terpinggirkan, atau yang kurang mampu.
Pengusaha dan perusahaan yang berbuat baik tersebut
dikasihi dan diberkahi karena telah bertindak sebagai sarana Allah dalam
memberi kasih dan berkah kepada sesama umat manusia. Cara Allah melimpahkan
kasih dan berkah-Nya tersebut sangat beragam, unik, dan bahkan acap sulit
dipahami oleh logika bisnis. Tapi secara bisnis bisa dijelaskan bahwa perbuatan
amal kepada sesama melalui beragam aktivitas CSR mendatangkan banyak berkah.
Nama baik, citra, serta reputasi pengusaha dan perusahaan makin meningkat.
Peningkatan itu berdampak positif pada keputusan ekonomi
dari pihak eksternal sehingga meningkatkan akses bisnis, pangsa pasar, dan
penjualan serta keuntungan perusahaan. Karena itu, janganlah takut melakukan
kebaikan dan kebajikan kepada karyawan, pekerja, konsumen, dan masyarakat yang
membutuhkan. Yakinlah, Tuhan akan membalas perbuatan terpuji tersebut dengan
cara-cara-Nya yang unik.
Selamat
merayakan Idul Fitri kepada seluruh umat Islam. Mohon maaf lahir dan batin.
●
Tidak ada komentar:
Posting Komentar